Lelly Christin
Bunda Mulia University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A DIGITAL LEADERSHIP STYLE ON EMPLOYEE COHESIVENESS IN SERVICE SECTOR AT PANDEMIC ERA Andreas Wijaya; Sophia Reni Susilo; Lelly Christin; Valencia Valencia; Steven Jonathan Salim; Maria Angeline; Catherine Vondrea
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i1.22751

Abstract

Mewabahnya pandemi COVID-19 menjadi kendala utama yang perlu ditanggulangi untuk dapat bertahan hidup, hampir semua negara di dunia kesulitasn mengatasi situasi tersebut. Tantangan baru pada masa ini adalah bekerja dengan generasi senior dalam mengadopsi teknologi baru, oleh karena itu para pemimpin digital harus melek teknologi dan membawa tenaga kerja bersama mereka. Dalam penelitian kepemimpinan baik di perusahaan manufaktur maupun jasa hanya mengangkat fenomena pasca krisis yang terjadi pada tahun 2008, sedangkan pembahasan kepemimpinan pada era bekerja secara virtual saat krisis masih belum memiliki hasil penelitian yang memiliki validitas tinggi. Kesenjangan pertama yang ditemukan dalam penelitian ini membahas penggunaan gaya kepemimpinan dalam tim virtual, penelitian sebelumnya telah memperdebatkan masalah kepemimpinan transformasional dan transaksional, hasilnya menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional lebih mengarahkan karyawan untuk mencapai tujuan daripada kepemimpinan transaksional yang berpengaruh negatif pada tim maya. Kedua, masih ada beberapa pertanyaan yang menarik untuk dijawab dalam penelitian sebelumnya, antara lain: Bagaimana gaya kepemimpinan memfasilitasi proses afektif dan motivasi individu dan kolaborasi tim secara virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan yang efektif bagi pemimpin digital dalam membina kekompakan tim dengan teori IPO, metode pengumpulan data kuantitatif diambil dengan teknik purposive untuk mendapatkan sampel yang sesuai. Subjek penelitian meliputi karyawan dengan posisi manajemen (staf) yang lebih rendah yang bekerja di lingkungan kerja virtual. Sampel dalam penelitian ini 100 karyawan kemudian akan diuji menggunakan SMART PLS untuk analisis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model kepemimpinan transformasional dapat mempengaruhi motivasi kerja, serta motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap kekompakan karyawan   The outbreak of the COVID-19 pandemic has become the main hinderance that needs to be tackle for survival, almost all countries in the world are overwhelmed to overcome the situation. the new challenge is working with the senior generation in adopting new technology, therefore digital leaders must be tech savvy and bring the workforce with them. in leadership research both in manufacturing and services only raised the phenomenon after the crisis that occurred in 2008, while the discussion of leadership who worked virtually during the crisis still did not have research results that have high validity. The first gap found in this study discusses the use of leadership styles in virtual teams, previous research have debated issue of transformational and transactional leadership, the results show that transformational leadership is more directing employees to achieve goals than transactional leadership which has a negative effect on virtual teams. Second, there are still some interesting questions to be answered in previous research, including: How leadership styles facilitate individual affective and motivational processes and virtual team collaboration .This study aims to analyze effective leadership styles for digital leaders in fostering team cohesiveness with the IPO theory quantitative data collection methods were taken with purposive techniques to obtain appropriate samples. Research subjects include employees with lower management (staff) positions who work in a virtual work environment. The pilot study in this study collected 100 samples will then be tested using SMART PLS for data analysis.This study concludes that transformational leadership models can affect work motivation, and work motivation has an influence on employee cohesiveness
FINANCIAL LITERACY AND EXPERIENCED REGRET ON GEN Z INVESTMENT DECISIONS WITH RISK TOLERANCE AS MEDIATOR Clarissa Kurniawan; Lelly Christin
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i2.35854

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan partisipasi generasi Z dalam investasi saham. Namun, generasi Z menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi keuangan dan tingginya experienced regret akibat keputusan investasi yang impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan experienced regret terhadap keputusan investasi generasi Z di DKI Jakarta, dengan risk tolerance sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 175 responden yang dipilih melalui purposive sampling yaitu generasi Z berusia 18-27 tahun, berdomisili di DKI Jakarta, pernah melakukan investasi saham, dan pernah mengalami penyesalan atas keputusan investasi saham. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan experienced regret secara signifikan berpengaruh terhadap keputusan investasi. Selain itu, literasi keuangan dan experienced regret secara signifikan berpengaruh terhadap risk tolerance dan risk tolerance juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa risk tolerance dapat memediasi pengaruh literasi keuangan dan experienced regret terhadap keputusan investasi. Secara praktis, generasi Z disarankan untuk meningkatkan literasi keuangan, menilai profil risiko, dan mengevaluasi pengalaman investasi sebelumnya, sementara komunitas keuangan dan perusahaan investasi diharapkan menyediakan program pelatihan digital dan fitur simulasi investasi untuk mendukung keputusan investasi yang lebih tepat. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat memperluas wilayah penelitian dan menambah variabel lain.   The development of digital technology has increased the participation of Generation Z in stock investment. However, Generation Z faces challenges such as low financial literacy and high experienced regret due to impulsive investment decisions. This study aims to analyze the influence of financial literacy and experienced regret on the investment decisions of Generation Z in DKI Jakarta, with risk tolerance as a mediating variable. The study employes a quantitative approach with a sample of 175 respondents selected through purposive sampling, consisting of Generation Z aged 18-27, lived in DKI Jakarta, having invested in stocks before, and having experienced regret over their stock investment decisions. Data were collected through online questionnaires and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The research results indicate that financial literacy and experienced regret significantly influence investment decisions. In addition, financial literacy and experienced regret significantly influence risk tolerance, and risk tolerance also significantly influence investment decisions. The mediation analysis results show that risk tolerance can mediate the influence of financial literacy and experienced regret on investment decisions. Practically, Generation Z is advised to enhance financial literacy, assess their risk profile, and reflect on past investment experiences, while financial community and investment firms are expected to provide digital training programs and virtual trading to support better investment decisions. Furthermore, future researchers can expand the research area and add other variables.