Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN KEBERADAAN PROPINSI DALAM PENGUATAN OTONOMI DAERAH Sudharto, Sudharto
CIVIS Vol 1, No 2/Juli (2011): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian keberadaan propinsi dalam penguatan otonomi daerah dilatarbelakangi oleh praktik otonomi daerah yang perlu ditata ulang sehingga desentralisasi pemerintahan akan mencerminkan logika terwujudnya kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Otonomi daerah seyogyanya harus mampu meningkatkan pelayanan publik dan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan secara berkeadilan. Peran gubernur dengan fungsi gandanya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dan sekaligus sebagai pemerintah otonom harus mendapatkan format ulang sehingga propinsi tetap berwibawa dan terhormat dalam menjaga agar otonomi daerah di kabupaten/kota pada jalur yang seharusnya. Pemerintah daerah propinsi harus didorong untuk lebih melaksanakan perannya sebagai wakil pemerintah pusat didaerah. Hal tersebut adalah bagian yang sangat strategis untuk ditangani oleh pemerintah daerah propinsi. Propinsi lebih efektif jika memfokuskan pada status dan fungsi pembinaan, pengawasan, koordinasi dan fasilitasi. Pemerintah propinsi menjadi pendorong agar pelaksanaan otonomi daerah di tingkat kabupaten dan kota berjalan pada relnya sebagai pencerminan pelaksanaan desentralisasi pemerintahan yang sebenarnya , yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat secara berkeadilan. Kata kunci : pemerintah propinsi , otonomi daerah
MULTIKULTURALISME DALAM PERSPEKTIF EMPAT PILAR KEBANGSAAN Sudharto, Sudharto
CIVIS Vol 2, No 1/Januari (2012): civis
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pluralisme dan utamanya multikulturalisme mensyaratkan adanya keterlibatan atau peran serta antar pihak dalam sebuah komunitas besar bernama bangsa. Multikulturalisme mensyaratkan persemaian dalam ruang publik dimana masing-masing saling memberdayaan, tidak sekedar toleransi, tetapi mempersyaratkan usaha untuk saling memahami antara yang satu dengan yang lain. Dalam masyarakat multikultur haruslah terjadi komitmen antara masyarakat budaya yang satu terhadap masyarakat budaya lain dengan segala karakteristiknya. Kaitannya dengan multikulturalisme, empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesataun Republik Indonesia , maka keempat-empatnya memberikan pemahaman bersama bahawa multikuluralisme adalah sebuah keniscayaan di dalam hidup bangsa Indonesia. Namun perbedaan entitas di dalam bangsa Indonesia harus di pahami secara positif bahwa perbedaan dalam hal suku, agama, ras, bahsa , adat , dan lain-lain harus diarahkan sebagai sebuah sinergi yang saling memiliki ketergantungan, saling membutuhkan dan justru menjadi daya tarik kearah kerja sama, kearah resultante yang lebih harmonis sebagai sebuah bangsa yang beradab. Kata-kata kunci : multikulturalisme , Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI
Pengaruh Discount dan Store Atmosphere terhadap Perilaku Impulse Buying (Studi Kasus pada Konsumen Lottemart Wholesale Semarang) Amsani, Putri Deacitra; Sudharto, Sudharto
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Administrasi Bisnis, FISIP Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.792 KB)

Abstract

Retail business in Indonesia is growing so rapidly. That matter, which requires the owners of retail outlets must have marketing strategies to survive in competition fairly tight retail businesses, so the company’s purpose which is increasing profits can be achieved. Retailer profits obtained can be sourced from impulse buying. Impulse buying can be influenced by discount and store atmosphere. Lottemart Wholesale Semarang as a modern retails in Semarang. In 2016, Lottemart Wholesale Semarang’s debit customer has been decreased, which decreased 3,99% or 15.935 customers. The decrease in debit customer discharge causes a decrease in the company's profit so that the planned targets can not be achieved.The purpose of this research is to know the influences between the variable discount and variabel store atmosphere against a impulse buying on customers Lottemart Wholesale Semarang. The type of research is explanatory research and the number of sample taken is 100 respondents. The sampling technique are accidental sampling and purposive sampling. The data analysis technique is a correlation test data analysis, determination test, simple linear regression test, multiple linear regression test, t test and F test using IBM SPSS (Statistical Product and Service Solutions) program version 16.0. Based on the analysis, it is concluded that discount and store atmosphere has an influence on from impulse buying, that has been proved through simple linear regression that result regression value, discount has an influence on impulse buying of 0.624 and store atmosphere has an influence on impulse buying of 0,350. Therefore it can be advised that Lottemart Wholesale Semarang should conduct a survey and monitor competitor prices to be more competitive. In addition, store atmosphere can be improved by manage display product, colors and lighting of the room, and improve air circulation of the room so consumers are more comfortable and happy when shopping in the store.
MULTIKULTURALISME DALAM PERSPEKTIF EMPAT PILAR KEBANGSAAN Sudharto, Sudharto
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2012): JANUARI 2012
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v2i1.593

Abstract

Pluralisme dan utamanya multikulturalisme mensyaratkan adanya keterlibatan atau peran serta antar pihak dalam sebuah komunitas besar bernama bangsa. Multikulturalisme mensyaratkan persemaian dalam ruang publik dimana masing-masing saling memberdayaan, tidak sekedar toleransi, tetapi mempersyaratkan usaha untuk saling memahami antara yang satu dengan yang lain. Dalam masyarakat multikultur haruslah terjadi komitmen antara masyarakat budaya yang satu terhadap masyarakat budaya lain dengan segala karakteristiknya. Kaitannya dengan multikulturalisme, empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesataun Republik Indonesia , maka keempat-empatnya memberikan pemahaman bersama bahawa multikuluralisme adalah sebuah keniscayaan di dalam hidup bangsa Indonesia. Namun perbedaan entitas di dalam bangsa Indonesia harus di pahami secara positif bahwa perbedaan dalam hal suku, agama, ras, bahsa , adat , dan lain-lain harus diarahkan sebagai sebuah sinergi yang saling memiliki ketergantungan, saling membutuhkan dan justru menjadi daya tarik kearah kerja sama, kearah resultante yang lebih harmonis sebagai sebuah bangsa yang beradab. Kata-kata kunci : multikulturalisme , Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI
KAJIAN KEBERADAAN PROPINSI DALAM PENGUATAN OTONOMI DAERAH Sudharto, Sudharto
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2011): JULI 2011
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v1i2.586

Abstract

Kajian keberadaan propinsi dalam penguatan otonomi daerah dilatarbelakangi oleh praktik otonomi daerah yang perlu ditata ulang sehingga desentralisasi pemerintahan akan mencerminkan logika terwujudnya kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Otonomi daerah seyogyanya harus mampu meningkatkan pelayanan publik dan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan secara berkeadilan. Peran gubernur dengan fungsi gandanya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dan sekaligus sebagai pemerintah otonom harus mendapatkan format ulang sehingga propinsi tetap berwibawa dan terhormat dalam menjaga agar otonomi daerah di kabupaten/kota pada jalur yang seharusnya. Pemerintah daerah propinsi harus didorong untuk lebih melaksanakan perannya sebagai wakil pemerintah pusat didaerah. Hal tersebut adalah bagian yang sangat strategis untuk ditangani oleh pemerintah daerah propinsi. Propinsi lebih efektif jika memfokuskan pada status dan fungsi pembinaan, pengawasan, koordinasi dan fasilitasi. Pemerintah propinsi menjadi pendorong agar pelaksanaan otonomi daerah di tingkat kabupaten dan kota berjalan pada relnya sebagai pencerminan pelaksanaan desentralisasi pemerintahan yang sebenarnya , yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat secara berkeadilan. Kata kunci : pemerintah propinsi , otonomi daerah