Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Characteristics and Environmental Quality of using Tribe Settlements in Kemiren Abu Sufyan; Tri Anggraini Prajnawrdhi; Ni Ketut Agusintadewi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 23 No. 3 (2020)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiren Village is designated as a traditional house architecture tourism village. The development has brought Kemiren Village to economic experienced growth and will be affecting dynamic changes of physical settlements. Research using the rationalistic-qualitative, descriptive and explorative method. Data collection conducting by field observations, interviews, and documentation then be analyzed using descriptive analysis, evaluative analysis, and development analysis approach. Results from physical conditions mapping, the characteristics of settlements are highly dependent on aesthetic quality, scarcity, and exceptionalness. Result from the analysis, the value of culture is 60%, while the value of environmental quality is 50%.  
Influence of Spatial Attributes on Human Behavior in Complying with COVID-19 Health Protocols in The City Park of Puputan Badung Denpasar Bali Ni Ketut Agusintadewi; Gede Wardana Putra; Widiastuti Widiastuti; Ni Putu Yunita Laura Vianthi
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1 April 2023
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2023.v13.i01.p06

Abstract

The study aims to determine the most effective spatial setting for the fitness spots with pandemic mitigation in the city park of Puputan Badung Denpasar Bali as well as to identify various responses of human behavior in complying with health protocols. A mixed-method strategy was utilized, where a quantitative technique was used to determine the level of compliance. A qualitative inquiry with a case study method was also used to assess the influence of spatial attributes on human behavior. The respondents were selected using accidental sampling during peak times for a week. The sport activities observed were fitness, which was available in several spots of parks. Based on human behavior theories, the fitness space equipped with COVID-19 mitigation measures has not provided optimal stimuli to the people in complying with health protocols, leading to low compliance levels. The results of this study can be used as a reference to evaluate the effectiveness of implementing pandemic mitigation in the city park of Puputan Badung and other city parks with similar characteristics from an architectural perspective.
KARAKTERISTIK ELEMEN FISIK RUANG KORIDOR JALAN HASANUDIN DI KOTA DENPASAR Ni Putu Nila Kusuma Sari; Ni Ketut Agusintadewi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i2.4007

Abstract

Abstract: Hasanudin Street corridor is one of the commercial areas with high trade activity in Denpasar City. This road functions as a city transportation route and trade center. As a result of increasing commercial activity, it causes pressure on the physical elements of space, which has the potential to reduce the quality and character of the area. This study aims to analyze the characteristics of the Hasanudin Street corridor based on the physical elements of space with a qualitative approach using the concept of eight urban design elements. The results show that the corridor is dominated by Dutch Architecture-style commercial buildings arranged linearly, parallel to the main road. The corridor is a one-way street with a pedestrian path filled with street vendors (PKL). In addition, the presence of billboards in the form of signage and directions reinforces the identity of the commercial area. However, the pressure of commercialization can threaten the sustainability of historic buildings and colonial-style shophouses along the corridor. Therefore, preservation efforts are made to maintain the architectural value of the buildings amidst the development of economic activities. Keyword: Characteristics of physical elements of space, physical elements of space, road corridor Abstrak: Koridor Jalan Hasanudin merupakan salah kawasan komersial dengan aktivitas perdagangan tinggi di Kota Denpasar. Jalan ini berfungsi sebagai jalur transportasi kota dan pusat perdagangan. Akibat meningkatnya aktivitas komersial menyebabkan tekanan terhadap elemen fisik ruang, yang berpotensi menurunkan kualitas dan karakter kawasan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik koridor Jalan Hasanudin berdasarkan elemen fisik ruang dengan pendekatan kualitatif menggunakan konsep delapan elemen desain perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor didominasi oleh bangunan komersial bergaya Arsitektur Belanda yang tersusun linier, sejajar dengan jalan utama. Koridor ini merupakan jalan satu arah dengan jalur pejalan kaki yang dipenuhi pedagang kaki lima (PKL). Selain itu, keberadaan reklame dalam bentuk papan nama dan petunjuk arah memperkuat identitas kawasan komersial. Namun, tekanan komersialisasi dapat mengancam keberlanjutan bangunan bersejarah dan ruko bergaya kolonial di sepanjang koridor tersebut. Oleh karena itu, upaya preservasi dilakukan untuk menjaga nilai arsitektural bangunan di tengah perkembangan aktivitas ekonomi. Kata Kunci: Karakteristik elemen fisik ruang, elemen fisik ruang, koridor jalan  
Karakter Arsitektural Bangunan Kolonial sebagai Warisan Budaya Kota Singaraja Ni Ketut Agusintadewi; Tri Anggraini Prajnawrdhi; Made Wina Satria
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 2 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.16

Abstract

Menelusuri sejarah Kota Singaraja sebagai ibukota Kabupaten Buleleng di Bali Utara selalu bertalian erat dengan peninggalan arsitektur kolonial Belanda. Peninggalan arsitektur kolonial masih dapat ditemui dibeberapa sisi kota, tetapi tidak sedikit yang sudah mengalami perubahan bentuk, bahkan tampak berbeda dengan keadaan semula. Adanya akulturasi dalam arsitektur antara penjajah dan kultur Bali dan juga penyesuaian pada iklim tropis menyebabkan arsitektur kolonial di kota ini memiliki tampilan yang unik. Tujuan penelitian ini adalah menelusuri pembentuk elemen fasade bangunan dan pembentuk elemen ruang dalam sebagai karakter arsitektural bangunan kolonial di Kota Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengambilan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Bangunan kolonial yang dipilih sebagai kasus studi dilakukan dengan teknik purposive sampling melalui beberapa kriteria. Analisis data dilakukan secara induktif dengan lebih menekankan kepada makna dan nilai sejarah. Hasil pengamatan peneliti menjadi salah satu cara untuk memaparkan dan menyimpulkan kedua elemen pembentuk karakter arsitektural pada bangunan-bangunan kolonial tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan kolonial di Kota Singaraja memiliki karakter arsitektural yang dapat ditentukan dari jendela, pintu masuk, atap, dan dinding. Sementara karakter yang lain dapat ditentukan dari denah dasar dan bentuk bangunan. Indikator dari variabel-variabel tersebut semakin memperkuat karakter arsitektural pada bangunan-bangunan kolonial tersebut secara fisik dan visual sebagai warisan budaya kota dalam memperkuat identitas Kota Singaraja sebagai kota pusaka.