Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Uji Kelistrikan Sel Volta Buah Belimbing (Averrhoa carambola) Dengan Luasan Elektroda 6 Cm2 Sebagai Solusi Energi Alternatif Ramah Lingkungan Saputro, Agung; Fadli, Ulfa Mahfudli; Sholichah, Nikmatin
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jpsp.v4i1.7254

Abstract

Pada beberapa jenis buah-buahan seperti buah belimbing memiliki kandungan zat kimia aktif yang dapat diubah menjadi energi listrik. Proses yang dapat dilakukan yakni melalui reaksi reduksi dan oksidasi yang terjadi pada kedua elektroda. Tujuan dari dua konduktor, ketika Cu dan Zn dihubungkan melalui larutan elektrolit dapat membentuk rangkaian menjadi sel volta. Tegangan muncul sebagai akibat reaksi kimia di kedua elektroda. Sedangkan elektroda positif (Cu) mengalami reaksi reduksi, selanjutnya elektroda negatif (Zn) akan mengalami reaksi oksidasi, sehingga elektron mengalir dari seng ke tembaga. Penelitian ini difokuskan pada pengujian buah belimbing (Averrhoa carambola) sebagai larutan elektrolit. Jenis rangkaian seri pararel digunakan sebagai variasi dalam penelitian ini. Sel volta digunakan sebanyak 10 sel untuk menghasilkan tegangan dan arus maksimal. Sel volta buah belimbing dibuat dengan cara merangkai kerangka sel volta dengan kabel dan LED serta diuji dengan voltmeter dan amperemeter. Telah didapatkan pada sel volta belimbing matang dirangkai secara seri menghasilkan tegangan sebesar 4,2 V dan arus 0,2 mA sedangkan jika dirangkai secara pararel menghasilkan tegangan 0,6 V dan arus 1,05 mA. Pada uji ketahanan dengan rangkaian seri, sel volta buah belimbing mampu menyalakan lampu LED hingga 9 hari. Sel volta ini dapat menghasilkan listrik dengan elektroda Cu dan Zn yang tergantung pada kondisi elektrolit
Studi Kelistrikan dari Tanah dalam Pot Tanaman sebagai Bahan Elektrolit Sel Galvani Fadli, Ulfa Mahfudli; Ardimas, Ardimas; Basith, Abd.; Rahayu, Vira; Rahayu, Irasani
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2022: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2022
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v7i0.71961

Abstract

Abstract: The use of conventional batteries can have negative impact on the environment. Galvanic cells as natural batteries are solution by utilizing electrolytes from nature. When two conductors namely Cu and Zn are connected through an electrolyte solution it will form a galvanic cell circuit so that a potential difference arises as a result of chemical reactions from electrodes. This study will examine the performance of soil in plant pots as an electrolyte. Galvanic cell performance is done by measuring voltage and current using voltmeter and ammeter. The independent variables are the humidity and acidity, which are measured with a pH-moisture meter. The tested soil showed an acidity value of around 7. This acidity result could mean that the soil sample containing plants was in normal condition, not acidic and not alkaline. As for the value of soil moisture, which is moist, with a value between 3 to 7. The resulting current and voltage tend to increase with the increase in the value of humidity. the average voltage value is 0.635 Volts and the average current is 0.185 mA, so it can be concluded that the soil containing plants on it can be recommended as an electrolyte in galvanic cell.Abstrak: Pemakaian baterai konvensional dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Sel galvani sebagai baterai alami menjadi solusi dengan memanfaatkan elektrolit dari alam. Ketika dua konduktor yakni Cu dan Zn terhubung melalui larutan elektrolit maka akan membentuk rangkaian sel galvani sehingga beda potensial muncul sebagai akibat reaksi kimia di kedua elektrodanya. Penelitian ini akan mengkaji kinerja tanah dalam pot tumbuhan sebagai bahan elektrolit. Kinerja sel galvani dilakukan dengan mengukur tegangan dan arus menggunakan voltmeter dan amperemeter. Untuk variabel bebasnya adalah nilai kelembapan dan nilai keasaman, yang diukur dengan alat pH-moisture meter. Tanah yang diuji menunjukkan nilai keasaman (pH) disekitar 7. Hasil keasaman (pH) ini dapat diartikan bahwa sampel tanah yang terdapat tumbuhannya berada dalam keadaan normal, tidak asam dan tidak basa. Sedangkan untuk nilai kelembaban tanahnya yaitu bersifat lembab, dengan nilai diantara 3 sampai 7. Arus dan tegangan yang dihasilkan cenderung mengalami kenaikan terhadap kenaikan nilai kelembaban. nilai tegangan rata-rata sebesar 0,635 Volt dan arus rata-rata sebesar 0,185 mA, sehingga dapat disimpulkan bahwa tanah yang berisi tumbuhan diatasnya dapat direkomendasikan sebagai elektrolit pada sebuah sel galvani.