Prayitno
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penurunan Kadar Lignin pada Fermentasi Limbah Kayu Mahoni Menggunakan Phanerochaete chrysosporium Sri Rulianah; Prayitno; Christyfani Sindhuwati; Dessi Ria Ambar Ayu; Khalimatus Sa’diyah
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.736 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v4i1.139

Abstract

Mahogany wood waste is a type of hard wood agricultural waste containing lignocellulose which is quite high. In mahogany wood waste also contains lignin which is quite high, so the level of lignin must be reduced so that the cellulose can be used as glucose. Phanerochaete chrysosporium is a type of mold that is able to degrade lignin, cellulose and hemicellulose simultaneously. The purpose of this study was to determine the effect of fermentation time and the addition of mahogany wood waste to the reduction of lignin content in the fermentation of mahogany wood waste using Phanerochaete chrysosporium molds. The study was conducted by drying and reducing the size of mahogany wood waste, then fermentation of mahogany wood waste with Phanerochaete chrysosporium with a span of 9, 11, 13, 15, and 17 days, and the addition of mahogany wood waste 5, 6 and 7%. Before and after the fermentation process, lignin levels were analyzed. The best results from this study were obtained at 17 days of fermentation and the addition of 5% mahogany wood powder, obtained a decrease in lignin content of 85,33 %.
PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM METABISULFIT PADA REAKSI BROWNING TERHADAP KUALITAS GUM ROSIN DI PT INHUTANI V TRENGGALEK Yanti Noer Maiyansari; Prayitno; Desta Enggar Dwi Prasetya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6634

Abstract

Gum rosin merupakan hasil proses distilasi dari pengolahan getah pohon pinus PT Inhutani V. Gum rosin digunakan  sebagai perekat, cat pelitur, dan tinta cetak. Parameter utama kualitas gum rosin ialah warna, dimana warna memiliki grade diantaranya extra white (X), water white (WW), window glass (WG), dan nancy (N). Kualitas gum rosin yang dihasilkan di PT Inhutani V masih berada pada grade window glass (WG) berwarna kuning kecoklatan dengan nilai 7-8 scale gardner, sehingga perlu untuk ditingkatkan kualitasnya untuk meningkatkan harga jual. Reaksi browning merupakan proses pembentukan pigmen berwarna coklat dari yang awalnya berwarna jernih. Natrium metabisulfit merupakan senyawa sulfit yang mampu menghambat terjadinya reaksi browning melalui reaksi pemecahan polimer.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan natrium metabisulfit pada reaksi browning terhadap kualitas gum rosin. Variabel penelitian yang digunakan adalah konsentrasi larutan natrium metabisulfit sebesar 0,3%, 0,6%, dan 0,9% (volume) dengan lama waktu perendaman getah pinus 60 menit. Proses pembuatan gum rosin menggunakan metode distilasi selama 3 jam dengan suhu maksimal 175℃. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi natrium metabisulfit, maka semakin rendah kadar warna sehingga warna gum rosin yang dihasilkan semakin jernih. Konsentrasi larutan natrium metabisulfit yang paling optimal yaitu 0,9%, dimana menghasilkan nilai warna sebesar 4,9 scale gardner; bilangan asam 201,8 KOH/gram; Non Volatile 98,8%; Softening Point 79℃ dan tergolong grade extra white (X). Peningkatan kualitas gum rosin menunjukkan bahwa penambahan natrium metabisulfit mampu menghambat pembentukan warna coklat pada gum rosin.
PENINGKATAN KUALITAS ESTER C-130 PADA PROSES ESTERIFIKASI DENGAN GLISERIN USP GRADE DAN GLISERIN EX-LAB Aqilla Sharfina Mazaya Putri; Prayitno; Desta Enggar Dwi Prasetya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7451

Abstract

Peningkatan kualitas ester modifikasi gondorukem penting untuk mendukung penggunaannya pada industri perekat, cat, tinta, dan pelapis yang memerlukan bahan dengan stabilitas tinggi. Gondorukem hasil destilasi getah pinus masih memiliki keterbatasan berupa mudah teroksidasi, perubahan warna, dan bilangan asam tinggi. Namun, penggunaan gondorukem secara langsung sering kali terbatas karena sifat fisik dan kimia yang kurang sesuai untuk aplikasi industri tertentu sehingga kestabilan produk menjadi rendah. Kandungan asam resin utama dalam gondorukem yaitu asam abietat dan asam pimarat yang menyebabkan gondorukem mudah mengalami oksidasi sehingga warnanya mudah berubah dan stabilitasnya menurun jika terpapar udara terbuka karena asam-asam resin ini memiliki gugus karboksilat (-COOH) dan ikatan rangkap konjugasi (pada asam abietat) yang sangat reaktif secara kimia. Ikatan rangkap ini dapat dengan mudah berinteraksi dengan oksigen di udara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas gondorukem melalui proses esterifikasi menggunakan gliserin dengan tingkat kemurnian berbeda, yaitu gliserin USP Grade (United States Pharmacopeia) dan gliserin Ex-Lab sebagai pembanding untuk meningkatkan sifat fisiko-kimia dan performa gondorukem. Proses esterifikasi dilakukan pada suhu 250 °C selama 90–160 menit dengan pengadukan intensif untuk memastikan reaksi berlangsung optimal. Produk ester yang dihasilkan kemudian dianalisis melalui pengujian warna, softening point, bilangan asam, dan viskositas guna mengevaluasi peningkatan mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses esterifikasi mampu meningkatkan kualitas gondorukem, ditunjukkan oleh warna produk yang lebih cerah, peningkatan softening point pada kisaran 130 ± 5 °C, serta penurunan bilangan asam dibandingkan bahan awal. Nilai viskositas produk berada pada rentang Z-1 hingga Z-3 yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi industri. Kualitas produk terbaik diperoleh pada penggunaan gliserin Ex-Lab yang menghasilkan bilangan asam lebih rendah dengan sifat fisik yang tetap memenuhi spesifikasi produk ester C-130.