Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN TARUNA DI PIP MAKASSAR Rosnani Rosnani; Rachmat Tjahjanto; Alberto Alberto; Muhlis Muhayyang; Filipus Neri Iswanto
JURNAL VENUS Vol 6 No 12 (2018): Desember
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.201 KB) | DOI: 10.48192/vns.v12i06.380

Abstract

Pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian adalah Bagaimana pelaksanaanpendidikan karakter disiplin taruna / taruni mengenai disiplin tepat waktu, disiplinmentaati aturan , disiplin prilaku dan beribadah di PIP Makassar. Berdasarkan pokok permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter disiplin taruna /taruni mengenai disiplin tepat waktu, disiplin mentaati aturan, disiplin prilaku dan beribadah di PIP Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi , wawancara dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah Taruna semester I , semester II, semester IV dan semester VIII jurusan Nautika ,Teknika dan KALK. pada Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Jumlah populasi penelitian ini adalah sebanyak 1291 Taruna / Taruni. Jumlah sampel penelitian ini adalah sebanyak 130 Taruna / taruniTehnik pengambilan sampel menggunakan Stratified random sampling yaitu pengambilan sampel secara kelompok acak sederhana. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Disiplin pada PIP Makassar sudah berjalan dengan baik sesuai dengan Pola Pengasuhan Taruna dan dituangkan didalam peraturan tata tertib taruna, tingkat kedisiplinan taruna/taruni masuk di kategori baik sesuai dari hasil olah data kuesioner, hanya saja pengawasan masih perlu ditingkatkan lagi dan menggunakan pola ataumetode pembiasaan - pembiasaan yang positif mengenai kedisiplinan dan taat pada aturan, karena membangun Pendidikan Karakter Disiplin bagi para taruna / taruni tidaklah mudah, butuh proses yang ekstra untuk memberikan bimbingan terhadap para taruna / taruni, itu semua harus di mulai dari lingkungan instansi pendidikan dengan menerapkan sistem yang bermutu dan lingkungan yang positif sesuai dengan istilah mendidik karakter dengan karakter. Untuk mencegah tindakan pelanggaran disiplin harus menerapkan sanksi akademik yang berefek jera kepada taruna / taruni yang sering melakukan kesalahan atau tindakan pelanggaran disiplin secara berulang – ulang sehingga bisa memberikan pelajaran buat taruna yangmelanggar serta buat taruna /taruni yang lain untuk tidak melakukan pelanggaran tindakan disiplin .
Kesiapan SDM Transportasi Laut dalam Era Digital di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar Rosnani Rosnani; Zaenal Yahya; Arief Zaenal; Nur Safaini
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 23 No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v23i1.2390

Abstract

Era digital telah mendorong perubahan mendasar dalam sektor kepelabuhanan, dengan tuntutan terhadap efisiensi operasional dan peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kesiapan sumber daya manusia (SDM) transportasi laut dan efektivitas operasional di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, sebagai salah satu pelabuhan strategis di Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei terhadap 35 orang responden yang bekerja di lingkungan pelabuhan. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan teknik statistik parametrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan SDM transportasi laut pada era digital berpengaruh signifikan terhadap efektivitas operasional di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Hal ini ditunjukkan oleh nilai korelasi sebesar 0,514 (51,4%) dan koefisien determinasi sebesar 0,505 (50,5%), dengan taraf signifikan p < 0,001. Kesiapan SDM dalam menghadapi era digital terbukti berpengaruh terhadap kelancaran layanan operasional, termasuk aktivitas bongkar muat, layanan tambat dan labuh, serta pengelolaan kegiatan kapal dan barang. Temuan ini menegaskan pentingnya program pelatihan dan pengembangan kompetensi berbasis digital sebagai strategi utama peningkatan kinerja SDM. Selain itu, diperlukan sinergi antara pelabuhan, industri, dan institusi pendidikan untuk menghasilkan program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan aktual sektor kepelabuhanan. Meskipun kesiapan SDM di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar masih menghadapi tantangan, khususnya dalam aspek keterampilan teknologi dan ketersediaan infrastruktur pendukung, tantangan tersebut dapat diatasi melalui penguatan sistem pelatihan berbasis kebutuhan industri serta pengembangan kemitraan dengan lembaga pendidikan guna meningkatkan kapasitas dan kesiapan SDM dalam merespons transformasi digital.