WILDA SYAFIRA
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Fisik Substrat Bacterial Cellulose pada Sumber Nitrogen yang Berbeda SITI ASSYIFA LIANY; ADELIA PUTRI; WILDA SYAFIRA; ANIS USWATUN KHASANAH
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i1.5998

Abstract

Bacterial cellulose (BC) merupakan polisakarida polimer yang dihasilkan oleh bakteri penghasil selulosa. BC dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ‘Nata’. Acetobacter xylinum merupakan salah satu bakteri penghasil selulosa dalam jumlah besar. Kebutuhan bakteri dalam membentuk selulosa membutuhkan unsur-unsur makro, seperti C, H, O, N, S, P, dan Se, yang berasal dari berbagai substrat, seperti air kelapa, air beras, dan tomat. Kebutuhan nitrogen dalam pembuatan BC secara komersial umumnya dipenuhi dengan penambahan ZA. Penggunaan ZA umum digunakan masyarakat karena harganya murah dan mudah diperoleh. Akan tetapi, apabila kadarnya melebihi 0,5% dari bahan total, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itu diperlukan alternatif sumber nitrogen lain seperti ekstrak kecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fisik dengan perbedaan perlakuan sumber nitrogen dari ZA dan ekstrak kecambah pada berbagai variasi dan kombinasi substrat, diantaranya air kelapa, air beras, tomat, air kelapa-tomat, air kelapa-beras, dan air beras-tomat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pada masing-masing substrat dan hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Formula pembuatan BC yaitu 50 mL substrat, 5 gram gula, 2 gram ZA, 2 gram ekstrak kecambah, 2 gram asam asetat glasial, dan 2 mL starter (A. xylinum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak kecambah sebagai alternatif ZA cenderung efektif dalam pembentukan BC, ditunjukkan dengan ketebalan tertinggi 2,5 cm dan rendemen tertinggi 80%. Akan tetapi, kadar serat ZA lebih unggul, yaitu sebesar 3%, sedangkan kadar air pada kedua perlakuan berkisar 97-99%.
Inventarisasi Filum Echinodermata di Perairan Pulau Lima dan Pulau Kambing, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten WILDA SYAFIRA; RIZKA AWALIA FAZRI; ASRI ULFIYA RAHMATILLAH; SITI ASSYIFA LIANY
Tropical Bioscience: Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Fakultas Sains - UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tropicalbiosci.v2i1.6161

Abstract

Indonesia termasuk negara maritim yang memiliki perairan laut yang cukup luas. Dengan luasnya perairan laut tersebut menyebabkan kekayaan flora dan fauna di dalamnya cukup tinggi dan beraneka ragam. Keanekaragaman hewan laut diantaranya berasal dari filum Echinodermata. Secara umum, Echinodermata memiliki ciri morfologi yaitu bentuk tubuhnya simetri radial, tanpa kepala, tidak bersegmen, dan permukaan kulitnya berduri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan inventarisasi beberapa jenis anggota Echinodermata yang ditemukan di perairan Pulau Lima dan Pulau Kambing yang terletak di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu random sampling, dimana sampel diambil secara acak dengan melakukan penjelajahan di perairan Pulau Lima dan Pulau Kambing. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga spesies anggota Echinodermata, yaitu Holothuria sp., Archaster sp., dan Macrophiotix sp.