Bacterial cellulose (BC) merupakan polisakarida polimer yang dihasilkan oleh bakteri penghasil selulosa. BC dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ‘Nata’. Acetobacter xylinum merupakan salah satu bakteri penghasil selulosa dalam jumlah besar. Kebutuhan bakteri dalam membentuk selulosa membutuhkan unsur-unsur makro, seperti C, H, O, N, S, P, dan Se, yang berasal dari berbagai substrat, seperti air kelapa, air beras, dan tomat. Kebutuhan nitrogen dalam pembuatan BC secara komersial umumnya dipenuhi dengan penambahan ZA. Penggunaan ZA umum digunakan masyarakat karena harganya murah dan mudah diperoleh. Akan tetapi, apabila kadarnya melebihi 0,5% dari bahan total, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itu diperlukan alternatif sumber nitrogen lain seperti ekstrak kecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fisik dengan perbedaan perlakuan sumber nitrogen dari ZA dan ekstrak kecambah pada berbagai variasi dan kombinasi substrat, diantaranya air kelapa, air beras, tomat, air kelapa-tomat, air kelapa-beras, dan air beras-tomat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pada masing-masing substrat dan hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Formula pembuatan BC yaitu 50 mL substrat, 5 gram gula, 2 gram ZA, 2 gram ekstrak kecambah, 2 gram asam asetat glasial, dan 2 mL starter (A. xylinum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak kecambah sebagai alternatif ZA cenderung efektif dalam pembentukan BC, ditunjukkan dengan ketebalan tertinggi 2,5 cm dan rendemen tertinggi 80%. Akan tetapi, kadar serat ZA lebih unggul, yaitu sebesar 3%, sedangkan kadar air pada kedua perlakuan berkisar 97-99%.
Copyrights © 2022