Penelitian ini di latarbelakangi oleh gaya hidup baru yang ditimbulkan dari teknologi internet yaitu, menjadikan internet sebagai salah satu pilihan tempat untuk berbelanja yang dinilai cepat dan mudah dibandingkan dengan harus berbelanja secara langsung, hal inilah yang menjadikan supermarket bukan lagi tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Teknologi internet kini juga telah memunculkan produk berupa e-commerce. Fenomena ini mendorong penulis untuk mengetahui upaya yang dilakukan superindo supermarket konvensional dalam menyusun strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan ditengah pesatnya kemajuan teknologi internet. Dari masalah tersebut peneliti mengidentifikasikan masalah menjadi dua rumusan masalah yaitu: pertama, bagaiamana strategi komunikasi pemasaran terpadu superindo supermarket sukabumi dalam meningkatkan penjualan, kedua apa faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi pemasaran terpadu Superindo Supermarket Sukabumi dalam meningkatkan penjualan. Pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan metode penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi. Data pendekatan tersebut akan memberikan fakta dan data, kemudian data tersebut dianalisis melalui teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dalam penelitian ini, dapat ditarik hasil bahwa strategi komunikasi pemasaran terpadu yang diterapkan oleh Superindo Supermarket Sukabumi dalam meningkatkan penjualan yaitu: dengan membuat diskon atau potongan harga, memanfaatkan media sosial sebagai media yang digunakan dalam pemasaran produkm dan mempromosikan produk kepada pelanggan. Adapun faktor pendukung Superindo Supermarket Sukabumi dalam menjalankan strategi pemasaran yaitu pelayanan yang baik yang diberikan kepada pelanggannya serta manajemen yang baik pula. Adapun faktor penghambat dalam menerapkan strategi komunikasi pemasaran, yaitu faktor eksternal yaitu diakibatkan oleh pandemik yang menyebabkan ekonomi menurun dan menyebabkan berkurangnya minat pembelian produk secara langsung dan keterhambatannya juga dari e-commerce dan kompetitor lain yang menjual barang dengan memberikan harga yang lebih murah. Akhirmya penulis merekomendasikan kepada Superindo Supermarket Sukabumi untuk terus meningkatkan promosi baik melalui media sosial maupun secara langsung agar lebih maksimalnya peningkatan omset penjualan.