Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Emisi Pengawetan Bambu sebagai Material Konstruksi Berkelanjutan Dewi Larasati ZR; Siswanti Zuraida
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.2.107

Abstract

Proses konstruksi dengan menggunakan pendekatan pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah keniscayaan, yang dibutuhkan dalam mengurangi dampak buruk pembangunan bagi generasi yang akan datang. Penggunaan material bambu sebagai material berkelanjutan, merupakan salah satu upaya implementasi pembangunan berkelanjutan. Namun demikian, akibat rendahnya daya tahan bambu, pengawetan bambu dibutuhkan untuk memperpanjang usia, namun hasil studi menunjukkan beberapa jenis pengawetan oleh masyarakat menggunakan bahan pengawet yang memiliki efek negatif pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai teknik pengawetan bambu oleh masyarakat yang ada saat ini serta menganalisis pengaruhnya pada lingkunga. Metode yang digunakan dengan cara menghitung besarnya emisi yang dikeluarkan oleh setiap jenis teknik pengawetan bambu yang ada di masyarakat, kemudian meninjau besarnya biaya lingkungan (eco-cost) atas besarnya emisi yang dikeluarkan tersebut. Adapun dampak lingkungan yang diidentifikasi antara lain adalah dampaknya pada kesehatan (human health), racun bagi lingkungan sekitar (ecotoxicity) dan penggunaan sumber daya dalam proses pengawetan (resource depletion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu teknik pengawetan melalui perendaman dengan kapur barus dan diterjen memiliki tingkat emisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknik pengawetan bambu lainnya. Dengan adanya hasil identifikasi ini, diharapkan dapat dimanfaatkan dalam menentukan pilihan teknik pengawetan bambu yang lebih ramah lingkungan, sehingga dampak negatif bagi lingkungan yang lebih besar dapat dicegah.
Pengembangan Industri Konstruksi Rumah Prapabrikasi Lokal Berbasis Komunitas (Kasus: Komunitas Kampung Naga) Dewi Larasati ZR; Anjar Primasetra
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.2.101

Abstract

Pemenuhan Kebutuhan rumah di Indonesia masih sangat jauh dari harapan, mengingat kekurangan pemenuhan kebutuhan (backlog) mencapai 13.6 juta rumah hingga akhir tahun 2013. Hal ini disebabkan lambatnya proses pembangunan rumah. Salah satu solusi untuk mengatasinya melalui pembangunan dengan metode prapabrikasi. Pendekatan membangun prefabrikasi telah dilakukan oleh masyarakat lokal sejak ratusan tahun yang lalu. Salah satunya adalah metode prapabrikasi oleh masyarakat adat Kampung Naga. Hingga saat ini masyarakat Kampung Naga telah mengembangkan produksi rumah prafabrikasi tidak hanya untuk kebutuhan internal, bahkan telah memproduksi untuk kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Kelebihan rumah prfabrikasi masyarakat adat adalah mengandung kearifan lokal sehingga memiliki karakter yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi profil dan proses pelaksanaan metode prafabrikasi oleh masyarakat Kampung Naga, untuk mengambil pelajaran penerapan pembangunan prafabrikasi, serta melihat proyeksi pengembangannya secara lebih luas. Hal ini dimaksud untuk mengetahui arah konsep pengembangan industri prapabrikasi agar dapat meluas sehingga dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian mengindikasikan adanya industri lokal berbasis komunitas yang telah berjalan baik. Pada aspek kemampuan produksi, industri prapabrikasi lokal ini telah mampu memproduksi 60% produk yang direncanakan dengan tingkatan prapabrikasi cukup tinggi. Rekomendasi arah pengembangan industri prapabikasi dibagi dalam dua hal, yaitu rekomendasi aspek produk dan rekomendasi aspek sistem produksi yang diarahkan pada upaya modernisasi industri dengan alat bantu tepat guna dengan memberdayakan sumber daya alam secara arif dan melestarikan ketrampilan teknis sumber daya manusia lokal.