Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN EDITOR DALAM PEMBUATAN FILM DOKUMENTER PROFESI “TUKANG DO’A” YANG BERJUDUL “MENCARI SESUAP NASI DENGAN MENJADI TUKANG DO’A” Dafa Ramadhan Kusuma; Arrya Dianta
Inter Community: Journal of Communication Empowerment Vol 5, No 1 (2023): Inter Community : Journal of Communication Empowerment
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ic.v5i1.2047

Abstract

Profesi Tukang Do’a kubur merupakan salah satu profesi yang ada diindonesia. Profesi inidilakukan oleh orang-orang yang memegang teguh latar belakang dari segi agama nya.Jasa pembawa doa yang lebih sering dikenal dengan Tukang Do’a yaitu profesi yangmenawarkan jasa nya kepada orang-orang peziarah untuk dibacakan do’a di pusara makamsanak saudara. Biasa nya pekerjaan jasa pembawa do’a ini ramai bermunculan saatmoment bulan Ramadhan tiba. Dan ramainya orang pergi ke makan untuk berziarah tidakselalu ramai setiap hari, hanya bisa melihat dari musim dan bulan saja, maka dari itupencipta membuat sebuah film documenter tentang profesi “Mencari Sesuap Nasi DenganMenjadi Tukang Do’a”. dalam penciptaan karya ini, penulis bertugas sebagai KreatifEditor yang bertanggung jawab atas segala kesuluruhan pada tahap final film documenterini, meyusun dan menyunting gambar audio maupun visual. Dengan Film dokumenter inipenulis berharap film ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber yang informatif,edukatif serta bisa memotivasi bagi yang melihat karya ini. Profesi yang bahkan tidakterpikirkan bisa juga dijadikan sebagai sumber penghasilan seseorang. Alasan penciptakarya membuat film dokumenter ini, karena masih banyak yang belum sadar akan profesijasa pembawa do’a ini, Banyak tayangan di sosial media terlebihnya di youtube sangatdominan dengan tayangan yang menghibur, dan tentunya masih sedikit pula tayangan yangmenampilkan fenomena yang lahir dari kisah nyata kehidupan seseorang dengan profesinya yang belum banyak diketahui oleh khalayak. Salah satunya adalah kisah perjuanganhidup seorang jasa pembawa doa yang mampu menghidupi keluarga nya dengan profesitersebut. Metode yang di gunakan dalam karya ini, yaitu kualitatif dengan teknikpengumpulan data survey lokasi, observasi serta melakukan wawancara dengannarasumber. Dalam penciptaan karya ini, pencipta karya berharap, film dokumenter“Mencari Sesuap Nasi Dengan Menjadi Tukang Do’a” ini dapat menjadi alternatif pilihantayangan edukatif dan informatif bagi masyarakat Indonesia.
Peranan Director of Photography dalam Pembuatan Film Dokumenter Profesi “Tukang Do’a” yang Berjudul “Mencari Sesuap Nasi dengan Menjadi Tukang Do’a” Muhammad Zidan; Arrya Dianta
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 2 No. 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v2i4.2515

Abstract

Tukang doa kubur merupakan profesi yang tidak begitu terlihat di masyarakat. Pencipta karya melihat masyarakat yang masih kurang mengetahui profesi jasa pembaca doa makam, mungkin itu disebabkan profesi tersebut tidak banyak dipanuti masyarakat dan tidak menjadi profesi besar di lingkungan sosial. Bapak Muhtadi sebagai pelaku menjalani profesi tersebut bukan karena menyerah akan keadaan tetapi melainkan memang dia merasa keahliannya dalam beragama memiliki peluang dalam hal tersebut. Maka itu pencipta karya membuat sebuah film dokumenter biografi “Mencari Sesuap Nasi Dengan Menjadi Tukang Do’a”. Dalam pengkaryaan ini pencipta karya berperan sebagai Direct of Photography atau yang biasa disebut DoP. Seorang DoP memiliki peran dalam setiap prosesnya seperti pra produksi-produksi-pasca produksi. Pekerjaan terberat seorang DoP pada proses produksi yang benar-benar harus memperhatikan pengambilan gambar dan segala teknis kamera. Alasan pencipta karya membuat dokumenter ini ingin menyajikan tayangan yang informatif, edukatif, dan menghibur masyarakat. Dengan bentuk film dokumenter ini segala informasi dapat tersampaikan dengan nyata dan sesuai fakta.