Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Pembuatan Peta Gampong Deuah sebagai Media Informasi Kewilayahan Ilham Munar; Soraya Hasibuan; Cut Sabila Arfani; Patimah Wati; Melda Melda; Devi Rosita; Teuku Syahril; Febri Ariski; Cut Widy Aulia Putri
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cv5zzb71

Abstract

Peta gampong merupakan media informasi spasial yang dapat membantu pemerintah dan masyarakat memahami kondisi kewilayahan serta mendukung perencanaan pembangunan. Gampong Deuah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, sebelumnya belum memiliki peta gampong yang representatif sebagai media informasi kewilayahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menghasilkan peta Gampong Deuah yang memuat informasi batas wilayah, permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur sebagai media informasi bagi pemerintah gampong dan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan deskriptif-partisipatif dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahapan kegiatan meliputi observasi dan pengumpulan data lapangan, pengolahan data spasial menggunakan QGIS, penyusunan desain peta, validasi bersama Keuchik dan perangkat gampong, serta pencetakan dan pemasangan peta di kantor gampong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembuatan peta yang direncanakan selama 10 hari dapat direalisasikan dalam waktu 7 hari, dengan tingkat kesesuaian dan keberhasilan pelaksanaan mencapai 100%. Peta yang dihasilkan dapat memberikan gambaran visual mengenai struktur wilayah Gampong Deuah dan menjadi media informasi kewilayahan bagi pemerintah gampong serta masyarakat. Peta tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pendukung dalam proses perencanaan pembangunan desa. Pemeliharaan dan pembaruan data peta secara berkala diperlukan agar informasi yang tersedia tetap sesuai dengan kondisi wilayah dan perkembangan fasilitas di Gampong Deuah
Pengaruh Penerapan Whistleblowing System dan Sistem Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Fraud pada Perusahaan Perbankan Tahun 2022–2024 Vetti Vatya; Dara Anggreka Soufyan; Ika Rahmadani; Sari Maulida Vonna; Cut Widy Aulia Putri
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 5 (2026): September: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/5jnfq762

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing a Whistleblowing System and an internal control system on Fraud prevention in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2024 period. This research is motivated by the importance of transparency, accountability, and resilience in the financial sector, particularly the banking industry, which plays a significant role in supporting financing for the agricultural and maritime sectors as part of sustainable development. Therefore, a financial system that is free from Fraudulent practices is essential to maintaining the stability and sustainability of the sector. This study employs a quantitative approach using secondary data obtained from the annual reports of banking companies. Logistic regression analysis was used to examine the relationship between the variables. The results show that, partially, the Whistleblowing System does not have a significant effect on Fraud prevention, indicating that the whistleblowing mechanism has not been optimally utilized in detecting and preventing Fraudulent activities. Likewise, the internal control system also does not have a significant effect on Fraud prevention, suggesting that the implementation of internal controls has not been fully effective in minimizing Fraudulent practices within banking companies. However, simultaneously, both variables significantly influence Fraud prevention, with the model having an explanatory power of 26%. This research contributes to the development of sustainable and resilient financial governance by highlighting the importance of improving the effectiveness of whistleblowing mechanisms and internal control systems in supporting transparent and accountable financial practices, particularly in the banking sector