Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Pencegahan Stunting Pada Wanita Usia Subur di Pinggiran Sungai Martapura Fitri Ayatul Azlina; Rieh Firdausi; Nana Astriana Hasibuan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.387 KB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi dalam waktu yang lama dan menjadi permasalahan nasional di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan oleh stunting dapat bersifat jangka panjang karena berkaitan dengan kualitas generasi di masa mendatang. Upaya-upaya dilakukan untuk menekan dan mencegah kejadian stunting. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan edukasi kesehatan kepada wanita usia subur melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada wanita usia subur mengenai stunting serta cara mencegah terjadinya stunting. Hal ini dilakukan karena perempuan bertanggung jawab terhadap kesehatannya pada dari masa remaja, masa kehamilan, dan pasca persalinan. Pengabdian masyarakat ini juga bagian dari kerja sama antara institusi perguruan tinggi dengan lintas sektor di Desa Sungai Rangas Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti  sebanyak 53 orang wanita usia subur yang terdiri dari ibu hamil dan ibu menyusui serta wanita yang tidak sedang hamil maupun menyusui. Para warga antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan  dapat meningkatkan informasi dan pengetahuan para wanita usia subur serta mampu berkontribusi secara nyata dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan kejadian stunting.
Optimalisasi kesehatan ibu hamil dalam mencegah komplikasi kehamilan dan persiapan laktasi melalui edukasi kesehatan Fitri Ayatul Azlina; Rieh Firdausi; Nana Astriana Hasibuan; Latifah Widianzah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32081

Abstract

Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator dalam menilai kualitas pembangunan kesehatan. Salah satu penyebab kematian maternal adalah terjadinya komplikasi kehamilan. Ibu hamil perlu mencegah komplikasi kehamilan dengan mengenali tanda bahaya kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga memerlukan informasi mengenai persiapan laktasi setelah melahirkan. Hal ini merupakan upaya agar ibu hamil dapat mempersiapkan diri untuk mampu menyusui secara eksklusif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil untuk mengenali tanda bahaya kehamilan dan mempersiapkan laktasi pasca persalinan. Kegiatan ini dilaksanakan di Poliklinik Kandungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Topik yang dibawakan yakni pencegahan tanda bahaya kehamilan, perawatan payudara, dan teknik menyusui. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan masing-masing topik diberikan selama 30 menit. Jumlah responden yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 25 orang. Hasil evaluasi disampaikan bahwa ibu dapat memahami tanda bahaya kehamilan, cara perawatan payudara dan teknik menyusui yang benar. Perlunya kegiatan serupa sebagai bagian dari promosi kesehatan dalam mendukung kebijakan pemerintah. Kata kunci: edukasi kesehatan; kehamilan; perawatan payudara; tanda bahaya kehamilan; teknik menyusui. AbstractMaternal Mortality Rate (MMR) is an indicator in assessing the quality of health development. One of the causes of maternal death is pregnancy complications. Pregnant women need to prevent pregnancy complications by recognizing pregnancy danger signs. In addition, pregnant women also need information about preparing for lactation after giving nirth. This in an effort so that pregnant women can prepare themselves to be able to breastfeed exclusively. This community service aims to improve the understanding of pregnant women to recognize pregnancy danger signs and prepare for postpartum lactation. This activity was carried out at the Obstetrics Polyclinic of Sultan Agung Islamic Hospital, Banjarbaru. The topics presented were prevention of pregnancy danger signs, breast care, and breastfeeding techniques. The method used was lectures and discuccions with each topic given for 30 minutes. The number of respondents who attended the activity was 25 people. The evaluastion results showed that mothers could understans pregnancy danger signs how to care for breast and correct breastfeeding techniques. The need for similar activities as part of health promotion in supporting governmeny policies.  Keywords: health education; pregnancy; breast care; danger signs of pregnancy; breastfeeding techniques.
Upaya Promosi Kesehatan Mengenai Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Perempuan di Desa Sungai Rangas Ulu Kabupaten Banjar Fitri Ayatul Azlina; Rieh Firdausi; Herry Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i2.1098

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang menyerang perempuan dan menyebabkan mortalitas serta morbiditas yang tinggi. Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini, namun masih rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks pada perempuan. Belum optimalnya pengetahuan yang diperoleh perempuan mengenai pentingnya melakukan skrining kanker serviks. Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan meningkatkan pengetahuan perempuan mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Sungai Rangas Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar dan diikuti sebanyak 94 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi kesehatan menggunakan media power point selama 30 menit. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner untuk menilai pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan. Adanya peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi kesehatan dari 55% menjadi 82%. Edukasi kesehatan dinilai efektif meningkatkan pengetahuan perempuan bisa serta memiliki pemahaman mengenai pentingnya skrining kanker serviks. Perawat berperan sebagai edukator untuk mengedukasi perempuan agar memperoleh informasi dalam meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks
PROMOSI KESEHATAN TENTANG KEBERSIHAN REPRODUKSI PADA WANITA USIA SUBUR DI PINGGIRAN SUNGAI MARTAPURA Rieh Firdausi; Fitri Ayatul Azlina
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 10 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v10i1.10494

Abstract

Kebersihan reproduksi menjadi salah satu hal penting dalam pencegahan masalah kesehatan reproduksi, berupa infeksi saluran kemih (ISK) dan keputihan yang sering dialami oleh wanita usia subur. Wanita usia subur yang tinggal di pinggiran sungai lebih berpotensi karena adanya keterbatasan sanitasi dan kurangnya informasi. Kurangnya edukasi terkait kesehatan reproduksi karena masyarakat masih menganggap tabu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada wanita usia subur di wilayah Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Populasi target wanita dengan usia 15-49 tahun yang berjumlah 94 orang. Pemberian pendidikan kesehatan berfokus pada teknik kebersihan vulva, jenis penyakit infeksi, cara pencegahan dan penanganan infeksi dan keputihan. Promosi kesehatan diawali dari tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan evaluasi dengan cara pemberian soal pretest sebelum promosi dan posttest setelah dilakukan promosi kesehatan terkait pengetahuan wanita usia subur. Hasil dari promosi kesehatan pada pengetahuan tinggi 26,59% meningkat menjadi 67,02%. Promosi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kebersihan reproduksi pada wanita usia subur di pinggiran Sungai Martapura. Promosi kesehatan ini dapat dipertahankan dan diberikan tindak lanjut sehingga dapat meminimalkan risiko infeksi organ reproduksi.
High Risk Pregnancy Screening for Pregnant Women Fitri Ayatul Azlina; Rieh Firdausi; Nana Astriana Hasibuan; Azkalina Putri Dzulkaidah; Nada Tsuraya; Ananda Humaira Meidiani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.940

Abstract

High-risk pregnancies lead to increased maternal mortality both globally and nationally and have negative impacts on both mothers and fetuses. The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator in assessing the quality of health services. Screening for factors causing high-risk pregnancies is important. This study aims to identify high-risk pregnancies in pregnant women in the Karang Intan 2 Community Health Center area. This study used a descriptive analytical design with 51 respondents. Data collection was conducted from March to August 2025 with the sampling technique used was total sampling. This study used measuring instruments such as a blood pressure monitor, a glucometer, and a hemometer. Demographic data included age, education level, occupation, family income, gestational age, parity, ANC visits, medical history, abortion history, and premature birth history. Data were analyzed using univariate analysis to observe the frequency distribution of demographic data and measurement check up. The results showed that 49 (96.08%) respondents did not experience gestational hypertension, 41 (80.39%) respondents did not experience anemia, and all respondents did not experience gestational diabetes mellitus. Several other risk factors also influence the occurrence of pregnancy complications. Research shows that pregnant women are at high risk for increasing the occurrence of complications and dangers in pregnancy.
Motivation for Women of Age Fertile to Attitude in Do Screening Cancer Cervix Rieh Firdausi; Fitri Ayatul Azlina; Edita Pusparatri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.1704

Abstract

Cancer cervix is reason main deaths in women , especially in developing countries. Detection early through screening is very important For pressing number incidents and deaths , but participation woman age fertile (WUS) still low. Motivation become influencing factors attitude they to examination. Know connection between WUS motivation with attitude to screening cancer cervix. Method: Study descriptive quantitative with approach cross-sectional. Sample as many as 94 WUS were selected with Purposive sampling in Sungai Rangas Ulu Village. Data collected through questionnaire and analyzed using correlation test. The validity test on both questionnaires is said to be valid because it is > 0.361 (r table) and the reliability value is said to be reliable where the Cronbach's alpha value is > 0.6. Results: Average age respondents 34.70 years old, majority educated basic (54.30%), no working (52.10%), and earning low (87.20%). There is connection weak positive but significant between motivation and attitude to screening cancer cervix (r = 0.308, p = 0.003). Improvement motivation through education and access service can increase WUS participation in detection early cancer cervix.