Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN VERMIKOMPOS CAIR Lumbricus rubellus Hoffmeister PADA PERTUMBUHAN Chlorella sp. Regista, Regista; Ambeng, Ambeng; Litaay, Magdalena; Umar, M. Ruslan
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian vermikompos cair Lumbricus rubellus pada pertumbuhan Chlorella sp.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi media kultur vermikompos yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan populasi Chlorella sp.. Penelitian dilaksanaan di Balai Budidaya Air Payau Takalar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap, dengan konsentrasi larutan vermikompos cair  A 0%, B 0,3%, C 0,6%, D 0,9%, dan E 1,2%, masing-masing perlakuan 3 kali ulangan. Pengamatan pertumbuhan Chlorella sp. dilakukan selama 10 hari. Hasil analisis data menggunakan UNIANOVA diperoleh hasil yang tidak berbeda nyata antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan kepadatan tertinggi populasi Chlorella sp. terjadi pada hari kesembilan dengan kepadatan 1698,91x104sel/ml terjadi pada konsentrasi vermikompos cair 0,9%.Kata Kunci: Chorella sp., budidaya perairan, vermikompos, Chlorellaceae
Analisis Pertumbuhan Hewan Karang Jenis Acropora sp. Pada Media Transplan Gantung Dan Spider -, Mifdhayani Maryam; Zainuddin, Mudasir; Priosambodo, Dody; Ambeng, Ambeng; Al Anshari, Muhammad
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 5 No 2 (2023): BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v5i2.2884

Abstract

Pulau Samalona merupakan salah satu pulau wisata yang berada di Kepulauan Makassar yang terkenal dengan keindahan alam salah satunya adalah pesona terumbu karangnya yang menarik banyak perhatian wisatawan. Namun terdapat beberapa spot karang yang telah rusak karena ulah dari kegiatan manusia sendiri baik dari masyarakat setempat dan wisatawan dan pengaruh dari lingkungan. Salah satu cara dalam merehabilitasi terumbu karang adalah transplantasi. Transplantasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu media gantung dan media spider. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan karang jenis Acropora sp. pada media gantung dan spider. Fragmen karang Acropora sp. yang digunakan sebanyak 30 buah pada masing-masing media yang diamati 2 minggu sekali selama 3 bulan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu pada media gantung memperoleh nilai rata-rata pertumbuhan 0.70 cm/bulan dan pada media spider diperoleh nilai rata-rata pertumbuhan 0.69 cm/bulan selama 3 bulan.
Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Daging Ikan Kuniran Upeneus sulphureus Cuvier di Teluk Palu Kota Palu Nur, Azmul Fauzy; Litaay, Magdalena; Ambeng, Ambeng
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas manusia di pesisir kampung nelayan, Kampung Lere dan di hulu Sungai Matangpondo/ Poboya yang berupa pengisian bahan bakar untuk perahu nelayan, pertambangan dan pertanian memicu terjadinya peningkatan jumlah limbah terutama limbah logam berat yang berpotensi menyebabkan pencemaran di perairan Teluk Palu. Kadar logam berat yang banyak terakumulasi pada biota laut dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada ikan kuniran Upeneus sulphureus Cuvier. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024. Analisis kandungan logam berat menggunakan Inductively Coupled Plasma-Mass Spectometry (ICP-MS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat timbal (Pb) tertinggi terdapat pada sampel ikan kuniran B di stasiun 1 dengan konsentrasi sebesar 0.0614 mg/kg dan rata-rata timbal (Pb) tertinggi yaitu di stasiun 1 dengan konsentrasi sebesar 0.0594 mg/kg sedangkan kandungan logam berat kadmium (Cd) tertinggi terdapat pada sampel ikan kuniran B di stasiun 1 dengan konsentrasi sebesar 0.0173 mg/kg dan rata-rata kadmium (Cd) tertinggi yaitu 0.0162 mg/kg. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ikan kuniran Upeneus sulphureus Cuvier belum melewati ambang batas BPOM dan masih layak dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Palu.
PRELIMINARY STUDY OF MICRODEBRIS CONTAMINATION IN SEDIMENT FROM THREE ESTUARIES ON THE PANGKAJENE RIVER Sukri, Nurul Magfirah; Ambeng, Ambeng; Ilham, Ilham; Tanjung, Jennyta Dhewi Darmansyah; Anshari, Muhammad Al; Kuswanto, Hedi; Zainuddin, Zarlina
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 8 NUMBER 2, 2022
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jiks.v8i2.21805

Abstract

Studies on microdebris contamination in sediments at the estuary of the Pangkajene River were carried out at three stations. This study aims to observe the abundance and characteristics of microdebris in the estuary sediments of the Pangkajene River. The samples of sediment were collected using a core sampler with a diameter of 8 cm. Microdebris was extracted using the flotation method and vacuum filtration system. The particles were observed with a stereomicroscope then classified based on shape (form), size, and color. The number of particles found ranged from 2.83±2.04-4.00±1.87 item/100gr. The analysis of variance (ANOVA) showed p>0.05, therefore the abundance of microdebris between the three stations did not show a significant difference. Microdebris in Fragment form had the highest percentage compared to fibers and granules. Blue and black particles of microdebris were the most common colors. The dominant size of particles was found in the size class <100µm and 100µm-500µm. This preliminary study revealed that the microdebris occurs in the Pangkajene estuary sediments. Currently, we have not classified the types of microdebris found as microplastic, semi-synthetic debris, or natural origin. Therefore, further research is needed to verify particles using an FT-IR Microscope to determine the type of microdebris polymer.
THE RELATIONSHIP OF THE WATER PARAMETER TO THE GROWTH AND THE CARRAGEENAN QUALITY OF Kappaphycus alvarezii (DOTY) DOTY EX P.C. SILVA (1996) IN BELOPA, LUWU REGENCY, INDONESIA Istiqamah, Nur; Litaay, Magdalena; Ambeng, Ambeng
Indonesian Aquaculture Journal Vol 20, No 2 (2025): (December, 2025)
Publisher : Agency for Marine and Fisheries Extension and Human Resources

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.20.2.2025.173-183

Abstract

The research aims to determine the relationship of water quality parameters to the growth and carrageenan quality of red algae Kappaphycus alvarezii. This research was conducted in July November 2022 in the waters of Belopa sub-district, South Sulawesi, Indonesia. Water quality parameters measured were temperature, pH, salinity, brightness, depth, current velocity, dissolved oxygen, nitrate, and phosphate. The cultivation was conducted by longline method. There were 3 stations and each station had 3 stretched ropes with a length of 5 m as replicates. The growth was calculated by measuring the specific growth rate and the absolute weight growth. The quality of carrageenan was tested by yield, water content, and ash content. Water quality and growth data were collected every 10 days for 40 days. The effect of growth and quality of carrageenan on each location was analyzed through ANOVA and Kruskal Wallis tests. The relationship between parameters was analyzed through coefficient correlation tests (Pearson Simple Linear Correlation). The determination of characteristic parameters at each station was applied through the principal component analysis test. The results showed that the yield of carrageenan was impacted by phosphate. The water affected by nitrate and brightness. Ash content affected by temperature, pH, and current velocity. Different location  did not significantly affect the growth and quality of carrageenan.