Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN JUST-IN-TIME DAN LEAN MANUFACTURING UNTUK OPTIMALISASI PRODUKSI WIFI VOUCHER Muhtazim. M; Badirun Basir; Muhammad Fauzan
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/dtrnjs67

Abstract

Permintaan terhadap WiFi voucher meningkat seiring kebutuhan akses internet yang cepat dan fleksibel. Namun, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyedia layanan ini masih menghadapi permasalahan seperti ketidakakuratan stok, waktu tunggu antar proses, dan potensi pemborosan. Penelitian ini menganalisis efektivitas penerapan Just-In-Time (JIT) dan Lean Manufacturing dalam meningkatkan efisiensi produksi WiFi voucher. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus pada UMKM di Kecamatan Tinambung, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis tematik untuk mengidentifikasi pola permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JIT mampu menjaga stabilitas proses dengan waktu penyelesaian yang konsisten selama 7 hari meskipun volume produksi meningkat. Produk cacat tetap rendah (rata-rata 11–12 unit), dan tidak terjadi penumpukan persediaan. Sementara itu, analisis Lean mengungkapkan beberapa pemborosan, terutama ketidakakuratan pencatatan stok dan waktu tunggu antar proses. Keluhan pelanggan yang rata-rata sebanyak 7 laporan per bulan juga tidak seluruhnya terkait cacat produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi JIT dan Lean dapat meningkatkan kelancaran aliran produksi sekaligus mengurangi pemborosan. JIT efektif menjaga ritme produksi, sedangkan Lean diperlukan untuk memperbaiki akurasi stok dan kualitas proses secara keseluruhan.
Pemetaan Manajemen Rantai Pasok dan Strategi Efisiensi Distribusi Logistik Perikanan Tangkap di Kabupaten Polewali Mandar Muhammad Fauzan; Badirun Basir; Muhammad Alwi Hapri
Global Leadership Organizational Research in Management Vol. 4 No. 4 (2026): Global Leadership Organizational Research in Management
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/glory.v4i4.4163

Abstract

Capture fisheries in Polewali Mandar record substantial production, but limited cold-chain services, unequal price information, and dependence on collectors constrain the value received by fishers. This study maps product, information, and value flows and formulates strategies for improving logistics distribution. An exploratory qualitative case study involved nine informants: five fishers, two collectors, one fish-landing-base manager, and one representative of the Marine and Fisheries Office. Interviews, observations, and documents were analyzed through supply-chain mapping, source triangulation, and SOAR. Three channels were identified: collector-based distribution, transactions through the landing base, and direct sales by fishers’ families. Collectors consolidate supply, grade fish, finance operations, and connect markets; however, informal financing may narrow fishers’ buyer choices. Critical points include inconsistent icing, limited storage, waiting time, non-uniform grading, transport without active refrigeration, and incomplete transaction records. The integration of three-flow mapping and SOAR produces staged proposals covering handling standards, price transparency, collective marketing, strengthened landing-base services, shared cold-chain facilities, and data-based market expansion. These proposals remain implementation targets rather than measured impacts.