Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS PATTIMURA, AMBON Kaliky, Pahrul Idham
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis penggunaan media internet dalam proses pembelajaran di kalangan mahasiswa Universitas Pattimura di kota Ambon. Studi ini diawali dengan asumsi bahwa pemakaian internet dalam proses pembelajaran pada amahasiswa di Universitas Pattimura Ambon belum dimanfaatkan secara penuh. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang manfaat internet dalam pembelajaran dibandingkan dengan metode lainnya untuk keperluan bisnis dan industri. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan populasi mahasiswa 1000 orang dan sampel sebanyak 91 orang. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan internet dalam proses pembelajaran di kalangan mahasiswa Universitas Pattimura: (1) belum digunakan secara formal, dan hanya digunakan secara informal. Mahasiswa menggunakan internet untuk membantu menyelesaikan tuigas-tugas yang dibebankan kepada mereka, (2) Hambatan yang dialami oleh mahasiswa dan dosen dalam memanfaatkan internet adalah fasilitas yang disediakan belum memadai, diantaranya hardware and software. Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya perhatian serta kebijakan dari pimpinan Universitas Pattimura yang bersentuhan dengan teknologi informasiAbstract This research aims to analyze the using of communication internet in the instruction process at Pattimura University students Ambon City. This study is carried out based on the assumption that, in general, the using internet in instruction process at Pattimura University Students has not been totally utilized. This is caused by the lack of understanding of its advantages compared to other methods in regard to the need of business and industry. The type of research is descriptive qualitative. The population of this research are 1000 students. And the number of sample are 91 student. The Result of research indicated that the execution of internet communication online used in the the instruction process at Pattimura University students The study found that; (1) the using of communication internet in the instruction process at Pattimura University students Ambon City are not formal situation but informal. The student usually using internet to find out information about assignment. (2) The resistance in its implementation, due to lack of attention and support of all existing personal. Resistance of it because affected by technology choice which less precisely or old fashion have and implementation which is less strategic. Failure for examples: when conducting transaction emerge by the message stop-object reference note set the to an instance of an object’. 
PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS PATTIMURA, AMBON Pahrul Idham Kaliky
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i1.354

Abstract

Abstrak Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis penggunaan media internet dalam proses pembelajaran di kalangan mahasiswa Universitas Pattimura di kota Ambon. Studi ini diawali dengan asumsi bahwa pemakaian internet dalam proses pembelajaran pada amahasiswa di Universitas Pattimura Ambon belum dimanfaatkan secara penuh. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang manfaat internet dalam pembelajaran dibandingkan dengan metode lainnya untuk keperluan bisnis dan industri. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan populasi mahasiswa 1000 orang dan sampel sebanyak 91 orang. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan internet dalam proses pembelajaran di kalangan mahasiswa Universitas Pattimura: (1) belum digunakan secara formal, dan hanya digunakan secara informal. Mahasiswa menggunakan internet untuk membantu menyelesaikan tuigas-tugas yang dibebankan kepada mereka, (2) Hambatan yang dialami oleh mahasiswa dan dosen dalam memanfaatkan internet adalah fasilitas yang disediakan belum memadai, diantaranya hardware and software. Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya perhatian serta kebijakan dari pimpinan Universitas Pattimura yang bersentuhan dengan teknologi informasiAbstract This research aims to analyze the using of communication internet in the instruction process at Pattimura University students Ambon City. This study is carried out based on the assumption that, in general, the using internet in instruction process at Pattimura University Students has not been totally utilized. This is caused by the lack of understanding of its advantages compared to other methods in regard to the need of business and industry. The type of research is descriptive qualitative. The population of this research are 1000 students. And the number of sample are 91 student. The Result of research indicated that the execution of internet communication online used in the the instruction process at Pattimura University students The study found that; (1) the using of communication internet in the instruction process at Pattimura University students Ambon City are not formal situation but informal. The student usually using internet to find out information about assignment. (2) The resistance in its implementation, due to lack of attention and support of all existing personal. Resistance of it because affected by technology choice which less precisely or old fashion have and implementation which is less strategic. Failure for examples: when conducting transaction emerge by the message 'stop-object reference note set the to an instance of an object’. 
PKM INOVASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA PASIR PUTIH KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Marno Wance; Pahrul Idham Kaliky; Ummu Syahidah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.939 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v3i2.1771

Abstract

ABSTRAKPKM Inovasi pemberdayaan masyarakat desa Pasir Putih, Kabupaten Halmahera Selatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pemberdayaan masyarakat. Hasil observasi awal menemukan permasalahan yaitu pengembangan pembangunan desa Pasir Putih masih dilakukan dengan cara yang sangat tradisional baik dalam melakukan aktivitas pertanian, penangkapan ikan, maupun cara pengembangan ekonomi kreatif.  Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya inovasi pembangunan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada kolaborasi masyarakat dan pemerintah desa sehingga dapat meningkatkan kreaktivitas dan dapat mengelola kekayaan alam di desa dengan maksimal. Manfaat PKM pemberdayaan ini adalah untuk menambah pengetahuan masyarakat dan pemerintah desa tentang inovasi pemberdayaan masyarakat, khususnya pada pembangunan pemerintah desa pesisir. Secara praktis pengabdian ini bisa menghasilkan bahan kajian untuk berbagai pihak yang berkepentingan yang  memerlukan analisis tata kelola pemberdayaan di desa pesisir seperti di desa Pasir Putih, Kabupaten Halmahera Selatan. Di samping itu, pengabdian ini dilakukan juga untuk melihat keterlibatan dari pemerintah desa dan masyarakat, khususnya para pemuda dalam mengimplementasikan inovasi pemberdayaan masyarakat yang mampu mendorong adanya peningkatan dalam pembangunan moral masyarakat dan pembangunan fisik desa yang sesuai dengan yang direncanakan. Kata kunci: pemberdayaan; pembangunan desa; pemerintah desa. ABSTRACTPKM Innovation for community empowerment in Pasir Putih village, South Halmahera Regency was carried out in the form of training and community empowerment assistance. The results of preliminary observations found that the development of the Pasir Putih village was still carried out in a very traditional way such as carrying out agricultural activities, fishing, and development of creative economy. Therefore, innovation in community empowerment development based on community collaboration and village government is needed to improve creativity and manage natural resources in the village to the fullest. The benefit of this empowerment PKM is to increase community and village government knowledge about community empowerment innovation, especially in the development of coastal village government. Practically this activity can produce study material for various stakeholders who need an analysis of governance empowerment in coastal villages such as in Pasir Putih village, South Halmahera Regency. In addition, this activity is also carried out to see the involvement of the village government and the community, especially young people in implementing innovative community empowerment that is able to encourage an increase in community moral development and physical development of the village as planned. Keywords: empowerment; village development; village government.
PKM Penyelenggaraan Pemerintahan Dalam Perencanaan Pembangunan Negeri Hila Kabupaten Maluku Tengah Marno Wance; Muhtar Muhtar; Pahrul Idham Kaliky
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2020): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.723 KB) | DOI: 10.31960/caradde.v2i2.372

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah ini untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat dan pemerintahan negeri Hila dalam berkolaborasi pada perencanaan pembangunan di desa. Pelatihan serta FGD dilakukan oleh Akademisi FISIP Universitas Pattimura bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah negeri Hila dalam penyelenggaran pemerintah yang baik berdasarkan prinsip tata kelola keuangan desa dan perencanaan pembangunan desa. Metode pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan terbagi menjadi dalam dua tahapan yaitu persipanan dan pelaksanaan. Tahapan persiapan meliputi survey lokasi, waktu dan menysun materi pelatihan. Sedangkan pelaksanaan meliputi turun ke lokasi, persentase materi dan analisis penyelenggaraan pemerintah desa.PKM Menggunakan pendekatan penelitian yaitu Metode pelatihan dan FGD di Kantor Desa bersama pemerintah negeri Hila dan Mahasiswa. Sumber data primer yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung dengan pemerintah Negeri Hila dan perangkat Negeri. Simpulan pada PKM di Negeri Hila yaitu tata kelola penyelenggaran pemerintahan Negeri Hila dan lembaga saniri dalam merencanakan pembangunan di Desa Hila.
Memahami Kehidupan Masyarakat Kepulauan di Maluku Dalam Perspektif Ekologi dan Etnografi Komunikasi Pahrul Idham Kaliky
ijd-demos Volume 4 Issue 2 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i2.249

Abstract

AbstractMaluku as an archipelagic province requires a comprehensive understanding. Given the diverse characteristics of the region, of course, a good understanding is needed to maintain and maintain the integrity of the region. Various cultures, ethnicities, religions, are such a large capital to maintain the ecosystem of life that exists in each region. The diverse life style of the Maluku people, of course, contains various characters of different people's lives. Communities inhabit areas that are mostly known to be coastal areas, so the cultural character of the people will also be different from those in mountainous or inland areas. The environment in which they live their lives has shaped the character of their society. The awareness of the community to protect and maintain the environment has shown that the dependence of the local community on the environment itself is very high. Therefore, awareness in understanding the background of the ecosystem of life in each region is very important.Keywords: Environment, Communication. SocietyAbstrakMaluku sebagai Provinsi Kepulauan, dibutuhkan pemahaman yang komprehensif. Mengingat karakteristik daerah yang beragam tentu dibutuhkan sutau pemahaman yang baik guna menjaga dan memelihara keutuhan daerah. Beragam budaya, suku, agama, merupakan modal yang begitu besar untuk memelihara ekosistem kehidupan yang ada pada setiap wilayah. Corak kehidupan masyarakat Maluku yang beragam tentu di dalamnya dijumpai berbagai karakter kehidupan masyarakat yang berbeda-beda. Masyarakat mendiami wilayah yang sebagian besar diketahui adalah wilayah pesisir, maka karakter budaya masyarakatnya juga akan berbeda dengan masyarakat yang berada di wilayah pegunungan atau pedalaman. Lingkungan tempat mereka menjalani kehidupan telah membentuk karakter masyarakatnya. Kesadaran masyarakatnya untuk menjaga dan memelihara lingkungan telah menunjukan bahwa ketergantungan masyarakat setempat terhadap lingkungan itu sendiri sangat tinggi. Olehnya itu, kesadaran dalam memahami latar belakang ekosistem kehidupan pada masing-masing wilayah sangatlah penting.Kata Kunci: Lingkungan, Komunikasi. Masyarakat
Media Persona and Parasocial Relations of K-Drama Viewers on Instagram Yuyun Hamzah; Pahrul Idham Kaliky; Antasari Bandjar
International Journal of Science and Society Vol 3 No 3 (2021): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.901 KB) | DOI: 10.54783/ijsoc.v3i3.387

Abstract

This research is a qualitative descriptive study that aims to provide an overview of the interactions and parasocial relationships of k-drama audiences with the characters in The World of The Married drama as the impact of mass communication. And to find out the characteristics, factors that influence parasocial relationships and at what level these parasocial relationships are intertwined with the S.O.R (Stimulus, Organism, Response) theory as a framework of thought. Primary data collection was carried out through online interviews with a number of informants from the k-drama audience of The World of The Married who were taken randomly from Instagram accounts. The results of this study indicate that the interaction between the audience and k-drama. The World of The Married gives rise to parasocial relationships with the following three characteristics, empathy toward the performer, seeking companionship, and imagined friendship. Parasocial relationships that exist are influenced by factors of motivation, identification and similarity. Thus, in the concept of interaction and parasocial relationships, Korean drama audiences can be grouped at the level of entertainment social-value and intense-personal feeling.
Model Manajemen Komunikasi Sosial Kodam XVI Pattimura Nur, Nisa Atin; Kaliky, Pahrul Idham
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol2iss1pp342-351

Abstract

ABSTRACT : The Indonesian National Army (TNI) is an instrument of the state in charge of maintaining and protecting state security. Currently the threat of division through negative issues is spreading on social media so it needs to be addressed. TNI also has a dark history in the New Order era, so that reforms continue to be carried out to win the hearts and minds of the people. The number of cases involving elements of the TNI has made the community re-equalize the TNI as before. Social communication is an important element that must be done in overcoming these problems. The purpose of this study was to determine the social communication management of KODAM XVI Pattimura. The theory used is communication management and S-O-R by using qualitative research methods. Data collection techniques used are in-depth interviews and direct observation. The results obtained are: social communication management KODAM XVI Pattimura using the POAC management function and the Matouscha doll management model consisting of self, interpersonal, system and competence. It can be concluded that the management of social communication has an effect on changes in people's attitudes and perceptions. So that it can be said effective even though it still has drawbacks. Keywords: Social Communication Management, Matouscha Doll, POAC Management Function
PENGUATAN SISTEM KETENAGAKERJAAN KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT MELALUI PENYUSUNAN DAN IMPLEMENTASI RENCANA TENAGA KERJA DAERAH (RTKD) 2025–2029 Kaliky, Pahrul Idham; Nurhaeny, Andiah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8718

Abstract

ABSTRACT Regional labor development plays a crucial role in promoting economic growth and enhancing the quality of human resources. In West Seram Regency, relatively favorable labor conditions continue to face challenges related to the limited availability of integrated and data-driven labor information systems and planning frameworks. This situation may hinder the sustainability of labor development if not addressed through systematic interventions. This community service initiative focuses on strengthening the regional labor system through assistance in the preparation and implementation of the Regional Labor Plan (RTKD) for the 2025–2029 period. The approach involved policy planning assistance conducted over a 90-day period, encompassing the collection and processing of labor data, the projection of labor supply and demand based on economic growth elasticity, and cross-sectoral coordination among local government institutions. The results indicate the establishment of a structured and integrated labor database, the formulation of medium-term labor projections, and the development of evidence-based labor policies, strategies, and programs. In addition, the activity enhanced the capacity of local government officials to utilize the RTKD as a reference for policy decision-making. Overall, this community service activity demonstrates that data-driven labor planning assistance is effective in strengthening more focused, measurable, and sustainable regional labor governance and has the potential to be replicated in regions with similar characteristics. ABSTRAK Pembangunan ketenagakerjaan di tingkat daerah merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Seram Bagian Barat, capaian ketenagakerjaan yang relatif baik masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sistem informasi dan perencanaan ketenagakerjaan yang terintegrasi serta berbasis data. Kondisi tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan ketenagakerjaan apabila tidak ditangani secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada penguatan sistem ketenagakerjaan daerah melalui pendampingan penyusunan dan implementasi Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) periode 2025–2029. Metode yang digunakan berupa pendampingan perencanaan kebijakan selama 90 hari kalender yang meliputi pengumpulan dan pengolahan data ketenagakerjaan, penyusunan proyeksi persediaan dan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan elastisitas pertumbuhan ekonomi, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya basis data ketenagakerjaan yang terstruktur dan terintegrasi, tersusunnya proyeksi tenaga kerja jangka menengah, serta dirumuskannya arah kebijakan, strategi, dan program ketenagakerjaan yang lebih berbasis bukti. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memanfaatkan RTKD sebagai acuan pengambilan kebijakan. Secara keseluruhan, pengabdian ini menegaskan bahwa pendampingan perencanaan ketenagakerjaan berbasis data efektif dalam memperkuat tata kelola ketenagakerjaan daerah yang terarah, terukur, dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi pada daerah dengan karakteristik serupa.
Social capital and network governance in local anti-poverty policy Kaliky, Pahrul Idham; Titaley, Elsina
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v10i1.11445

Abstract

This study examined the effectiveness of public sector organisational communication in poverty alleviation efforts in West Seram Regency (SBB) through the lenses of Social Capital Theory, Integrated Marketing Communication (IMC), and network governance. Poverty is conceptualised as a multidimensional issue requiring cross-sectoral coordination and multi-actor collaboration. This research employed a qualitative descriptive approach centred on document analysis of the 2025–2029 Regional Poverty Alleviation Plan (RPKD) and relevant scholarly sources. The findings indicate that communication effectiveness is shaped by levels of trust and inter-actor networks (social capital), the consistency and integration of cross-agency messaging (IMC), and the capacity for horizontal and vertical coordination within a network governance framework. Sectoral and administrative communication patterns tend to produce fragmented programmes and policy overlap. Therefore, strengthening collaborative and participatory communication mechanisms is essential to achieving more integrated, effective, and sustainable poverty governance in West Seram Regency.
E-GOVERNMENT DAN KEWARGAAN DIGITAL DALAM MENGATASI KESENJANGAN KOMUNIKASI DAN ASIMETRI INFORMASI: STUDI KOMUNIKASI PUBLIK DI WILAYAH KEPULAUAN Antasari Bandjar; Rosdawiyah Rosdawiyah; Pahrul Idham Kaliky
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10872

Abstract

ABSTRACT Archipelagic regions face public communication challenges influenced by fragmented geographical conditions, limited connectivity, and unequal access to public information. These conditions have caused public services and the distribution of governmental information in villages on Ambon Island to remain less than optimal, potentially creating communication gaps between the village government and the community. This study aims to analyze the implementation of e-government as a medium of public communication in reducing geographical barriers and to examine its relationship with the formation of digital citizenship within island village communities. The study employed a qualitative approach using a multiple case study design conducted in Halong Village and Soya Village, Ambon City. Research data were collected through in-depth interviews, observations of village digital communication practices, and documentation of digital-based public services. Data analysis was carried out thematically through data reduction, theme categorization, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of e-government has expanded access to public services, accelerated information dissemination, and reduced communication barriers caused by the geographical limitations of archipelagic areas. However, the use of digital platforms remains primarily oriented toward administrative services, resulting in limited community participation in the village’s digital public communication space. This study emphasizes that strengthening digital citizenship in archipelagic regions requires the integration of digital technology, community digital literacy, and local communication culture to establish a more inclusive and participatory village governance system. ABSTRAK Wilayah kepulauan menghadapi tantangan komunikasi publik yang dipengaruhi kondisi geografis terfragmentasi, keterbatasan konektivitas, serta rendahnya pemerataan akses informasi masyarakat. Situasi tersebut menyebabkan pelayanan publik dan distribusi informasi pemerintahan desa di Pulau Ambon belum berlangsung secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi e-government sebagai medium komunikasi publik dalam mengurangi hambatan geografis serta mengkaji keterkaitannya dengan pembentukan digital citizenship pada masyarakat desa kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda pada Desa Halong dan Desa Soya di Kota Ambon. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi praktik komunikasi digital desa, serta dokumentasi layanan publik berbasis digital. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-government mampu memperluas akses pelayanan publik, mempercepat distribusi informasi, dan mengurangi hambatan komunikasi akibat keterbatasan geografis wilayah kepulauan. Namun demikian, pemanfaatan platform digital masih berorientasi pada pelayanan administratif sehingga partisipasi masyarakat dalam ruang komunikasi digital desa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan digital citizenship di wilayah kepulauan memerlukan integrasi antara teknologi digital, literasi masyarakat, dan budaya komunikasi lokal untuk menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang lebih inklusif dan partisipatif.