Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gemoy and Samsul: How The Propaganda Won The 2024 Indonesian Election Sam, Aisyah; Yusuf, Raidah Intizar; Rahayu, Pramudita Budi
Informasi Vol. 54 No. 2 (2024): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/informasi.v54i2.75464

Abstract

This study aims to determine the forms of political buzzer propaganda ahead of the 2024 election on Twitter/X. The research method used is a qualitative approach using content analysis and the type of data used is secondary data in the form of tweets or uploads that themed the 2024 presidential election.  The data was inputted manually using Microsoft Excel and then analyzed systematically using the SPSS 25 program. The chi square test result is < .001, which means that there are significant differences between candidates in the forms of propaganda. Tweets discussing Prabowo-Gibran were the most propaganda-laden which included name calling, transfer, testimonial, card stacking, and bandwagon, with the exception of plain folks, which is propaganda that shows the efforts of the presidential and vice presidential candidates' closeness to the public, in this category, candidate pair number three, namely Ganjar-Mahfud, is significantly higher than other candidate pairs, and gliterring generalities, namely propaganda with positive connotations on the presidential and vice presidential candidate pairs being discussed, in this case candidate pair number one Anies Imin is significantly higher than other pairs. Name-calling was the most significantly utilized in tweets discussing Prabowo-Gibran, compared to other form of propaganda in tweets discussing the other two candidate pairs. This highlighted the importance of spinning the unfavorable attributes to become a favorable one.
Konsep Diri dan Self disclosure Pegawai Honorer dalam Komunikasi Antar Pribadi dengan Pegawai Negeri Sipil Rahayu, Pramudita Budi; Andriansyah, Andriansyah; Dhahir, Darman Fauzan
Jurnal Pekommas Vol 6 No 2 (2021): October 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v6i2.3593

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang memiliki jutaan tenaga honorer di berbagai sektor. Selama ini, tenaga honorer tidak memiliki jenjang karir yang jelas. Topik mengenai tenaga honorer selalu hangat diperbicangkan, tenaga honorerpun berharap mendapatkan angin segar terhadap nasib mereka yang tidak memiliki jenjang karir maupun tunjangan selayaknya PNS pada umumnya. Beberapa penelitian telah mengkaji bagaimana hubungan antara Self disclosure dan konsep diri terhadap mahasiswa, remaja difable maupun Self disclosure melalui media. Namun demikian belum ada penelitian yang terkonsentrasi pada konsep diri dan Self disclosure atau keterbukaan diri tenaga honorer ketika mereka berkomunikasi dengan PNS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri dan self disclosure pegawai honorer dalam berkomunikasi interpersonal dengan pegawai negeri sipil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. subjek pada penelitian ini adalah pegawai honorer yang telah bekerja kurang lebih selama lima tahun. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam dan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa konsep diri subjek dalam berkomunikasi dengan pegawai negeri sipil cenderung positif. Self disclosure subjek dalam berkomunikasi dengan pegawai negeri sipil cenderung rendah sehingga komunikasi interpersonal yang lebih dalam jarang terjadi.
Transformasi Bisnis di Era Digital: Pengembangan Strategi dan Keterampilan Berbisnis Online Muliati, Muliati; wahyudi, Rifqi Nur; Rahayu, Pramudita Budi; Andriansyah, Andriansyah; Purnamasari, Dewi
Celebes Journal of Community Services Vol. 3 No. 1 (2024): December - May
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v3i1.1145

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara mendasar cara bisnis dilakukan di seluruh dunia, mengubah paradigma bisnis, model nilai, dan interaksi antara pelaku bisnis dengan pelanggan. Era digital membawa peluang baru seperti akses pasar global yang lebih luas dan efisiensi operasional yang meningkat, namun juga menimbulkan tantangan baru seperti persaingan yang semakin ketat dan kebutuhan akan adaptasi yang cepat. Transformasi digital memerlukan pemahaman dan penguasaan strategi dan keterampilan berbisnis online yang krusial bagi kesuksesan bisnis, terutama di tingkat lokal dan regional. Namun, banyak pelaku bisnis lokal menghadapi tantangan seperti akses terbatas terhadap pengetahuan dan sumber daya untuk mengembangkan dan menerapkan strategi berbisnis online yang efektif. Strategi bisnis digital harus diarahkan untuk menghindari risiko seperti penilaian prospek bisnis yang buruk dan dukungan teknis yang tidak memadai. Oleh karena itu, diperlukan upaya mendesak untuk mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada pemahaman dan pengembangan strategi serta keterampilan berbisnis online. Program ini melibatkan partisipasi aktif dari pelaku bisnis lokal, komunitas, akademisi, dan praktisi bisnis, dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan daya saing bisnis di era digital yang terus berubah.