Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Empowerment of the Elderly Through Balance Exercise and Creative Industry Training Using an Occupational Therapy Approach in Solok Regency Sonya Nelson; Arif Fadli Muchlis; Fahmil Haris; Septri
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i2.9196

Abstract

An elderly person is defined as someone over the age of 60 who experiences physiological changes and a decline in bodily functions due to aging. The partner for this community service initiative is the Kandung community (*Kenagarian*) in Koto X District, Solok Regency. The issues faced by the partner include: (1) limited knowledge regarding individual potential, independence, and health, alongside a lack of active engagement among the elderly; and (2) employment challenges specifically for those considered "non-productive "where the majority are no longer working despite a continued desire to do so. The lack of productivity among some elderly individuals results in reduced income, potentially leading to poverty. The proposed solution involves creative industry training utilizing an occupational therapy approach specifically, crafting items from recycled materials. The objectives of this activity are to improve the health and productivity of the elderly, foster social interaction among them, and provide meaningful ways to utilize their leisure time. The assistance method employs a "Training of Trainers" (TOT) model, combining lectures with hands-on practical sessions. The outcomes of this initiative include enhanced knowledge and skills regarding balance exercises and handicraft production, as well as increased productivity among the elderly participants.
Effects of Resistance Band Training on Arm Muscle Strength and Lob Stroke Performance in Badminton Athletes Jerry Ananda Putra; Ahmad Chaeroni; Fahmil Haris; Septri
Jurnal Master Penjas & Olahraga Vol. 7 No. 2 (2026): Forthcoming Issue
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jmpo.v7i2.231

Abstract

This study examined the effect of resistance band training on arm muscle strength and lob stroke performance among PB Apor Payakumbuh badminton athletes. The study used a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The population consisted of 15 athletes, while eight male athletes aged 12-15 years were selected through purposive sampling. Arm muscle strength was measured with a push-up test, and lob performance was measured with a lob accuracy test. The treatment was carried out in 16 resistance band training sessions. Data were analyzed using normality tests and paired-sample t-tests. The results showed significant improvement in push-up performance (p = 0.006) and lob stroke performance (p = 0.000). It can be concluded that resistance band training significantly improves arm muscle strength and lob stroke performance in young badminton athletes.
Effects of a Progressive Circuit Training Program on Dribbling Performance in Adolescent Futsal Players Muliadi; Ridho Bahtra; Hady Pery Fajri; Septri
Jurnal Master Penjas & Olahraga Vol. 7 No. 2 (2026): Forthcoming Issue
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jmpo.v7i2.237

Abstract

This study addressed inconsistent close ball control and slow changes of direction among adolescent players at Pariaman City Futsal Academy by examining the effects of a progressive circuit-training program on timed dribbling performance. A quasi-experimental one-group pretest-posttest design involved all 15 eligible players aged 15–18 years. Across 18 meetings, participants completed a pretest, 16 training sessions, and a posttest. The intervention used six progressive stations emphasizing zig-zag, figure-eight, shuttle, obstacle, feinting, and slalom dribbling. Mean completion time decreased from 13.53 ± 1.92 to 10.13 ± 0.74 seconds. The mean improvement was 3.40 seconds (95% CI [2.45, 4.35]), t(14) = 7.64, p < .001, with a large within-player effect (Cohen’s dz = 1.97). The program was associated with faster, more consistent dribbling, but controlled studies and match-based assessments are recommended to confirm causality and transfer to competition.
Pemberdayaan lansia Melalui Germas dan Pelatihan Keterampilan Kreativitas dengan Pendekatan Terapi Okupasi sonya Nelson; Arif Fadli Muchlis; Septri; Wilda Wellis; Fahmil Haris
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v3i2.35

Abstract

Daerah binaan PKM ini adalah Kenagarian Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar. Adapun Permasalahan yang dihadapi mitra adalah 1) aktivitas atau kegiatan lansia selama ini hanya terbatas pada kegiatan posyandu lansia yang diadakan sebulan sekali. Kegiatan yang dilakukan pada posyandu hanya pada penimbangan berat badan dan cek tekanan darah. Kegiatan posyandu tergolong monoton sehingga kurangnya minat lansia untuk datang ke posyandu. 2) Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, aktivitas fisik dan menjaga kebersihan lingkungan. 3) Banyak waktu luang yang dimiliki oleh lansia dirumah, 4) Mengenai ketenagakerjaan terutama untuk lansia tidak potensial, mayoritas dari mereka adalah lansia yang kini sudah tidak lagi bekerja meskipun mereka masih ingin bekerja. Masih kurang produktifnya sebagian lansia sehingga membawa konsekuensi berkurangnya pendapatan yang dapat menyebabkan kemiskinan lansia. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah lansia dan kader di Posyandu lansia di Kenagarian Tanjung Bonai. Solusi dari permasalahan di atas adalah diberikan penyuluhan kesehatan, pelatihan senam lansia dan pelatihan industri kreatif yaitu keterampilan kreativitas dengan pendekatan terapi okupasi membuat kerajinan tangan. Tujuan dari terapi okupasi adalah meningkatkan kesehatan lansia, meningkatkan produktivitas lansia, meningkatkan interaksi sosial antar lansia, sekaligus mengisi waktu luang lansia dengan kegiatan bermanfaat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, workshop dan lokakarya serta pendampingan dengan mengutamakan protokol kesehatan covid 19..
Mempertahankan Tradisi: Peran Songket dalam Mengembangkan Wisata Budaya di Nagari Pandai Sikek Septri; belinda ratih pertiwi; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) 2025: Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan, Special Edition: KKN Tahun 2025
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.vi.88

Abstract

Desa wisata adalah salah satu jenis pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat atau komunitas setempat dalam pengelolaannya. Pandai Sikek merupakan sebuah Kenagarian wisata kerajinan yang terdapat di Kecamatan x Koto Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat sebagai daerah penghasil kerajinan tenun yang dikenal oleh masyarakat Minangkabau dengan nama “Songket”. Seni tenun sudah menjadi ikon Pandai Sikek dan tujuan utama wisatawan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskripsi, yaitu metode kualitatif untuk mengkaji aspek sediaan, karakteristik, serta kebijakan masyarakat.
Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pandai Sikek Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Juliana Koto; Septri; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) 2025: Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan, Special Edition: KKN Tahun 2025
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.vi.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di Nagari Pandai Sikek melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Nagari ini terdiri dari empat jorong, yaitu Jorong Baruah, Jorong Koto Tinggi, Jorong Tanjung, dan Jorong Pagu Pagu, yang memiliki kekayaan alam melimpah. Masyarakat mengandalkan hasil pertanian sayur-sayuran dan kerajinan ukiran kayu sebagai sumber utama penghidupan. Pertanian lokal menjadi penopang kebutuhan sehari-hari sekaligus sumber pendapatan melalui penjualan ke pasar tradisional. Sementara itu, ukiran kayu menjadi produk budaya bernilai tinggi yang dapat dijual sebagai suvenir. Selain sektor pertanian dan kerajinan, keindahan alam Pandai Sikek yang dikelilingi perbukitan dan udara segar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam. Program ini berfokus pada penguatan sektor pertanian melalui teknik bercocok tanam sederhana dan pemasaran hasil panen, serta promosi wisata alam melalui media digital untuk memperkenalkan keunikan daerah ini kepada pasar yang lebih luas. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.