Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reposisi Penciptaan Tari Minangkabau Baru: Media Hiburan dan Pelestarian Kearifan Lokal Mia Fahmiati; Hana Shilfia Iraqi
SENDRATASIK UNP Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v12i1.122814

Abstract

This article aims to analyze the position of Minangkabau dance creations as entertainment and as a preservation of Minangkabau local wisdom. In addition, this article introduces creative dance as a new culture for the people of West Sumatra which has an impact on preserving Minangkabau local wisdom. This study uses a qualitative method where data is collected through interviews, observation, and a literature review of Minangkabau contemporary dance creations. The validity of the data was tested through triangulation and analyzed based on the phenomena contained in the Minangkabau creative dance and then verified. The results of the study found that the existence of Minangkabau creative dance today is a form of representation of Minangkabau local wisdom so that creative dance can be accepted by the Minangkabau people in West Sumatra. Minangkabau dance creations are in the process of creation and cannot be separated from the acculturation and reconstruction of Minangkabau dance traditions that once existed. In turn, this creative dance can maintain the existence of Minangkabau traditional dance as a cultural heritage of the Minangkabau people. Dance created by Minangkabau during this period has a position as public entertainment and as a medium for preserving the local wisdom values of the Minangkabau people.
REPOSITIONING THE CREATION OF NEW MINANGKABAU DANCE: ENTERTAINMENT MEDIA AND PRESERVATION OF LOCAL WISDOM Mia Fahmiati; Indrayuda indrayuda; Hana Shilfia Iraqi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 1 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v25i1.3508

Abstract

This article aims to analyze the position of Minangkabau dance creations as entertainment and as a preservation of Minangkabau local wisdom. In addition, this article introduces creative dance as a new culture for the people of West Sumatra which has an impact on preserving Minangkabau local wisdom. This study used a qualitative method where data was collected through interviews, observation and literature review of Minangkabau contemporary dance creations. The validity of the data was tested through triangulation and analyzed based on the phenomena contained in the Minangkabau creation dance and then verified. The results of the study found that the existence of Minangkabau creative dance today is a form of representation of Minangkabau local wisdom so that creative dance can be accepted by the Minangkabau people in West Sumatra. Minangkabau dance creations are in process of creation and cannot be separated from the acculturation and reconstruction of Minangkabau dance traditions that once existed. In turn, this creative dance can maintain the existence of Minangkabau traditional dance as a cultural heritage of the Minangkabau people. Dance created by Minangkabau during this period has a position as public entertainment and as a medium for preserving the local wisdom values of the Minangkabau people.
Pelatihan Citizen Jurnalism untuk Mengembangkan Pariwisata Dan Industri Kecil Menengah (Ikm) Sebagai Inovasi Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Nagari Tigo Jangko Kabupaten Tanah Datar Novrizal Novrizal; Olan Yogha Pratama; Mia Fahmiati; Firnando Sabetra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4995

Abstract

Pertumbuhan industri pariwisata dan dan Industri Kecil Menengah (IKM) di suatu daerah akan menciptakan manfaat berlipat ganda (multiplier effect) bagi negara, pemerintah daerah, dan merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan peluang kerja baru, dan meningkatkan pendapatan. Begitu juga halnya dengan IKM, tentu tidak sekedar hanya bentuk dan mutu produk saja, melainkan bagaimana IKM tersebut di promosikan dengan foto, video serta narasi yang menarik tepat lisan dan tulisan. Segala macam keindahan dan keunikan alam serta budaya, serta aneka produk IKM tentu tidak akan menarik wisatawan jika tidak dikemas dengan penyajian yang apik serta publikasi yang indah dan menarik dalam bentuk visual maupun tulisan. Hal inilah yang menjadi masalah bagi nagari Tigo Jangko, kecamatan Lintau Buo, kabupaten Tanah Datar, kekayaan potensi wisata dengan sejumlah keindahan alam tidak menjadi daya Tarik di nagari tersebut, Begitu juga dengan IKM, nageri tersebut mempunyai sentra tenun dan songket. Untuk menyokong hal tersebut ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan, salahsatunya dengan meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensi masyarakat, maupun penggiat pariwisata dan pihak yang terlibat dalam IKM melalui jurnalisme warga (citizen jurnalism). Melaui jurnalisme warga, penggerak pariwisata, pelaku dan pekerja IKM dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mempromosikan potensi wisata lokal dan serta produk industri dengan berbagi pengalaman, foto, video, dan cerita melalui platform media sosial atau portal berita, Dalam hal ini warga dan pelaku IKM menjadi agen promosi yang efektif dan menjadi daya tarik bagi calon wisatawan. Hal ini memberi peluang bagi warga dan pelaku IKM untuk mengembangkan diri dan meningkatkan pendapatan.