Artikel penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan sejauhmana kontribusi pengaruh positip experiential marketing (sense, feel, think, act, relate) terhadap aktualisasi tercapainya nilai kepuasan konsumen di pasar blauran. Sampel penelitian terdiri dari 60 partisipan konsumen penggiat belanja di pasar blauran kodya surabaya melalui pendekatan metode purposive sampling (Cooper & Emory, 2015). Parameter sense tidak berpengaruh secara positip terhadap kepuasan, terindikasikan perilaku para partisipan pada saat berbelanja di pasar blauran tidak terlalu mengandalkan elemen panca inderanya melainkan mengandalkan feel (perasaan) manakala berbelanja. Parameter feel berpengaruh positip secara bermakna terhadap kepuasan pelanggan, terindikasikan para partisipan yang berbelanja di pasar blauran tersebut, memiliki dorongan emosional yang sangat kuat guna melakukan keputusan pembelian secara bijak. Parameter think berpengaruh positip secara bermakna terhadap kepuasan pelanggan, terindikasikan sebelum partisipan memutuskan pembelian barang di pasar blauran, mereka lebih mengutamakan berpikir secara rasional (think). Parameter act berpengaruh negatip secara bermakna terhadap kepuasan pelanggan, terindikasikan rata rata partisipan penelitian ketika berbelanja di pasar blauran tidak senantiasa mengikuti kebiasaan hedonisme (act) terkait perilaku life style masyarakat perkotaan yang cenderung konsumeris manakala melakukan kegiatan berbelanja. Parameter relate berpengaruh negatip secara bermakna terhadap kepuasan pelanggan, terindikasikan kondisional persepsi para partisipan tersebut manakala berbelanja di pasar blauran lebih mengutamakan dimensional sense dikuti oleh feel, think maupun act secara komprehensif. Optimalisasi keberhasilan pencapaian nilai kepuasan pelanggan dapat teraktualisasikan melalui kolaborasi pemberdayaan elemen-elemen experiental marketing (sense, feel, think, act, relate) guna merelevansikan kepositipan sikap loyal pelanggan secara nyata dewasa ini.