Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPARASI PRAKTIK GREEN ACCOUNTING PADA PERUSAHAAN DI INDONESIA: PERSPEKTIF PERUSAHAAN JASA DAN PERUSAHAAN DAGANG Novia Rizki; Victoria K. Priyambodo; Paradisa Sukma; Ni Putu Ari Aryawati
Waisya : Jurnal Ekonomi Hindu Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jw.v2i1.941

Abstract

This study aims to determine the similarities and differences betweenservice and trading companies' green accounting practices. PT BankMandiri (Persero) Tbk is used as a sample for service companies andPT Matahari Department Store Tbk is a sample for tradingcompanies. The method used descriptive comparative by comparingthe green accounting practices of the two companies disclosed in theirannual reports and sustainability reports. These two companies donot carry out production activities, but both provide quitecomprehensive environmental responsibilities. The two companiesrecycle waste, offer environmentally friendly products, reduce the useof plastic and paper, and work to reduce the negative effects ofgreenhouse gas emissions. The difference between the two lies inwhether or not a special team handles the environment and thedifferent components included in the details of environmentalmanagement costs.
PENGEMBANGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) UNTUK PENGADAAN DAN PEMBAYARAN MATERIAL PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI PT XYZ Paradisa Sukma; Ni Putu Ari Aryawati
Waisya : Jurnal Ekonomi Hindu Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jw.v2i1.943

Abstract

This study aims to create Standard Operating Procedures (SOP) forthe Procurement and Payment of Materials for PT XYZ, aconstruction services provider. The research method is qualitative anddescriptive, with data collected via interviews and observation.Interviews were conducted with the leadership (CEO) and employeesin five departments, namely: field (project), procurement(procurement), finance, cashier, and accounting. Then theobservation is done through direct observation. This researchproduced SOPs for material procurement and payment that weresuitable for PT XYZ.
Good Corporate Governance dan Risiko Financial Distress: Bukti Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan di Indonesia Mubaraq, Muhammad Raihan; Ika Putri Fitri Ajiani; Paradisa Sukma
Riset, Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan (Rekan) Vol. 7 No. 1 (2026): Riset, Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan (Rekan): In-Press
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/rekan.v7i1.6217

Abstract

Financial distress merupakan kondisi kesulitan keuangan yang dialami perusahaan sebelum terjadinya kebangkrutan dan menjadi peringatan dini atas menurunnya kinerja serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Kondisi ini penting untuk diteliti karena dapat berdampak pada keberlangsungan usaha dan kepercayaan investor, khususnya pada perusahaan sektor pertambangan yang memiliki karakteristik risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah dewan direksi, jumlah dewan komisaris independen, dan jumlah komite audit terhadap financial distress dengan ukuran perusahaan dan profitabilitas sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel yang diolah menggunakan aplikasi EViews versi 13 dengan Random Effect Model, berdasarkan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen dan variabel kontrol berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Secara parsial, jumlah dewan direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, jumlah dewan komisaris independen, jumlah komite audit, dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Penelitian ini berimplikasi bahwa efektivitas tata kelola perusahaan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan struktur pengawasan formal, tetapi juga oleh optimalisasi fungsi manajerial dan skala perusahaan dalam menjaga stabilitas keuangan, sehingga perusahaan perlu meningkatkan kualitas pengelolaan dan efektivitas mekanisme corporate governance untuk meminimalkan risiko financial distress.