Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Modul Digital IPA Materi Sumber Energi Berbasis Contextual Teaching And Learning Muhammad Rizki; Erfan Ramadhani; Ali Fakhrudin
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.7193

Abstract

Penelitian didasarkan oleh masalah peserta didik yang kesulitan dalam memahami materi IPA dan cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Peserta didik juga belum pernah diberikan bahan ajar berupa modul digital. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan modul digital IPA materi sumber energi berbasis Contextual Teaching and Learning yang valid dan layak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development). Modul digital yang dikembangkan menggunakan model ADDIE level 1 adapun tahapan penelitian pengembangan model ADDIE Level 1 dilakukan dengan membuat produk dalam hal ini peneliti hanya menghasilkan rancangan produk dan tidak disebarluaskan yaitu terdiri dari lima tahapan Analisis (potensi dan masalah serta pengumpulan data) Design, Development (validasi produk), Implementation dan Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar angket validasi, lembar angket pendidik dan lembar respon peserta didik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa modul digital yang dikembangkan dengan kategori sangat valid berdasarkan lembar angket validasi para ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa dengan nilai rata-rata kevalidan sebesar 91,09%. Modul digital yang dikembangkan dengan kategori sangat layak berdasarkan lembar angket respon peserta didik dalam uji coba dengan nilai rata-rata kelayakan sebesar 89% dan rata-rata kelayakan pendidik sebesar 89,09%. Berdasarkan hasil validasi dan kelayakan hasil uji coba dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul digital IPA materi sumber energi berbasis Contextual Teaching and Learning dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMES (SSG) DAN LATIHAN EL-RONDO TERHADAP HASIL PASSING SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) PUTRA BERLIAN JUNIOR Muhammad Rizki; Sugar Wanto; Husni Fahritsani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59597

Abstract

Passing merupakan teknik dasar paling sentral dalam sepak bola yang menentukan keberhasilan tim dalam membangun serangan. Siswa SSB Putra Berlian Junior masih menunjukkan kelemahan dalam passing terutama saat menghadapi tekanan tinggi, dengan model latihan yang monoton dan tidak variatif. Kesenjangan Penelitian Penelitian terdahulu hanya menguji SSG atau El-Rondo secara terpisah. Belum ada yang membandingkan keduanya langsung pada kelompok usia 14–15 tahun di lingkungan SSB.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh latihan Small Sided Games (SSG) terhadap hasil passing siswa SSB Putra Berlian Junior, (2) mengetahui pengaruh latihan El-Rondo terhadap hasil passing siswa SSB Putra Berlian Junior, dan (3) membandingkan efektivitas kedua metode latihan tersebut dalam meningkatkan kemampuan passing siswa SSB Putra Berlian Junior. Penelitian menggunakan true experimental design dengan two group pre-test post-test. Sampel 20 siswa dibagi dua kelompok melalui total sampling dan ordinal pairing, dianalisis dengan Shapiro-Wilk, Levene's test, dan paired sample t-test (SPSS 26). Hasil: Terdapat pengaruh signifikan (t-hitung=11,803 > t-tabel=2,086, sig=0,000). Kelompok SSG meningkat dari 79,60 menjadi 105,80 dan El-Rondo dari 81,50 menjadi 104,50. Latihan SSG terbukti lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan Small Sided Games (SSG) dan latihan El-Rondo terhadap hasil passing siswa SSB Putra Berlian Junior, dibuktikan dengan nilai t-hitung 11,803 > t-tabel 2,086 pada taraf signifikansi 0,05. Kelompok SSG meningkat dari 79,60 menjadi 105,80 dengan selisih 26,20, sedangkan kelompok El-Rondo meningkat dari 81,50 menjadi 104,50 dengan selisih 23,00. Dengan demikian, latihan SSG terbukti lebih efektif dibandingkan latihan El-Rondo dalam meningkatkan kemampuan passing siswa.Implikasi: Secara teoritis, penelitian ini memperkuat kajian bahwa metode latihan berbasis permainan yang mensimulasikan kondisi nyata pertandingan lebih efektif dalam mengembangkan teknik dasar passing karena melibatkan unsur teknik, taktik, fisik, dan pengambilan keputusan secara terpadu. Secara praktis, pelatih direkomendasikan menjadikan latihan SSG sebagai metode utama dalam program peningkatan passing, dengan latihan El-Rondo sebagai variasi pendamping yang efektif. Kombinasi keduanya dapat menjaga variasi latihan sekaligus memaksimalkan peningkatan kemampuan teknik dasar passing pemain muda secara berkelanjutan.