Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Gerakan Keagamaan Kontemporer: Perbandingan Jamaah Tabligh Dan Jamaah Ahmadiyah Dalam Perspektif Islam Indra Harahap; Inda Lestari; Nurul Huda; Rekka Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.786

Abstract

Studi ini mengkaji dua gerakan keagamaan yang signifikan dalam Islam, yaitu Jamaah Tabligh dan Jamaah Ahmadiyah. Jamaah Tabligh adalah gerakan dakwah yang bermula di India pada abad ke-20 dan memiliki pengikut di seluruh dunia. Tujuan utama mereka adalah menyebarkan ajaran Islam dan membangun kesadaran keagamaan di kalangan umat Muslim. Di sisi lain, Jamaah Ahmadiyah adalah gerakan yang berawal dari India pada akhir abad ke-19 dan memiliki keyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi tambahan setelah Nabi Muhammad. Hal ini mengakibatkan kontroversi dan konflik dengan mayoritas Muslim di berbagai negara. Penelitian ini akan membandingkan dan menganalisis karakteristik, metodologi, dan ajaran kedua gerakan ini. Kami akan mengulas sejarah, struktur organisasi, tujuan utama, pendekatan dakwah, dan reaksi umat Muslim terhadap kedua gerakan ini. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, analisis komparatif, dan penelusuran sumber-sumber primer yang relevan. Dalam penelitian ini, kami akan menggambarkan perbedaan dan persamaan dalam pendekatan dakwah yang dilakukan oleh Jamaah Tabligh dan Jamaah Ahmadiyah. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika dan implikasi dari perbedaan pandangan keagamaan di dalam Islam
Aliran Sempalan Pada Masa Klasik Indra Harahap; M. Fitrah Dalimunthe; Nurasiah Lubis; Qomarul Izat
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1193

Abstract

Sampai saat ini, nampaknya klaim kebenaran dan manipulasi, bahkan pemvonisian (takfîr), masih terus berlangsung. Di Indonesia, adanya Fatwa ‘Sesat’ Majelis Ulama Indonesia (MUI) menunjukkan adanya klaim ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan kajian terhadap teks-teks klasik, seperti kitab-kitab agama, catatan sejarah, dan karya-karya ulama pada masa tersebut. Data yang diperoleh dari sumber-sumber ini kemudian dianalisis secara kritis untuk mengidentifikasi pola-pola, perkembangan, dan dampak dari aliran sempalan pada masa klasik. Tulisan ini berusaha melacak pemikiran aliran yang disesatkan oleh MUI. Penulis berpendapat bahwa berdasarkan penelitian terhadap Fatwa MUI Bidang Aqidah dan Aliran Keagamaan, dapat diketahui bahwa klaim ini semata-mata mencerminkan peran MUI sebagai pengawal dan penjaga keyakinan umat. Selanjutnya, penulis menyatakan bahwa pemikiran aliran-aliran sesat di Indonesia berakar dalam Sejarah Pemikiran Islam dan Fatwa MUI mengenai aliran-aliran sesat di Indonesia, dan ini tidak lebih dari representasi sikap tegas kelompok mayoritas sepanjang sejarah Islam terhadap kelompok minoritas yang dianggap telah sesat atau keluar dari garis utama. Walaupun begitu, tampaknya aliran sesat akan tetap ada di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai metode yang digunakan untuk memahami aliran sempalan pada masa klasik.