Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penambahan Fungsi Magistrature Of Sanction Pada Ombudsman Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Yuda Hanafi Lubis; Sholihul Abidin; Erik Syaputra Johan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.821

Abstract

Ombudsman adalah lembaga yang bertugas untuk menerima, meneliti, dan menyelesaikan keluhan atau aduan masyarakat terhadap pelayanan publik yang kurang memuaskan dan pejabat yang melakukan maladministrasi. Penambahan fungsi Ombudsman sebagai Magistrature of Sanction merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Penambahan fungsi tersebut memberikan wewenang kepada Ombudsman untuk memberikan sanksi administratif kepada pejabat atau institusi yang melanggar ketentuan atau kinerja buruk dalam pelayanan publik. Dalam artikel ini, penulis menjelaskan konsep Magistrature of Sanction dan keuntungan yang dapat dihasilkan dari penambahan fungsi ini. Penulis juga menganalisis kendala yang mungkin muncul dalam implementasi fungsi tersebut dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan penambahan fungsi tersebut, diharapkan Ombudsman dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas pelayanan publik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia.
Sosialisasi Pengolahan Produk Berbasis Potensi Desa: Bakpia Ubi Ungu Di Desa Kotakan Karanganyar Demak Amnan Haris; Yuda Hanafi Lubis; Zuyun Khoiriyah
Jurnal Bina Desa Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jurnalbinadesa.v8i1.12862

Abstract

Indonesia with its abundant natural resources, has long been known as a haven for various types of food crops. One local commodity that deserves attention is sweet potato. Unfortunately, the utilization of sweet potatoes as a staple food or as raw material for the food industry is still not optimal. A socialization and training program on product processing based on village potential was held on July 31, 2024, in Kotakan Village, Karanganyar, Demak. The program aimed to empower the community, especially the women of the Family Welfare Movement (PKK), by optimizing the local potential of purple sweet potatoes into economically valuable products, namely purple sweet potato bakpia. A total of 20 participants, consisting of PKK women, took part in the training. In this event, participants gained knowledge and skills regarding the production process of purple sweet potato bakpia, from raw material preparation to product packaging techniques. Through this training, it is hoped that the community can develop micro-businesses based on local potential, increase family income, and strengthen the village's economic independence. The results of the activity showed high enthusiasm from the participants and the potential for developing purple sweet potato bakpia as a unique culinary icon of the village.