Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Dengan Tingkat Kecemasan Masyarakat Di Dusun Leko RT/RW 035/007 Kelurahan Wolomarang Yuliani Pitang; Maria Lambertina Barek Aran; Adelheid Riswanti Herminsih
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 8 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7901652

Abstract

Earthquake and tsunami disasters are one of the factors that cause people to feel anxious. Disaster preparedness is one of the disaster management efforts that can reduce the risk of loss and loss of life caused by disasters. This study aims to explain the relationship between the level of community preparedness for earthquake and tsunami disasters and the level of community anxiety in Dusun Leko This research is a correlative analytic study with a cross sectional approach. The population in this study were 145 people from Wurring Leko with a sample size of 42 respondents who were taken using a purposive sampling technique. The instrument in the study used the STAI questionnaire for independent variables and the dependent variable used a questionnaire from LIPI UNESCO/ISDR 2006 and then tested it using the Spearman rank test.The results showed that 17 respondents (40.5%) were in the unprepared category and 33 respondents (78.6%) were in the moderate anxiety category. Spearman rank test results obtained p value = 0.004 with a Correlation Coefficient value of -0.430, which means there is a relationship between the level of preparedness and the level of anxiety in the low category.Based on the research results, it can be concluded that there is a relationship between the level of community preparedness for earthquake and tsunami disasters and the level of community anxiety in Dusun Leko .The less the level of preparedness, the higher the level of anxiety.To be able to reduce anxiety during a disaster, efforts to increase community preparedness are needed, for example by conducting counseling about natural disasters so that a disaster-responsive society is formed.
Pemanfaatan Kartu Menelan Obat Mandiri dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Gangguan Jiwa di Kecamatan Nelle Yuldensia Avelina; Adelheid Riswant Herminsih; Maria Lambertina Barek Aran; Wihelmus Nong Baba; Martinus May; Anyela Ratna
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.694

Abstract

Ketidakpatuhan minum obat pada ODGJ di tingkat pelayanan primer menjadi akar masalah pemicu kekambuhan klinis akibat kejenuhan caregiver dan kurang kontrol dari petugas kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menguji efektivitas pemanfaatan Kartu Menelan Obat (KMO) mandiri dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien gangguan jiwa di Kecamatan Nelle. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis keluarga yang melibatkan 30 ODGJ rawat jalan beserta keluarga pendamping sebagai mitra sasaran. Rangkaian program berjalan selama tiga bulan (10 Februari hingga 10 April tahun 2026), meliputi tahap pra-pelaksanaan (screening rekam medis), psikoedukasi terstruktur bagi caregiver, pendampingan melalui kunjungan rumah berkala untuk validasi sisa obat, serta evaluasi akhir menggunakan instrumen kepatuhan MMAS-8. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan caregiver dari 52,4 menjadi 88,6. Demikian juga terjadi peningkatan derajat kepatuhan klinis pasien dari skor rata-rata awal 3,1 (kategori rendah) menjadi 6,8 (kategori sedang-tinggi). Dampak klinis paling yakni tercapainya angka kekambuhan akut  sebesar 0% pada seluruh pasien dampingan selama masa intervensi. Kesimpulannya, pemanfaatan KMO mandiri terbukti efektif sebagai media kontrol yang murah, aplikatif, serta berdaya guna tinggi untuk menekan angka putus obat pada pelayanan kesehatan jiwa komunitas di wilayah pedesaan.