Ketidakpatuhan minum obat pada ODGJ di tingkat pelayanan primer menjadi akar masalah pemicu kekambuhan klinis akibat kejenuhan caregiver dan kurang kontrol dari petugas kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menguji efektivitas pemanfaatan Kartu Menelan Obat (KMO) mandiri dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien gangguan jiwa di Kecamatan Nelle. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis keluarga yang melibatkan 30 ODGJ rawat jalan beserta keluarga pendamping sebagai mitra sasaran. Rangkaian program berjalan selama tiga bulan (10 Februari hingga 10 April tahun 2026), meliputi tahap pra-pelaksanaan (screening rekam medis), psikoedukasi terstruktur bagi caregiver, pendampingan melalui kunjungan rumah berkala untuk validasi sisa obat, serta evaluasi akhir menggunakan instrumen kepatuhan MMAS-8. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan caregiver dari 52,4 menjadi 88,6. Demikian juga terjadi peningkatan derajat kepatuhan klinis pasien dari skor rata-rata awal 3,1 (kategori rendah) menjadi 6,8 (kategori sedang-tinggi). Dampak klinis paling yakni tercapainya angka kekambuhan akut sebesar 0% pada seluruh pasien dampingan selama masa intervensi. Kesimpulannya, pemanfaatan KMO mandiri terbukti efektif sebagai media kontrol yang murah, aplikatif, serta berdaya guna tinggi untuk menekan angka putus obat pada pelayanan kesehatan jiwa komunitas di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026