Masalah dalam penelitian adalah perubahan zaman yang semakin canggih membuat beberapa kaum milenial sekarang kurang perhatian dalam menjagatutur kata, mulai dari cara bicara yang tidak sopan, cara berbusana yang tidak sesuai dengan aturan, cara pergaulan yang salah dan sikap sosial serta kurangnya melestarikan nilai-nilai agama dan aturan adat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui cara bundo kanduang dalam melestarikan pendidikan Islam, (2) untuk mengetahui cara bundo kanduang dalam melestarikan pendidikan bertutur kata dan (3) untuk mengetahui cara bundo kanduang dalam melestarikan pendidikan berbusana. penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ada sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berasal dari Bundo Kanduang, Kapalo Mudo Nagari, dan masyarakat..Sedangkan sumber data sekunder adalah buku Alam Budaya Minangkabau, buku bundo kanduang perempuan ideal minang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yaitu reduksi data, klasifikasi data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan penguji keabsahan data dengan cara triangulasi data. cara bundo kanduang dalam melestarikan pendidikan Islam adalah mendidik anak-anak, para remaja untuk belajar agama di surau, menghadiri acara wirid mingguan dan bulanan serta mengajarkan cara bersosial, semangat gotongroyong. Dalam melestarikan pendidikan bertutur kata bundo kanduang telah mendidik anak-anak, para remaja dan ibu-ibu dengan kaidah kato nanampek ditambah lagi dengan masyarakat yang melestarikan pendidikan bertutur kata dengan baraja barundiang dan petatah-petitih adat. Untuk pelestarian pendidikan berbusana bundo kanduang berperan sebagai contoh tauladan yang baik bagi anak-anak, para remaja dan ibu-ibu sebagai panutan dalam berbusana yang baik menurut agama dan adat.