Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PENDIDIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 9 PARIAMAN Saparia Fitriani
Mau'izhah Vol 11 No 2 (2021): Volume XI No. 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.482 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i2.72

Abstract

Masalah penelitian ini dilatar belakangi oleh caraberkomunikasi Guru dalam menyajikan pelajaran PendidikanAgama Islam terlalu cepat, gerakan Guru masih kaku dalammengajar, serta emosional dan fokus perhatian hanya kepadabeberapa orang Siswa saja, hal ini berpengaruh pada motivasiSiswa. Metode yang di pergunakan dalam penelitian ini adalahmetode Kuantitatif dengan meneliti sebanyak 112 orangPeserta Didik, dan menetapkan sampel sebagai perwakilanpopulasi sebanyak 22 orang dengan memakai metode teknikSimpel Random Sampling, dimana Peneliti tetapkan 22 dariJumlah Populasi. Sedangkan sumber data Penulis ambilkandari Kepala Sekolah, Pendidik dan Peserta Didik. Berdasarkanhasil peneitian, dapat di ketahui terdapat HubunganKemampuan Komunikasi Pendidik Terhadap Motivasi BelajarPeserta Didik di SMP Negeri 9 Pariaman, yang mana hubungantersebut adalah hubungan dalam hal yang positif, dengandemikian Hipotesis Ho (Nihil) Tertolak serta hal ini jugamengartikan bahwa Komunikasi Pendidik Serta MotivasiPeserta Didik, tergolong baik
STRATEGI ORANG TUA YANG BERPENDIDIKAN RENDAH DALAM MENDIDIK ANAK PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kasus di DesaPakasai KecamatanPariamanTimur Kota Pariaman) Rahmanita Rahmanita; Saparia Fitriani
Mau'izhah Vol 11 No 1 (2021): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.553 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i1.61

Abstract

Strategi orang tua yang berpendidikan rendah dalammenanamkan nilai- nilai Aqidah dan Ibadah terhadap anak di DesaPakasai yaitu dengan menanamkan kecintaan terhadap Allah SWTyaitu dengan mengajarkan anak membacakan kalimat tauhid,mengajarkan anak shalat, membaca Al Qur‟an, mengenalkan anakdengan Allah dan Rasul-Nya karena orang tua yang merupakanpendidik pertama dalam keluarga telah memberikan pendidikankepada anak mereka sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya,meskipun mereka tidak sekolah atau pendidikannya sebatas SD tidakmenyurutkan langkah mereka dalam mendidik, orang tua selaluberupaya memberikan pendidikan terbaik dengan mengajarkan hal-hal kecil yang ia ketahui. Jika orang tua merasa tidak mampumemberikan pendidikan Islam secara sempurna orang tua jugamenyerahkan anaknya ke lembaga pendidikan baik formal maupunnon formal
INOVASI PENDIDIK PAI DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI KABUPATEN PADANG PARIMAN MARFIYANTI MARFIYANTI; Saparia Fitriani; Lona Maulida
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.642 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.40

Abstract

Pendidik merupakan orang yang akan melakukan proses pembelajaran kepada peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan merupakan suatu hal cukup pelik, karena ketepatan memilih model akan menjadikan meteri yang akan disampaikan itu sampai secara baik dan peserta didik mampu memahaminya sesara tepat.Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan adalah model pembelajaran advace organizer, di samping banyak model lain yang digunakan untuk menyampaikan materi ajar. Kecendrungan penggunaan model ini merupakan salah satu solusi untuk bisa mengkafer situasi dan kondisi peserta didik, terutama sekali sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga mengharuskan pendidik terus berinovasi untuk menggunakan model pembelajaran, pada kondisi saat ini peserta didik diharapkan lebih aktif dan bisa memahami materi ajar dalam waktu cepat. Untuk mencapai tuntutan kurikulum, agar bisa dilaksanakanya evaluasi hasil belajar sesuai waktu yang tersedia. Jadi model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Seorang guru dituntut dapat memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kognitif, psikomotorik salah satunya dengan menggunkan Model Pembelajaran Advance Organizer. Model pembelajaran Advance Organizer merupakan suatu cara belajar untuk memperoleh pengetahuan baru yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada pada pembelajaran, yang artinya setiap pengetahuan mempunyai struktur konsep tertentu yang membentuk kerangka dari sistem pemprosesan informasi yang dikembangkan dalam pengetahuan (ilmu) itu. Bisa dikatakan Advance Organizer adalah membuat rancangan konsep atau prinsip yang umum, tetapi komperehensif dalam aktivitas belajar yang sudah terduga. Sehingga cocok sekali digunakan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakuakn oleh lona maulida di SMA 2 Sungai Limau Kabupaten Padang pariaman, tentang adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran Advace organizer terhadap keterampilan berfikir kritis Pendidikan Agama Islam peserta didik kelas XI IPA dan juga akan berpengaruh positif kepada hasil belajar peserta didik.
Kreativitas Pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Penerapan E-Learning dengan Google Classroom Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman Saparia Fitriani; Rahmanita Rahmanita
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk inovasi baru pendidik dalam membuat bahan ajar PAIdalam penerapan e-learning dengan google classroom pada masapandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis, penulismenemukan bahwa inovasi itu begitu penting bagi pendidik danpeserta didik, karena sangat berpengaruh dalam meningkatkankreativitas dalam proses belajar mengajar. Sekolah juga sudahmelakukan inovasi baru pada sistem pembelajaran yaitupembelajaran e-learning dengan menggunakan beberapa aplikasidiantaranya aplikasi google classroom yang juga diterapkan olehpendidik PAI. Macam-macam kreativitas pendidik PAI dalammenerapkan e-learning dengan google classroom pada masapandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis yaitu; pendidikPAI memberikan tugas kepada peserta didik secara online,sebagian pendidik juga datang kesekolah untuk memberikan tugaskepada peserta didik yang tidak mempunyai smartphone untukterhubung ke pembelajaran e-learning. Langkah-langkahpenerapan e-learning dengan google classroom yaitu; dalampenerapan pembelajaran e-learning pada masa pandemic covid-19di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis, pihak sekolah menyiapkansarana dan prasarana seperti komputer dan internet serta mendataanak yang belum dan sudah mempunya smartphone
Peran Bundo Kanduang dalam Melestarikan Pendidikan Islam di Nagari Limpato Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman Abdul Kadir; Saparia Fitriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah perubahan zaman yang semakin canggih membuat beberapa kaum milenial sekarang kurang perhatian dalam menjagatutur kata, mulai dari cara bicara yang tidak sopan, cara berbusana yang tidak sesuai dengan aturan, cara pergaulan yang salah dan sikap sosial serta kurangnya melestarikan nilai-nilai agama dan aturan adat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui cara bundo kanduang dalam melestarikan pendidikan Islam, (2) untuk mengetahui cara bundo kanduang dalam melestarikan pendidikan bertutur kata dan (3) untuk mengetahui cara bundo kanduang dalam melestarikan pendidikan berbusana. penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ada sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berasal dari Bundo Kanduang, Kapalo Mudo Nagari, dan masyarakat..Sedangkan sumber data sekunder adalah buku Alam Budaya Minangkabau, buku bundo kanduang perempuan ideal minang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yaitu reduksi data, klasifikasi data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan penguji keabsahan data dengan cara triangulasi data. cara bundo kanduang dalam melestarikan pendidikan Islam adalah mendidik anak-anak, para remaja untuk belajar agama di surau, menghadiri acara wirid mingguan dan bulanan serta mengajarkan cara bersosial, semangat gotongroyong. Dalam melestarikan pendidikan bertutur kata bundo kanduang telah mendidik anak-anak, para remaja dan ibu-ibu dengan kaidah kato nanampek ditambah lagi dengan masyarakat yang melestarikan pendidikan bertutur kata dengan baraja barundiang dan petatah-petitih adat. Untuk pelestarian pendidikan berbusana bundo kanduang berperan sebagai contoh tauladan yang baik bagi anak-anak, para remaja dan ibu-ibu sebagai panutan dalam berbusana yang baik menurut agama dan adat.
The Effect of the Reciprocal Teaching Model on Learning Outcomes in Islamic Religious Education Wenas, Fitri Ramadhani; Surikno, Heri; Fitriani, Saparia; Rahmi, Azvi; Helena, Helena
Al-Hashif: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Institute of Research and Community Service STAI Yayasan Tarbiyah Islamiyah Kota Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by students who are not yet active in learning. Because the learning process is still conventional, this study aims to determine the Reciprocal Teaching model, Islamic Religious Education learning outcomes, and the influence of the Reciprocal Teaching model on Islamic Religious Education learning outcomes in class V. This research method is quantitative research using an experimental approach with a randomized posttest only control group design. The population is students in classes V-A and V-B, as well as being sampled. The data collection technique is a test, which seeks validity, homogeneity, reliability, discrimination power, and question difficulty index. While the prerequisite analysis test, namely using the normality test using the Lilifors test, the homogeneity test using the F test, and the hypothesis test using the t test. The final test results obtained an average value of the experimental class 80.75 and the control class 68.05, with a difference of 12.7. The results of the t test obtained tcount is 11.55. And t table with degrees of freedom dk 42 from the t table (0.950) (42) = 2.018. The hypothesis testing criteria are to accept Ho if t count <t table. In this study t count > t table, meaning reject Ho and accept Ha. It can be concluded that the Reciprocal Teaching model has a positive effect on PAI learning outcomes in class V of State Elementary School 17 2X11 Kayutanam.
Strategies Used by Islamic Religious Education Teachers to Instil Moral Values in Students at SMAN 5 Pariaman Clau; Ikhfa; Salam; Fatmi Fauzani; Rahmanita; Saparia Fitriani
Journal of Creative Power and Ambition (JCPA) Vol. 4 No. 01 (2026): Journal of Creative Power and Ambition (JCPA)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jcpa.1235

Abstract

The instilling of moral values in secondary education plays a strategic role in shaping students’ character so that they can develop in a balanced manner across intellectual, moral, and spiritual aspects. During adolescence, students are in a phase of self-discovery that makes them vulnerable to various negative influences, making the potential for moral degradation a serious challenge for the world of education. This situation underscores the urgency of the role of Islamic Religious Education teachers as educators who not only impart religious knowledge but also continuously nurture students’ moral character and behaviour. This study aims to describe and analyse the strategies employed by Islamic Religious Education teachers in instilling moral values in students at SMAN 5 Pariaman. This study adopts a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects include Islamic Religious Education teachers, students, and relevant school officials. Data collection techniques were carried out through classroom observation, in-depth interviews, and document analysis, whilst data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of the study indicate that the strategies employed by Islamic Religious Education teachers in instilling moral values are implemented through setting a good example, habit formation, the integration of values into learning materials, as well as contextual and reflective learning. These strategies are effective in instilling the values of honesty, responsibility, discipline, tolerance, politeness, and religiosity in students. The findings of this study imply the importance of strengthening the role of Islamic Education teachers and school culture support in developing Islamic Education learning oriented towards character building at the Senior Secondary School level.
The Implementation of Multilingual Habituation in Enhancing Students’ Self-Confidence Rahmanita Rahmanita; Saparia Fitriani; Fatmi Fauzani; Fina Febriany; Lazi Yafni; Isra’ Anggella
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v5i1.603

Abstract

This study aims to examine the implementation of multilingual habituation practices and their contribution to enhancing students’ self-confidence. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis related to the use of Indonesian, Arabic, and English in both classroom activities and daily interactions within the school environment. The findings reveal that multilingual habituation is implemented in a structured and sustainable manner through regular language practice, guided conversations, and support from teachers as well as student language ambassadors. These practices positively influence students’ development across cognitive, affective, and conative domains, while also fostering greater confidence in communication. Increased self-confidence is reflected in students’ willingness to use foreign languages in everyday interactions without excessive fear or anxiety. This study highlights that multilingual habituation not only contributes to language proficiency but also strengthens students’ psychological development, particularly their self-confidence.
Enhancing Quranic Literacy and Religious Character through the BRUS Program in Vocational Schools Agung Asril Putra; Ilham Qadri; M. Andhika Ramadhan; Fatmi Fauzani Duski; Rahmanita Raja; Saparia Fitriani
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v5i1.621

Abstract

This study addresses the low level of Quranic literacy among first-year vocational school students as a key challenge in strengthening religious education. To overcome this issue, a school-based program, Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS), was implemented through collaboration with local religious authorities. This study aims to examine the implementation of the BRUS program and analyze its impact on students’ Quranic literacy and religious character. A qualitative case study approach was employed, with data collected through observations, interviews, and documentation involving teachers, religious counselors, and students. The findings reveal that the BRUS program significantly improves students’ ability to read the Quran, enhances their religious understanding, and fosters positive religious character. In addition, institutional support and continuous mentoring contribute to the effectiveness and sustainability of the program. This study highlights the role of structured religious development programs as an effective model for strengthening Quranic literacy and character formation in vocational education.
Concept and Implementation of Fiqh Education in Schools: Perspective Analysis Maslahah Mursalah Nurasiah Ahmad; Hilma Nafsiyati; Saparia Fitriani; Nursyamsi Nursyamsi; M. Yusuf
International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education Vol 9 No 1 (2026): (January) Theme Education, Religion Studies, Social Sciences, STEM and Economic D
Publisher : Islamic Studies and Development Center in Collaboration With Students' Research Center Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijmurhica.v9i1.470

Abstract

The integration of fiqh education into schools has increasingly been realized through the practice of qurban as experiential learning, where teachers, staff, and students participate to instill religious values and social responsibility. However, questions arise regarding the legal validity of qurban performed by students who have not reached maturity (baligh) and whose financial obligations are often borne by parents, potentially creating burdens for families with limited economic capacity. This study aims to analyze Islamic legal perspectives on school-based qurban programs through the lens of maslahah mursalah (public benefit). Using a qualitative library research approach and content analysis of normative Islamic legal sources, the findings indicate that such practices are valid and beneficial when they meet the established conditions of qurban and align with maqasid al-shari‘ah, offering educational value in sacrifice, empathy, and communal solidarity. Conversely, if conducted under compulsion, imposing undue burdens, or resulting in greater harm than benefit, these practices may be deemed impermissible (haram). The implications highlight the importance of designing qurban education in schools that balance pedagogical goals with legal and ethical considerations to ensure voluntary participation and genuine benefit.