Muhlasah Novitasari Mara
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemasaran Wedang Uwuh Handayaningrat Desa Dukuh dengan Search Engine Optimization Muhlasah Novitasari Mara; Budi Basuki Subagio; Sarono Widodo; Dewi Anggraeni; Efrilia Marifatul Khusna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.915

Abstract

Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat pada tulisan ini adalah UMKM Asmantogo Handayaningrat yang berlokasi di Desa Dukuh, Kabupaten Boyolali. Produksi utama UMKM Asmantogo Handayaningrat adalah minuman tradisional jawa, wedang uwuh.   Permasalahan fundamental UMKM Asmantogo Handayaningrat adalah pemasaran yang digunakan masih menggunakan cara konvensional dan belum memanfaatkan pemasaran digital sehingga target pembeli hanya menjangkau lingkungan sekitar Boyolali saja. Untuk memperluas pangsa pasar wedang uwuh UMKM Asmantogo Handayaningrat dilakukan pengembangan keterampilan pemasaran duta digital desa Dukuh serta pelaku usaha UMKM Asmantogo Handayaningrat melalui pendampingan pemasaran dengan Search Engine Optimization.  Adapun media yang digunakan adalah Google dan YouTube. Untuk mendukung pemasaran digital tersebut, tim juga diberikan pendampingan foto produk wedang uwuh UMKM Asmantogo Handayaningrat. Dari pendampingan yang telah dilakukan, satu orang perwakilan UMKM dan satu orang duta digital telah mampu membuat foto produk dengan baik meski hanya menggunakan gadget seadanya, mampu membuat deskripsi produk untuk YouTube dengan baik dan mampu mengoptimisasi video YouTube yang di upload di halaman google sehingga video YouTube muncul dihalam pertama di search engine google.    
Hemp-Alumina Composite Radar Absorption Reflection Loss Classification Muhlasah Novitasari Mara; Budi Basuki Subagio; Efrilia M Khusna; Bagus Satrio Utomo
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.7.2.1169

Abstract

The Radar Absorption Material (RAM) method is a coating for reducing the energy of electromagnetic waves received by converting the electromagnetic waves emitted by radar into heat energy. Hemp has been studied to have the strongest and most stable tensile characteristics of 5.5 g/den and has higher heat resistance compared to other natural fibers. Combining the characteristics of hemp with alumina powder (Al2O3) and epoxy resin could provide a stealth technology system that is able to absorb radar waves more optimally, considering that alumina has light, anti-rust and conductive properties. The electromagnetic properties of absorbent coatings can be predicted using machine learning.  This study classifies the reflection loss of Hemp-Alumina Composite using Random Forest, ANN, KNN, Logistic Regression, and Decision Tree. These machine learning classifiers are able to generate predictions immediately and can learn critical spectral properties across a wide energy range without the influence of data human bias. The frequency range of 2-12 GHz was used for the measurements.  Hemp-Alumina composite has result that the most effective structure thickness is 5mm, used as a RAM with optimum absorption in S-Band frequencies of -15,158 dB, C-Band of -16,398 dB and X-Band of -23,135 dB. The highest and optimum reflection loss value is found in the X-Band frequency with a thickness of 5mm which is equal to -23.135 dB with an absorption bandwidth of 1000 MHz and efficiencyof 93.1%. From this result, it is proven that Hemp-Alumina Composite is very effective to be used as a RAM on X-Band frequency.  Based on the results of the experiments, the Random Forest Classifier has the highest values of accuracy (0.97) and F1 score (0.98). The F1 score and accuracy of Random Forest are 0.96 and 0.97, respectively, and do not significantly differ from KNN. 
Pengolahan Limbah Kulit Buah dan Sayuran Menjadi Obat Luka Budi Basuki Subagio; Arif Nursyahid; Muhlasah Novitasari Mara; Rizkha Ajeng Rochmatika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1644

Abstract

Di Indonesia, total sampah mencapai 19,14 juta ton pada tahun 2022. Mayoritas sampah tersebut berupa sisa makanan. Data global menunjukkan bahwa sampah buah dan sayuran adalah penyumbang terbesar limbah makanan dunia. Ternyata sampah organik juga, memiliki dampak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik, seperti menghasilkan gas berbahaya seperti gas metana. Kejadian ledakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah pada 2023 adalah contoh buruk dari pengelolaan sampah organik dan menghasilkan gas metana. Untuk mengatasi hal ini, umumnya sampah organik diolah  menjadi kompos, tetapi kurang diketahui bahwa sampah organik, terutama buah dan sayuran, dapat digunakan sebagai penyembuh luka alami melalui eco enzyme. Oleh karena itu, tim pengabdian mendampingi ibu-ibu rumah tangga di Semarang dalam mengolah sampah organik menjadi eco enzyme yang bisa membantu penyembuhan luka, termasuk pada penderita diabetes. Kegiatan ini dilakukan selama 6 bulan, melibatkan persiapan, pengadaan bahan, pendampingan pembuatan eco enzyme, monitoring, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah sampah organik menjadi eco enzyme yang berguna sebagai penyembuh luka alami, yang dapat membantu penderita diabetes. Ini adalah langkah positif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan sambil membantu mereka yang membutuhkan penyembuhan luka yang lebih baik.
Penerapan Teknologi Komposit Limbah Rami-Semen-Latek Akrilik Untuk Menambal Beton di Workshop Industri Triyasa Manunggal Kabupaten Salatiga Muhlasah Novitasari Mara; Budi Basuki Subagio; Irfan Mujahidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3307

Abstract

Menurut data pemerintah, kerusakan pembangunan infrastruktur di daerah seringkali disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Selain itu, faktor-faktor seperti penggunaan bahan di bawah standar, kurangnya perawatan dan perawatan, dan konstruksi yang lemah juga berkontribusi terhadap kerusakan infrastruktur. Dampak dari kerusakan infrastruktur ini bisa sangat merugikan, mulai dari gangguan transportasi dan komunikasi, hingga risiko terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur yang tepat waktu dan berkualitas sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan infrastruktur di wilayah tersebut. Bengkel Industri Triyasa Manunggal di Kabupaten Salatiga bergerak di bidang perbaikan infrastruktur, baik konstruksi logam maupun bangunan. Mitra memiliki Masalah pertama, terbatasnya ketersediaan bahan berkualitas tinggi: Seringkali sulit untuk mendapatkan bahan dengan kualitas yang memadai untuk memperbaiki beton yang rusak. Bahan yang buruk dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut atau ketahanan yang buruk terhadap kondisi lingkungan. Masalah kedua adalah dalam beberapa kasus yang dihadapi oleh mitra, kebutuhan akan bahan yang inovatif, murah dan ramah lingkungan untuk memperbaiki infrastruktur semakin meningkat. Namun, pengembangan dan produksi massal bahan-bahan ini seringkali membutuhkan waktu dan investasi yang cukup besar. Tujuan meliputi restorasi infrastruktur: Menggunakan teknologi komposit limbah lateks rami-semen-akrilik, program ini dapat membantu dalam pemulihan infrastruktur yang rusak, seperti jalan, trotoar, atau struktur bangunan. Komposit ini dapat digunakan sebagai bahan tambalan yang kuat dan tahan lama, sehingga mengurangi biaya perbaikan infrastruktur secara keseluruhan. Target spesifik meliputi peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan: Program pelatihan ini juga dapat membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja terkait teknologi komposit dalam proses perbaikan beton. Hal ini akan menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut
Pemberdayaan Petani Cabai Melalui Implementasi Sistem Pemantauan dan Pengendalian pH serta Kelembapan Tanah Berbasis Website di Desa Kentengsari, Kabupaten Temanggung Muhlasah Novitasari Mara; Sarono Widodo; Endro Wasito; Ari Sriyanto Nugroho; Dewi Anggraeni; Catur Budi Waluyo; Budi Basuki Subagio; Xaverius Yehuda Revaldo Erdi Nugraha; Azril Rizqon Rabbani; Fajar Ardiyansyah; Rissa Natalia; Taufiq Yulianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JPMI - April 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4439

Abstract

Kebun cabai Pak Damiri di Dusun Gembyang, Desa Kentengsari, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung masih menerapkan metode tradisional dalam pemantauan pH dan kelembaban tanah serta penyiraman manual tanpa dasar data terukur. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan air kurang efisien dan pengambilan keputusan budidaya tidak berbasis kondisi aktual lahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan budidaya cabai melalui pendampingan penerapan sistem pemantauan pH dan kelembaban tanah serta penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Metode kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi dan identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan instalasi perangkat sensor, pengembangan dashboard monitoring berbasis web, pelatihan operasional sistem, serta pendampingan dan evaluasi penggunaan di lapangan. Mitra terlibat aktif dalam proses instalasi, pengujian alat, dan pengoperasian sistem sehingga terjadi alih pengetahuan dan peningkatan keterampilan teknis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu melakukan pemantauan kondisi tanah secara real-time dan mengoperasikan sistem penyiraman otomatis berdasarkan ambang batas kelembaban yang ditetapkan. Secara kualitatif, terjadi peningkatan pemahaman mitra terhadap pentingnya pengelolaan irigasi berbasis data. Secara operasional, sistem membantu mengurangi frekuensi penyiraman yang tidak terkontrol serta meningkatkan efisiensi penggunaan air. Dampak kegiatan ini adalah meningkatnya efektivitas pemeliharaan tanaman, efisiensi kerja petani, serta terbentuknya model praktik budidaya cabai berbasis teknologi yang lebih modern dan berkelanjutan.