Kebun cabai Pak Damiri di Dusun Gembyang, Desa Kentengsari, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung masih menerapkan metode tradisional dalam pemantauan pH dan kelembaban tanah serta penyiraman manual tanpa dasar data terukur. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan air kurang efisien dan pengambilan keputusan budidaya tidak berbasis kondisi aktual lahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan budidaya cabai melalui pendampingan penerapan sistem pemantauan pH dan kelembaban tanah serta penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Metode kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi dan identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan instalasi perangkat sensor, pengembangan dashboard monitoring berbasis web, pelatihan operasional sistem, serta pendampingan dan evaluasi penggunaan di lapangan. Mitra terlibat aktif dalam proses instalasi, pengujian alat, dan pengoperasian sistem sehingga terjadi alih pengetahuan dan peningkatan keterampilan teknis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu melakukan pemantauan kondisi tanah secara real-time dan mengoperasikan sistem penyiraman otomatis berdasarkan ambang batas kelembaban yang ditetapkan. Secara kualitatif, terjadi peningkatan pemahaman mitra terhadap pentingnya pengelolaan irigasi berbasis data. Secara operasional, sistem membantu mengurangi frekuensi penyiraman yang tidak terkontrol serta meningkatkan efisiensi penggunaan air. Dampak kegiatan ini adalah meningkatnya efektivitas pemeliharaan tanaman, efisiensi kerja petani, serta terbentuknya model praktik budidaya cabai berbasis teknologi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026