Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Picky Eating pada Anak Usia Prasekolah: Factors Associated with Picky Eating in Preschool Children Fitria Wahyu Ariyanti; Atikah Fatmawati; Ike Prafita Sari
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 1SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Big Data Seminar
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i1SP.2023.8-11

Abstract

Background: Picky eating is an eating disorder in children that harms the child or caregivers. Picky eating can cause growth disorders and affect children's nutritional status. Various factors influence picky eating: parents' eating behavior, children's appetite, history of exclusive breastfeeding, MP-ASI, diseases in children, the interaction between parents and children, caregivers, and psychological factors. Objective: This study aimed to analyze the factors associated with picky eating in preschool-aged children in Dusun Terate, Karangsentul Village, Pasuruan. Method: This study uses a correlational research design. The population in this study was 72 parents and was taken by proportionate stratified random sampling of 51 samples. The instruments used were parenting style questionnaires, parental eating behavior questionnaires, and picky eating questionnaires. The statistical analysis used was Spearman's Rank test and Chi-Square. Results:  The results showed no relationship between a history of exclusive breastfeeding (p=0.590) and picky eating in preschool-aged children. There is a relationship between parenting style (p<0.001) and parental eating behavior (p=0.006) with picky eating in preschool-aged children. Conclusion: A history of exclusive breastfeeding is not the only factor that causes picky eating in children. Democratic parenting and good parenting behavior do not cause picky eating in children. So it is expected that parents need to apply democratic parenting and apply good eating behavior so that children do not experience picky eating.
Upaya Perbaikan Xerosis Cutis Dengan Pemberian Minyak Zaitun Pada Lansia Di UPT Pesanggrahan PMKS Mojopahit Mojokerto Mujiadi; Anndy Prastya; Ika Suhartanti; Fitria Wahyu Ariyanti
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i1.891

Abstract

Kelemahan fisik membuat lanjut usia mengalami keterbatasan dalam merawat kebersihan kulit. Lanjut usia mengalami kulit yang kering dan bersisik serta pecah-pecah. Penyebab kulit kering pada lanjut usia selain karena faktor usia juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Tujuan daalam kegaiatan ini adalah untuk membantu lanjut usia dalam merawat kulit dengan pemberian pelembab berupa olesan minyak zaitun pada kulit yang kering, bersisik dan kasar. Pemberian dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore setelah mandi dan berlangsung selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran derajat kulit kering (xerotis cutis) menggunakan skala ODS (Overal Dryskin Score), pengukuran dilakukan sebelum pemberian pelembab minyak zaitun dan setelah 7 hari pemberian. Hasil kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa dari 20 lanjut usia rata-rata derajat ODS sebelum pemberian pelembab minyak zaitun sebesar 2,25 dan pengukuran setelah 7 hari pemberian pelembab minyak zaitun sebesar 0.55 maknanya terdapat penurunan derajat ODS sebesar 1,7. Setelah diberikan intervensi aplikasi minyak zaitun secara topikal secara rutin, hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi kulit yang sangat signifikan pada seluruh lanjut usia. Diharapkan pihak pengelola UPT Pesanggrahan PMKS secara berkesinambungan memberikan perawatan kulit pada lanjut usia agar mereka dapat terbebas dari masalah kulit kering dan bersisik.
Upaya Perbaikan Xerosis Cutis Dengan Pemberian Minyak Zaitun Pada Lansia Di UPT Pesanggrahan PMKS Mojopahit Mojokerto Mujiadi; Anndy Prastya; Ika Suhartanti; Fitria Wahyu Ariyanti
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i1.891

Abstract

Kelemahan fisik membuat lanjut usia mengalami keterbatasan dalam merawat kebersihan kulit. Lanjut usia mengalami kulit yang kering dan bersisik serta pecah-pecah. Penyebab kulit kering pada lanjut usia selain karena faktor usia juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Tujuan daalam kegaiatan ini adalah untuk membantu lanjut usia dalam merawat kulit dengan pemberian pelembab berupa olesan minyak zaitun pada kulit yang kering, bersisik dan kasar. Pemberian dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore setelah mandi dan berlangsung selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran derajat kulit kering (xerotis cutis) menggunakan skala ODS (Overal Dryskin Score), pengukuran dilakukan sebelum pemberian pelembab minyak zaitun dan setelah 7 hari pemberian. Hasil kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa dari 20 lanjut usia rata-rata derajat ODS sebelum pemberian pelembab minyak zaitun sebesar 2,25 dan pengukuran setelah 7 hari pemberian pelembab minyak zaitun sebesar 0.55 maknanya terdapat penurunan derajat ODS sebesar 1,7. Setelah diberikan intervensi aplikasi minyak zaitun secara topikal secara rutin, hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi kulit yang sangat signifikan pada seluruh lanjut usia. Diharapkan pihak pengelola UPT Pesanggrahan PMKS secara berkesinambungan memberikan perawatan kulit pada lanjut usia agar mereka dapat terbebas dari masalah kulit kering dan bersisik.