Resha Khofila
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PHUBBING SMOMBIE DAN NOMOPHOBIA TERHADAP PERILAKU MANUSIA Resha Khofila; Muhammad Putra Dinata Saragi; M Alif Erhanda Lubis; Fildzah Ghaisani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i1.10247

Abstract

The use of gadgets that are not wise and proportional has caused a person's social, mental, and medical problems. Phubbing and smombies are one of the impacts of this problem. Phubbing stands for phone snubbing which refers to the behavior of people who are more focused on using gadgets than interacting with people or the environment around them. Smombie is a person who constantly uses a smartphone, cellphone, or gadget while walking. Or pedestrians who focus on their cellphones without paying attention to their surroundings. While Nomophobia refers to "anxiety about not having access to cell phones or cell phone services. Human behavior is essentially a process of individual interaction with the environment as a biological manifestation that he is a living being.  The behavior of someone who is exposed to phubbing, smombie, or nomophobia is the result of a response to the behavior of those who have been in the habit of using smartphones since childhood. Phubbing, smombie, and nomophobia greatly affect the life of everyone who experiences it such as safety, mental health, social interaction with other people, a person can be affected by this excessive use of cellphones.
Peran Grandparenting Dalam Mendukung Kemandirian Remaja Putus Sekolah Di Desa Petatal Batubara Sumatera Utara Indonesia Resha Khofila; Misrah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua pengganti (Grandparenting) dalam mendukung kemandirian remaja putus sekolah di Desa Petatal Batubara Sumatera Utara Indonesia khususnya kemandirian dari segi emosional. Subjek dari penelitian adalah remaja putus sekolah dan orang tua pengganti (Grandparenting) sedangkan objeknya adalah kasus pola asuh Grandparenting dalam pembentukan kemandirian remaja putus sekolah. Pembahasan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus instrinsik. Penelitian ini dilakukan karena ketertarikan atau kepedulian peneliti terhadap suatu kasus khusus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat adanya peran Grandparenting dalam mendukung kemandirian remaja putus sekolah khususnya dari segi emosional di Desa Petatal Batubara Sumatera Utara Indonesia ini. Kesimpulan dari penelitian ini Grandparenting sangat berperan dalam membentuk kemandirian remaja putus sekolah dan Granparenting sangat mendukung kemandirian remaja putus sekolah khususnya dari segi emosional. Peran yang diberikan Grandparents merupakan bentuk arahan seperti bimbingan agar remaja tersebut mampu mengontrol dirinya, pikirannya, tindakannya, serta kasih sayang dan memfasilitasi. Kata kunci: grandparenting, remaja putus sekolah, kemandirian emosional