Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literature Review: Pemberdayaan Ibu Sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi dan Perkembangan Anak Balita Dian Prihatini; Rita Yulifah; Ita Yuliani
Journal of Issues in Midwifery Vol. 7 No. 1 (2023): Volume 7 No 1
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2023.007.01.1

Abstract

Balita merupakan anak yang berada dalam rentang usia 0-5 tahun. Setiap anak balita memiliki perkembangan yang berbeda- beda. Pada tahun 2018, di Indonesia terjadi peningkatan presentase balita sangat pendek dan pendek yaitu 11,5% dan 19,3%, sedangkan diketahui pada tahun sebelumnya persentase kategori sangat pendek 9,8% dan balita pendek 19,8%. Salah satu penyebab keterlambatan/ penyimpangan perkembangan pada anak adalah pemenuhan nutrisi yang kurang tepat oleh ibu. Pemberdayaan ibu diperlukan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan ibu dalam pemenuhan nutrisi anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran terkait penelitian tentang upaya pemberdayaan ibu dalam peningkatkan status gizi dan perkembangan yang telah dilakukan peneliti sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Peneliti melakukan analisis 15 jurnal yang terdiri dari 10 jurnal nasional dan 5 jurnal internasional dan terbagi menjadi 2 jenis yaitu 6 jurnal yang pemberdayaan dan 9 jurnal yang membahas hubungan status gizi dengan perkembangan balita yang didapatkan dari database Google Schoolar, Pubmed dan Science Direct. Hasil kajian dari 15 jurnal didapatkan 6 jurnal hasilnya terdapat pengaruh pemberdayaan ibu terhadap status gizi balita dan 7 jurnal membuktikan terdapat hubungan status gizi terhadap perkembangan balita. Kesimpulannya adalah pemberdayaan ibu dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi dan perkembangan balitaKata kunci: Status gizi, Pemberdayaan Ibu, perkembangan balita.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Video terhadap Self Efficacy Anak Dalam Pencegahan Pelecehan Seksual di Sekolah Dasar Habiba Sabrina Kunaifi; Rita Yulifah; Nurul Pujiastuti
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 16 No 1 (2025): November 2025
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v16i1.1128

Abstract

Sexual abuse among children is a form of violence that often occurs but frequently remains undetected. Data from the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection show an increasing trend of child sexual abuse cases in Malang Regency from 2021 to 2024. Limited knowledge about sexuality and low self-efficacy make children more vulnerable because they may lack the confidence and skills to protect themselves in risky situations. Self-efficacy is important in preventing sexual abuse as it reflects a child’s confidence in responding to potential threats. Therefore, effective health education methods that engage children’s attention are needed, such as video-based learning. This study aimed to examine the effect of video-based health education on children’s self-efficacy in preventing sexual abuse. Using a pre-experimental one-group pretest–posttest design, 34 first- to third-grade students at State Elementary School Kalisongo 3 Malang participated. The results showed a significant increase in self-efficacy after the intervention (p = 0.000), indicating that video-based education effectively improves children’s ability and confidence to prevent sexual abuse.
PENGARUH PIJAT ENDORFIN TERHADAP HASIL SKRINING POST PARTUM BLUES PADA IBU NIFAS Tiara Anggrelia Nuraini; Nurul Pujiastuti; Afnan Toyibah; Rita Yulifah
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v12i1.1640

Abstract

Latar Belakang: Post partum blues merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu nifas. Hal ini biasanya terjadi pada ibu nifas primipara, ibu dengan pengalaman melahirkan anak pertama belum dapat menerima sepenuhnya akan perubahan bentuk dirinya sehingga membuat dirinya kecewa, sedih, merasa tidak percaya diri atau tidak lagi menarik. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan pada ibu nifas adalah dengan pemberian Pijat Endorfin. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Pijat Endorfin terhadap Hasil Skrining Post partum Blues pada Ibu Nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen one group pre-test post-test design. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik responden dan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale. Sampel pada penelitian ini 20 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni tahun 2024. Analisis data yang digunakan uji paired T-test. Hasil: Analisis menggunakan uji T test dari hasil skor pre-test dan post-test dengan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale diperoleh sig-(2. Tailed) =0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pada terapi pijat endorfin terhadap hasil skrining post partum blues pada ibu nifas di wilayah Puskesmas Kepanjen. Dengan adanya penelitian ini ibu nifas dan keluarga dapat melakukan pijat endorfin secara berkala untuk mencegah dan menangani post partum blues.
The Relationship Between Protein and Energy Intake Adequacy and REEDA Scores of Perineal Wounds Among Postpartum Mothers at Wijaya Kusuma Clinic, Kepanjen, Malang Regency Devinta Diah Ayu Nanda; Rita Yulifah; Heny Astutik; Sheilla Tania Marcelina
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 2 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i2.4584

Abstract

Perineal wounds are a common complication in postpartum women and require optimal healing to prevent infection and accelerate maternal recovery. Adequate energy and protein intake play a crucial role in wound healing through collagen formation and tissue regeneration. However, the relationship between adequate energy and protein intake and wound healing, as assessed using the REEDA score, requires further study. This study aimed to analyze the relationship between adequate energy and protein intake and the REEDA score for perineal wounds in postpartum women at the Wijaya Kusuma Clinic, Kepanjen, Malang Regency. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample of the study consisted of 30 postpartum mothers with first- and second-degree perineal wounds selected using a purposive sampling technique. Energy and protein intake data were obtained using a 24-hour food recall form, which was administered three times on days 2, 4, and 7 of the postpartum periods. The average value was then calculated to determine the category of adequate intake. Wound healing was assessed using the REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) instrument. Data were analyzed using the Spearman Rank test. The results of the study showed that based on the average results of food recall on days 2, 4, and 7, most respondents had sufficient energy intake (66.7%) and sufficient protein intake (60%). There was a significant relationship between sufficient energy intake and REEDA score (r = -0.520; p < 0.001), which indicates a negative relationship with moderate strength, as well as between sufficient protein intake and REEDA score (r = -0.279; p = 0.008), which indicates a negative relationship with weak strength. There is a relationship between adequate energy and protein intake and the REEDA score of perineal wounds in postpartum mothers. The better the energy and protein intake, the lower the REEDA score, indicating improved perineal wound healing