Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang Lailiyar Rofiah; Nur Hamim; Iit Ermawati
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 1 (2023): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i2.1156

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda persalinan. KPD menyebabkan asfiksia neonatorum. Angka kematian bayi pada tahun 2019 adalah 103 bayi, sebesar 36%.Tujuan penelitian ini mengetahui adanya hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, data diambil dari rekam medik dan lembar observasi di ruang bersalin Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang yang dilaksanakan pada bulan agustus 2022 dengan jumlah populasi 30 ibu bersalin dan sampel sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan KPD di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang Tahun 2022 sebagian besar mengalami KPD Aterm (63,3%). Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang Tahun 2022 hampir seluruhnya mengalami kejadian asfiksia sedang (76,7%). Hasil uji chi-square menunjukkan nilai P-value = 0,021 < α 0,05 artinya ada hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum. Kesimpulan penelitian, ada hubungan KPD dengan kejadian asfiksia neonatorum.