Devy Riri Yuliani
PGSD, STKIP Darussalam Cilacap

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa dan Berperilaku Peserta Didi Kelas V SD Negeri Mandala 01 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap Shoimatun Febriyani; Devy Riri Yuliani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v5i2.73467

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa dan berperilaku peseta didik kelas v SDN Mandala 01 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap Tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah (1) wujud kesantunan berbahasa pragmatik imperatif dalam interaksi belajar mengajar pada kelas V SDN Mandala 01, serta data dari perilaku peseta didik sehingga dapat mengetahui perilaku setiap peserta didik pada kelas V SDN Mandala 01. Data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa dalam interaksi belajar mengajar pada kelas V SDN Mandala 01. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik pengamatan dan teknik catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yakni pengumpulan data, prereduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) wujud kesantunan berbahasa pragmatik imperatif guru siswa dan antar siswa dalam interaksi belajar mengajar di kelas V SDN Mandala 01, yaitu wujud tuturan fungsi komunikatif yang ditemukan menyaakan makna pragmatikimperatif suruhan, ajakan, permohonan, persilaan, dan larangan. (2) wujud kesantunan pragmati imperatif siswa dalam interaksi belajar mengajar dikelas V SDN Mandala 01, yaitu wujud tuturan fungsi komunikatif. Adapun penyebab penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa terdiri atas 7 macam, yaitu sengaja menuduh lawan tutur, sengaja berbicara sesuai konteks, tidak memberikan rasa simpati, protektif terhadap pendapat, dorongan rasa emosi penutur, kritik secara langsung dengan menggunakan kata-kata kasar, dan saling mengejek. selain wujud kesantunan pragmatik imperatif, ada bentuk kesantunan secara perilaku, seperi peneliti menemukan ada 10 orang menggunakan kata-kata kurang sopan, tidak baku, serta tidak santun. maka dari itu, hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan kepada guru dan siswa agar memperhatikan penggunaan tindak tutur yang santun terhadap lawan tutur dalam interaksi belajar mengajar.