Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Program ‘Kampung Inggris’: Upaya Mendukung Pariwisata di Kabupaten Agam Sumatera Barat Tara Mustikaning Palupi; Ilza Mayuni; Imas Wahyu Agustina; Pieter Pieter
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i2.425

Abstract

Era digital dan pasca pandemi COVID-19 telah menggeser pertumbuhan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi dunia yang cukup pesat, sehingga menyebabkan mobilisasi manusia semakin tinggi. Hal ini berdampak pada banyaknya tempat wisata baru yang mulai dibuka pasca longgarnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Sumatera Barat. Pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat Program Kemitraan Dunia Usaha, PEMDA dan Instansi Pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Universitas Negeri Jakarta diharapkan mampu memunculkan kesadaran para pelaku usaha untuk berdaya saing lebih kuat, dengan pengembangan program ‘KAMPUNG INGGRIS’ dalam upaya mendukung pariwisata di Kabupaten Agam. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan program kegiatan komunitas berbasis Desa yaitu di Nagari Lawang, Biaro Gadang, Manggopoh, Batu Palano dan Gadut, Kabupaten Agam. Pendampingan ini dilaksanakan selama 3 hari penuh secara tatap muka, tanggal 26 – 28 Juni 2022 dengan menggunakan metode Participatory Action Research untuk mengetahui masalah yang dihadapi subyek penelitian dan menjadikanya target untuk dipecahkan sesuai kebutuhan subjek. Pengabdian ini dilakukan untuk membantu pengelola dalam melihat: a) kelemahan dan potensi program kerja Kampung Inggris b) menyusun strategi dan metode untuk memecahkan masalah dalam pengembangan program Kampung Inggris dan c) membantu pengelola dalam menyelenggarakan pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas. Hasil angket dan refleksi akhir program menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan peserta dalam pengembangan program kampung Inggris di nagari masing-masing. Berdasarkan evaluasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, kegiatan ini dijadikan sebagai program unggulan untuk dua tahun ke depan dan melibatkan lebih banyak nagari yang akan membuka program kampung Inggris.
Progressivism Beliefs and Goals in English Learning and Teaching Related Merdeka Curriculum: A PRISMA-Guided Systematic Literature Review Abraham Adiel Yudhawastu Pramuyda; Ilza Mayuni; Bambang Nur Alamsyah Lubis; Martjin Van Driel
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v8i1.2206

Abstract

Progressivism, often associated with Deweyan “learning by doing”, democratic classrooms, and the primacy of learners’ interests, has re-emerged as an implicit philosophical foundation of Indonesia’s recent curriculum reform, particularly the Merdeka Curriculum and the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) policy. Yet empirical and conceptual evidence about how progressivism beliefs and goals are translated into English language teaching (ELT) across Indonesian schooling and higher education remains fragmented. This study, therefore conducts a PRISMA-guided systematic literature review (SLR) to synthesise progressivism beliefs (what teachers, curricula, and institutions assume about learning and learners) and progressivism goals (what outcomes are prioritised) in ELT related to the Merdeka Curriculum. Following a PRISMA-P-informed protocol, we applied a PICOC framework to develop search strings and eligibility criteria, and screened publications (2017–2025) from ScienceDirect, DOAJ, ERIC, Google Scholar, and Indonesian peer-reviewed journal portals. After de-duplication, title abstract screening, full text assessment, and quality appraisal using the Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT), 27 studies were included for thematic synthesis. The review identifies five convergent themes: (1) learner agency and autonomy as a core belief and goal; (2) experiential and inquiry driven ELT through project/problem/task based learning; (3) authentic, formative, and performance based assessment practices; (4) character, civic, and intercultural formation aligned with the Pancasila Student Profile; and (5) teacher role transformation from knowledge transmitter to designer, facilitator, and reflective practitioner. However, the evidence also highlights persistent constraints teacher readiness, assessment literacy, resource inequity, and policy practice misalignment that weaken progressivist enactment. The novelty of this SLR lies in its explicit mapping of progressivism constructs to Merdeka Curriculum ELT practices, producing a practical framework for curriculum implementation, teacher education, and research.