Rohmatul Khoeriyah
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP DARUSSALAM CILACAP

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Perubahan Sifat Benda Kelas V SD Negeri Babakan 02 Karangpucung Rohmatul Khoeriyah; Shoimatun Febriyani; M. Ilham Rahman Riyadi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v3i4.73459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model inkuiri terbmbing yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran IPA materi perubahan sifat benda di SD Negeri Babakan 02 Karangpucung Tahun Pelajaran 2019/2020. Pendekatan yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Reaserch) kolaborasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Babakan 02 tahun pelajaran 2019/2020. Desain penelitian yang digunakan adalah model John Elliot yang berisi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan pengamatan, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan panduan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata skor keterampilan berpikir kritis siswa yang pada kondisi awal 57,86. Setelah dilakukan perbaikan oleh peneliti pada  tahap  menguji hipotesis dan merumuskan kesimpulan yang berkaitan dengan materi dengan cara meningkatkan keterampilan bertanya dan membina suasan responsif dalam apersepsi, kemudian pada tahap menguji hipotesis perbaikan yang dilakukan berupa perhatian penelitia terhadap siswa, jumlah anggota kelompok yang disesuaikan, memberikan tugas tambahan pada anak yang hiperaktif dan memberikan bimbingan dengan membacakan satu persatu langkah percobaan. Pada tahap merumuskan kesimpulan, perbaikan yang dilakukan peneliti berupa melatih kembali keterampilan peneliti dalam meluruskan jawaban siswa dan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing pada siklus I rata-rata skor keterampilan berpikir kritis siswa meningkat mencapai angka 79,09 yang artinya terjadi peningkatan sebesar 21,23 perse masuk dalam kategori baik.