Aktivani Inas Almira
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Collaborative Governance dalam Pengambangan Kawasan Jagung Berbasis Korporasi Petani di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Aktivani Inas Almira; Ananta Prathama
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 5 No 1 (2023): JGLP, MEI 2023
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v5i1.673

Abstract

Upaya perlindungan dan pemberdayaan petani bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui collaboration governance. Karena Pemerintah memiliki keterbatasan peran sehingga membutuhkan adanya keterlibatan dari pihak lain. Dalam konsep ini aktor publik (pemerintah) dan aktor privat (swasta) merupakan satu kesatuan yang bekerjasama dan tidak dapat dipisahkan untuk kepentingan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis keberhasilan pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi petani di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban dalam perspektif kolaborasi (collaboration governance). Penelitian ini dianalisis melalui teori dari Ansell dan Gash (2007) yang menyatakan bahwa terdapat empat kriteris keberhasilan collaborative governance. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik collaborative governance dalam pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi petani di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban menjadikan petani mandiri menjualkan hasil produk taninya. Selain itu dengan adanya praktik collaborative governance ini, petani terhindar dari permasalahan-permasalahan pertanian. Seperti permodalan, lahan pertanian, permainan tengkulak, teknologi, penanganan pasca panen, dan manajerial dalam mengelola usaha taninya. Keberhasilan pengembangan tersebut telah sesuai dengan empat kriteria keberhasilan collaborative governance, diantaranya yaitu kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi.