Anna Kurnia
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan nafsu makan pada pasien tumor kelenjar liur dengan pemberian aromaterapi lemon dan jahe Nurul Putri Ramadhani; Anna Kurnia
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.6246

Abstract

Rusaknya fungsi kelenjar liur (Salivary Gland Demage) biasanya ditandai dengan adanya nyeri, ketidaknyamanan saat menelan, dan sulit mengenal rasa yang menyebabkan penurunan nafsu makan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan nafsu makan penderita tumor kelenjar liur dengan pemberian aromaterapi lemon dan jahe. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien dengan kriteria pasien tumor kelenjar liur yang mengalami penurunan nafsu makan, IMT di bawah rentang normal dan mengalami penurunan berat badan selama 6 bulan terakhir. Alat ukur menggunakan kuesioner penurunan nafsu makan dengan indikator porsi makan pasien. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa nafsu makan pasien membaik, tampak lebih bersemangat dan mukosa bibir lembab. Aromaterapi lemon dan jahe mampu meningkatkan nafsu makan pasien dengan tumor kelenjar liur yang mengalami defisit nutrisi.
Penanggulangan Penyakit Degenaratif di Rw 8 Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Kota Semarang Much Nurkharistna Al Jihad; Anna Kurnia; Ayu Handari; Dian Permata Sari; Silvy Andriani; Anita Kusuma; Setyo Prabowo; Eka Wiji
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v2i1.12949

Abstract

Keperawatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan pada kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan keperawatan. Pendidikan Kesehatan adalah salah satu upaya promotive untuk menanggulangi Penyakit Degeneratif. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas terhadap warga RW 08 Kelurahan Kedungmundu dengan melakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit degenerative dengan kriteria pra lansia dan lansia. Hasil studi kasus menunjukan adanya perubahan pola pikir masyarakat terhadap penyakit degenaratif serta adanya peningkatan pengetahuan sebesar 20% tentang penyakit degenerative. Pendidikan Kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan warga terhadap masalah kesehatan.
Assessment of Stroke Risk Based on The Stroke Risk Score Card (SRSC) in Female Social Group Anna Kurnia
Journal of Nursing and Health Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v10i1.423

Abstract

Stroke is one of the leading causes of death and the primary cause of disability, ranking third in Indonesia after heart disease and cancer. Preventing stroke and managing its risk factors are crucial for maintaining health from the productive years through to old age. The Stroke Risk Score Card (SRSC) is a screening instrument designed to enhance awareness of stroke risk and reduce stroke incidence through assessment and recording of stroke risks. Early risk assessment can improve quality of life, reduce economic burden, and foster a more health-conscious and responsive community. The Community Service included 38 female participants; the majority of whom were over 45 years old. Measurement results indicated that most participants had high cholesterol levels (>200), were classified as overweight based on Body Mass Index (BMI) and exhibited a lack of physical activity. The SRSC assessment revealed a low stroke risk (10.5%), moderate stroke risk (55.3%), and high stroke risk (34.2%). Health examinations and stroke risk assessments provided an initial overview of the health status within the female social group (PKK).