Much Nurkharistna Al Jihad
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Overview of experiences of pregnant women about the role of nurses as educators on healthy behaviors of the Era of Sustainable Development Goals pregnancy Much Nurkharistna Al Jihad; Sri Rejeki; Elis Hartati
Media Keperawatan Indonesia Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.442 KB) | DOI: 10.26714/mki.3.3.2020.129-136

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still high. One of the indirect causes of maternal death is the behaviour of pregnant women. Information is needed about the role of nurses as educators on the healthy behaviour of pregnant women. The purpose of the study was to find a picture of the experience of pregnant women related to the role of nurses as educators on the healthy behaviour of pregnant women. This type of research is a qualitative phenomenological. As the population is pregnant women in the city of Semarang, samples were taken by convenience sampling technique of 6 people. Data collection was carried out by in-depth interviews. Analysis of qualitative data with the Colaizzi model. The results found 3 themes describing the role of nurses as educators on healthy behaviour of pregnant women, namely the role of nurses as educators, efforts made by pregnant women in pregnancy care, and expectation of mothers towards the role of nurses. The conclusion of this research is the role of nurses in healthy behaviour of pregnant women, healthy behaviour of mothers in the form of physical health care, nutritional needs of pregnant women, supporting food needs, routine examination of pregnant women (antenatal care), and establishing emotional relations with the fetus.
Cegah Stunting Berbasis Teknologi, Keluarga, Dan Masyarakat Much Nurkharistna Al Jihad; Ernawati Ernawati; Heryanto Adi Nugroho; Edy Soesanto; Siti Aisah; Sri Rejeki; Dewi Setyawati; Novitasari Novitasari
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v1i2.8683

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Pada masa pandemi Covid-19 membuat target pencapaian penurunan angka stunting menjadi melambat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan stunting. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengkajian, pertemuan bersama warga, refreshing kader posyandu balita, sosialisasi program cegah stunting ners melalui handphone warga, pendampingan keluarga, serta pelaksanaan posyandu balita. Evaluasi program adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan stunting, kader posyandu dapat mengingat kembali serta melakukan tugas pada kegiatan posyandu balita. Adanya kendala tidak semua warga memiliki handphone android sehingga pelaksanaan masih ada yang dilakukan secara langsung.
Penanggulangan Penyakit Degenaratif di Rw 8 Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Kota Semarang Much Nurkharistna Al Jihad; Anna Kurnia; Ayu Handari; Dian Permata Sari; Silvy Andriani; Anita Kusuma; Setyo Prabowo; Eka Wiji
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v2i1.12949

Abstract

Keperawatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan pada kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan keperawatan. Pendidikan Kesehatan adalah salah satu upaya promotive untuk menanggulangi Penyakit Degeneratif. Pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas terhadap warga RW 08 Kelurahan Kedungmundu dengan melakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit degenerative dengan kriteria pra lansia dan lansia. Hasil studi kasus menunjukan adanya perubahan pola pikir masyarakat terhadap penyakit degenaratif serta adanya peningkatan pengetahuan sebesar 20% tentang penyakit degenerative. Pendidikan Kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan warga terhadap masalah kesehatan.
Kegiatan Penyegaran Kader Lansia Dengan Penyakit Degenarative Pada Lansia Di RW 07 Desa Mranggen Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Shefira Liana Dewi; Siti Aisah; Dewi Setyawati; Ernawati Ernawati; Much Nurkharistna Al Jihad; Amin Samiasih; Astride Wulandari R
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v2i2.10889

Abstract

Penelitian pra eksperimental ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest dan dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Jumlah kader posyandu yang menjadi responden sebanyak 12 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Mranggen 1 . Pemberian informasi mengenai penyakit degeneratif (hipertensi) dilakukan sebanyak 1 kali dengan durasi 2 jam dengan metode ceramah dan tanya jawab menggunakan media gambar pada slide show power point. Sebelum dan setelah pemberian informasi, responden diberi pertanyaan pretest dan posttest. Hasil penelitian membuktikan tingkat pendidikan (p=0,000) dan lama menjadi kader (p=0,002) secara signifikan berhubungan dengan peningkatan pengetahuan kader posyandu terkait informasi dasar posyandu. Pemberian informasi dasar posyandu secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan kader posyandu (p=0,000). Disarankan untuk melakukan penelitian dengan durasi intervensi lebih panjang dan dengan variabel lain.
Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Seksual dan Reproduksi Melalui Pendidikan Kesehatan di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Desa Kangkung Asfina Andini; Edy Soesanto; Dewi Setyawati; Siti Aisah; Much Nurkharistna Al Jihad; Ernawati Ernawati; Yanuan Ben Olina
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v3i2.13819

Abstract

Masalah kesehatan seksual dan reproduksi pada anak masih banyak terjadi di Indonesia. Permasalah ini dapat berdampak negatif terhadap kehidupan anak dimasa yang akan datang baik dari segi fisik, psikis maupun sosial. Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi merupakan salah satu program pokok Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta dapat menjadi bekal bagi anak agar terhindar dari perilaku yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seksual dan reproduksinya. Metode yang digunakan diantaranya ceramah, audio-visual, demonstrasi serta role play terkait area pribadi tubuh, cara merawat organ reproduksi, tanda dan masa pubertas, kekerasan/pelecehan seksual pada anak. Edukasi ditujukan kepada seluruh siswa dan siswi MI Miftahul Huda kelas 3, 4, 5 dan 6. Hasil kegiatan menunjukkan, pengetahuan baik pada anak kelas 5 dan 6 sebesar 60.8%, dan anak kelas 3 dan 4 sebesar 58.3%.  Kesimpulan, mayoritas tingkat pengetahuan anak meningkat setelah edukasi diberikan.
The Impact of Body Mass Index on Osteoarthritis Severity Levels Siti Juhro; Much Nurkharistna Al Jihad; Machmudah Machmudah; Dera Alfiyanti
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.4.2024.276-281

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease characterized by cartilage damage, with pain being one of the most frequent complaints among patients. Globally, approximately 151.4 million people suffer from OA, including 27.4 million in Southeast Asia, making it a leading cause of disability among adults. Body Mass Index (BMI) is a significant risk factor influencing the development and severity of OA. This study aimed to analyze the relationship between BMI and osteoarthritis severity. A descriptive cross-sectional design was employed, with data collected from medical records of 106 osteoarthritis patients, selected through total sampling. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test for normality, followed by the Pearson correlation test for normally distributed data. The analysis revealed a significant relationship between BMI and the degree of osteoarthritis (p = 0.001, r = 0.308), indicating a low-strength correlation. These findings suggest that higher BMI is associated with increased severity of osteoarthritis. Further research and targeted interventions are recommended to manage BMI as part of osteoarthritis prevention and treatment strategies.
The Nutritional Status And The Role Of Supervisor In Swallowing Drugs In Pulmonary Tuberculosis Patients Dewi Wijayanti Wijayanti; Siti Aisah; Much Nurkharistna Al Jihad; Vivi Yosafianti Pohan
South East Asia Nursing Research Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang banyak ditemukan di masyarakat. Pasien tuberkulosis paru dapat mengalami perburukan kondisi dikarenakan adanya faktor risiko yang dapat mempengaruhi kondisi pasien yaitu status gizi dan peran pengawas menelan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi dan peran pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 pasien tuberkulosis paru dan 43 orang pengawas menelan obat. Hasil penelitian menunjukkan status gizi pasien tuberkulosis paru pada kelompok toddler berada pada kategori seimbang antara gizi baik dan gizi buruk yaitu masing-masing 50%, status gizi tertinggi pada kelompok anak usia sekolah dan remaja berada pada kategori gizi baik dan gizi buruk masing-masing 40%. Status gizi pasien tuberkulosis paru dewasa sebagian besar berada pada kategori gizi normal sebanyak 53,3%. Status gizi pasien tuberkulosis paru pra lansia berada pada kategori tertinggi yaitu 66,7%. Status gizi pasien tuberkulosis paru lansia sebagian besar berada pada kategori normal 66,7%. Pengawas menelan obat sebagian besar memiliki peran baik 53,5%. Peran baik meliputi peran pelaksanaan strategi pengobatan jangka pendek DOTS dan peran pemberian semangat. Peran yang masih kurang meliputi peran menjamin ketersediaan obat sesuai kebutuhan dan peran menjamin ketepatan pemeriksaan dahak.
Peningkatan Keterampilan Kader Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam Pemulasaran Jenazah Upaya Mencegah Penyebaran Penyakit Menular Much Nurkharistna Al Jihad; Siti Aisah; Nur Dian Rakhmawati; Septia Ayu
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v4i2.16073

Abstract

Pemulasaran jenazah merupakan serangkaian proses yang dilakukan setelah seseorang meninggal, mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga menguburkan. Proses ini harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip kesehatan, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan kader Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Genuk Kota Semarang dalam pemulasaran jenazah, diharapkan dapat tercipta sistem yang efektif untuk menangani jenazah dengan cara yang aman dan sesuai dengan standar kesehatan, sehingga mencegah penyebaran penyakit menular di masyarakat. Tahapan kegiatan yang meliputi Perencanaan dan persiapan, tahap pelaksanaan pelatihan, tahap pengembangan modul pelatihan digital, tahap distribusi dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), tahap kolaborasi dengan Institusi kesehatan, tahap kampanye kesadaran masyarakat, tahap pemantauan dan evaluasi berkelanjutan dan tahapan terakhir dukungan psikososial. Tingkat pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan pemulasaran jenazah dari rerata 69 meningkat menjadi 74,25.