Soegiarto Soegiarto, Soegiarto
Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan Metode Latihan Piramida Tunggal dan Ganda terhadap Peningkatan Angkatan Klasik Atlet Angkat Besi Sahri, Sahri; Sriyanto, Sriyanto; Soegiarto, Soegiarto; Hadi, Hadi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

results pyramid training methods singles and doubles against classical force increase in weight lifters. The experimental quantitative research examines differences in the results of independent variables and the method of training a single pyramid gandadengan dependent variable classical force increase in weightlifting. The population is female athlete weightlifting PPLP Central Java. A sample of 5 athletes with total sampling technique. data collection using pretest and posttest, methods of data analysis using SPSS program. The results of the data analysis performed by t test showed pretest data is obtained t = 0.745 with a significance value 0.510> 0.05, posttest data is obtained t = 0.631 with a significance value 0.573> 0.05, an increase of data obtained t = -1.057 with a significance value of 0.368 > 0.05, which means that the average pretest, posttest, and the increase of the two groups were not significantly different. The conclusions of this study was no significant difference in the improvement of the classical force after getting treatment with a single pyramid laden training methods and double. The methods can be used to practice weightlifting.
Perbedaan Metode Latihan Piramida Tunggal dan Ganda terhadap Peningkatan Angkatan Klasik Atlet Angkat Besi Sahri, Sahri; Sriyanto, Sriyanto; Soegiarto, Soegiarto; Hadi, Hadi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 1 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v4i1.4384

Abstract

results pyramid training methods singles and doubles against classical force increase in weight lifters. The experimental quantitative research examines differences in the results of independent variables and the method of training a single pyramid gandadengan dependent variable classical force increase in weightlifting. The population is female athlete weightlifting PPLP Central Java. A sample of 5 athletes with total sampling technique. data collection using pretest and posttest, methods of data analysis using SPSS program. The results of the data analysis performed by t test showed pretest data is obtained t = 0.745 with a significance value 0.510> 0.05, posttest data is obtained t = 0.631 with a significance value 0.573> 0.05, an increase of data obtained t = -1.057 with a significance value of 0.368 > 0.05, which means that the average pretest, posttest, and the increase of the two groups were not significantly different. The conclusions of this study was no significant difference in the improvement of the classical force after getting treatment with a single pyramid laden training methods and double. The methods can be used to practice weightlifting.
Analisis Safety Culture Maturity Pada Pengendara Sepeda Motor Sebagai Implementasi Manajemen Lalu Lintas Berdasarkan UU No.22 Tahun 2009 Susmono, Handito; Hasibuan, Bernard; Soegiarto, Soegiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64149

Abstract

Keselamatan berkendara di Indonesia masih menjadi isu penting, terutama di kalangan pengendara sepeda motor yang terlibat dalam sebagian besar kecelakaan lalu lintas. Meskipun telah ada regulasi dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, budaya keselamatan (Safety Culture) di kalangan pengendara masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan budaya keselamatan pengendara sepeda motor di Indonesia, dengan fokus pada perilaku aman dan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan budaya keselamatan pengendara sepeda motor, khususnya dalam aspek psychological maturity dan behavior maturity, berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods), dengan survei kuesioner yang mencakup elemen-elemen keselamatan dan pengamatan lapangan terhadap perilaku pengendara. Survei dilakukan terhadap 400 responden dari wilayah BODETABEK (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan instrumen penelitian yang digunakan dapat mengukur Safety Culture Maturity dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengendara sepeda motor berada pada level Proactive hingga Generative dalam hal budaya keselamatan. Meskipun ada kesadaran tinggi terhadap keselamatan, beberapa elemen, seperti pelatihan berkendara defensif, masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun kesadaran keselamatan berkendara cukup tinggi, peningkatan sistem pendidikan, penegakan hukum, dan infrastruktur keselamatan masih diperlukan untuk menciptakan budaya keselamatan yang lebih berkelanjutan.