p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-GIGI
Louise C. Hutomo
Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekspektasi dan Pemahaman terhadap Perawatan Ortodontik Cekat pada Siswa Sekolah Menengah Atas Putu I. Anggaraeni; Putri Rejeki; Louise C. Hutomo; Debora Natalia
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.47571

Abstract

Prevalence of malocclusion in Indonesia is quite high resulting a higher need of orthodontic treatment. Factors that influences the success of orthodontic treatment are inter alia the patient's expectation and level of understanding of orthodontic treatment. Most orthodontic users are high school students in the age of 15-18 years. This study aimed to determine the levels of expectation and understanding of fixed orthodontic treatment in senior high school students. This was a descriptive and observational study with a cross-sectional design. Samples were 77 senior high school students obtained by using the Slovin formula. Data were analyzed univariately using a crosstabulation table. The results showed that of 77 respondents, 67 (87.0%) had realistic expectations, nine (11.7%) had medium level of expectations, and only one (1.3%) had unrealistic expectation. There were 74 (96.1%) respondents with good understanding of fixed orthodontic treatment, three respondents (3.9%) had moderate understanding, and none had poor understanding. In conclusion, most senior high school students in Denpasar city have realistic expectations and good understanding of fixed orthodontic treatment. Keywords: expectations; fixed orthodontic treatment; understanding; senior high school students   Abstrak: Prevalensi maloklusi di Indonesia masih cukup tinggi yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan perawatan ortodontik. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan perawatan ortodontik antara lain ekspektasi pasien serta tingkat pemahaman pasien terhadap perawatan ortodontik. Umumnya pengguna ortodontik ialah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada pada kisaran usia 15-18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ekspektasi serta pemahaman terhadap perawatan ortodontik pada siswa SMA. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 77 siswa SMA di kota Denpasar, diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dengan menggunakan tabel tabulasi silang dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian mendapatkan ekspektasi realistik berjumlah 67 responden (87,0%), ekspektasi sedang sembilan responden (11,7%), dan hanya satu responden (1,3%) yang memiliki ekspektasi kurang realistik. Terdapat 74 responden (96,1%) dengan pemahaman terhadap perawatan ortodontik cekat yang baik, tiga responden (3,9%) dengan pemahaman sedang, dan tidak ada responden yang memiliki pemahaman kurang. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar siswa SMA di kota Denpasar memiliki ekspektasi yang realistik dan pemahaman yang baik terhadap perawatan ortodontik cekat. Kata kunci: ekspektasi; pemahaman; perawatan ortodontik cekat; siswa Sekolah Menengah Atas
Persepsi, Kesadaran, dan Praktik Mempertahankan Oral Hygiene selama Penggunaan Ortodontik Cekat pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Louise C. Hutomo; Mia A. Prasetya; I Gusti Ayu K.I. Purbasari; Millen Budiman
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.47530

Abstract

Abstract: Prevalence of malocclusion in Indonesia is very high and fixed orthodontic treatment is the best choice for various types of malocclusions. Failure to maintain oral hygiene during orthodontic treatment can damage the tooth tissue and harm the periodontal health. This study aimed to explore the perception, awareness, and practice of medical students in maintaining oral hygiene during fixed orthodontic treatment. This was a descriptive and observational study with a cross sectional design. Respondents were 44 medical students at Udayana University selected by using the random sampling method. Data were analyzed using the SPSS application and presented in single and cross distribution tables. The results showed that of the 44 respondents, the majority were female (88.6%), 19 years old (34.1%), and from general practice department (40.9%). There were 39 respondents (88.6%) with good awareness, and five respondents (11.4%) with fair awareness. Respondents with positive perception were 33 students (75%), and with neutral perception were 11 students (25%). Respondents with good practice were four students (9.1%), with fair practice were 35 students (79.5%), and with poor practice were five students (11.4%). In conclusion, most medical students at Udayana University have good awareness, positive perception, and fair practice. Keywords: perception; awareness; practice; oral hygiene; fixed orthodontic treatment.   Abstrak: Prevalensi maloklusi di Indonesia sangat tinggi dan perawatan ortodontik cekat menjadi pilihan terbaik untuk berbagai jenis maloklusi. Kegagalan dalam menjaga oral hygiene selama perawatan ortodontik dapat merusak jaringan gigi dan merusak kesehatan periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi, kesadaran, dan praktik mahasiswa kedokteran dalam mempertahankan oral hygiene selama menggunakan ortodontik cekat. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penellitian ialah 44 mahasiswa Fakultas Kedokteran Univeritas Udayana, dipilih dengan metode random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dan disajikan dalam tabel distribusi tunggal dan silang. Hasil penelitian mendapatkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (88,6%), berusia 19 tahun (34,1%), dan berasal dari Program Studi Kedokteran Umum (40,9%). Responden dengan kesadaran baik sebanyak 39 mahasiswa (88,6%), dan dengan kesadaran cukup sebanyak lima mahasiswa (11,4%). Responden dengan persepsi positif sebanyak 33 mahasiswa (75%), dan dengan kriteria netral sebanyak 11 mahasiswa (25%). Responden yang melakukan praktik baik sebanyak empat mahasiswa (9,1%), praktik cukup sebanyak 35 mahasiswa (79,5%) dan yang melakukan praktik buruk sebanyak lima mahasiswa (11,4%). Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memiliki kesadaran yang baik, persepsi yang positif dan praktik yang cukup. Kata kunci: persepsi; kesadaran; praktik; oral hygiene; ortodontik cekat