Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kearifan Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta: Kajian Perdais DIY No. 3 Tahun 2017 Tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan Triwahyuningsih Triwahyuningsih; Siti Zuliyah; Nurul Satria Abdi; Dikdik Baehaqi Arif
Jurnal Civic Hukum Vol. 8 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v8i1.24800

Abstract

Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menonjol berasal dari nilai-nilai luhur Kerajaan Mataram Islam dan nilai-nilai filosofi Jawa yang adiluhung. Pentingnya nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) agar kearifan lokal sebagai lokal genius dapat menjadi salah satu pegangan utama dalam menghadapi hegemoni globalisme. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis bentuk penguatan kearifan lokal di DIY berdasarkan Perdais DIY No. 3 Tahun 2017. Metode penelitian ini dengan pendekatan yuridis normatif, dan didukung wawancara lapangan. Menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), yaitu mengkaji dan menganalisis semua peraturan yang bersangkut dengan objek. Analisis kualitatif deskriptif melalui langkah-langkah, reduksi data, klasifikasi data, penafsiran data, display data dan ditarik kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal berdasarkan Perdais DIY No. 3 Tahun 2017 berupa falsafah Jawa yang berasal dari Kerajaan Mataram Islam dan petuah adiluhung bahasa Jawa untuk pedoman menjadi manusia baik terhadap diri sendiri, sesama maupun kepada Tuhan. Bentuk penguatan kearifan lokal di DIY dengan cara revitalisasi, adaptasi, reaktualisasi dan internalisasi, baik melalui pendidikan formal dari TK sampai Perguruan Tinggi, melalui kegiatan masyarakat dari tingkat Rukun Warga sampai Provinsi dan melalui keluarga dengan pembiasaan, keteladanan, nasehat, cerita
Rekonsepsi Gugatan Citizen Law Suit sebagai Sengketa TUN dalam Perspektif Hukum Kesejahteraan Bita Gadsia; Siti Zuliyah
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 10 (2025): Tema Filsafat, Politik dan Etika Profesi Hukum
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i10.1327

Abstract

The background to this research is that the enactment of Law No. 30 of 2014 concerning State Administration has provided space for public advocacy lawsuits, such as citizen lawsuits and class actions, to be included in the disputes in state administrative courts. This demonstrates the government's commitment to upholding citizens' rights as subjects who can participate in reviewing and controlling government policies. However, the resolution of citizen lawsuits continues to be fraught with various obstacles, one of which is the overlapping dualism of adjudicating authority between general courts and state administrative courts. Based on this description, it is important to further examine the urgency of citizen lawsuits within the framework of welfare law. The objectives of this research are: a) to explain the implementation of citizen lawsuits in general in Indonesia; b) to explain the urgency of citizen lawsuits within the framework of a welfare state. The stages of this research method are divided into three: preparation, implementation, and completion. Starting from the preparation stage during the pre-research phase, literature related to legal issues related to citizen lawsuits was collected to formulate the research problem. The second phase is the implementation phase, which continues with a literature review aimed at reconceptualizing citizen lawsuits in resolving state administrative disputes. The next step is to develop a concept by synchronizing the laws of the State Administrative Law and the State Administration Law.