Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Educatio FKIP UNMA

Latihan Daya Tahan Kekuatan Otot Tungkai Untuk Meningkatkan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 Meter Farine Shava Kusmita; Ahmad Alwi Nurudin; Muhammad Saleh
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 3 (2022): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i3.2864

Abstract

Berdasarkan pada hasil pengamatan, peneliti menemukan masalah yakni kurangnya kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet Aquatic Club Cigunung Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan daya tahan kekuatan otot tungkai terhadap kecepatan renang gaya bebas 50 meter. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-ekperimental. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes sprint renang gaya bebas 50 meter dengan menggunakan sampel atlet renang putra Aquatic Club Cigunung Indah Kabupaten Sukabumi sebanyak 10 atlet. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Penelitian dilakukan di Kolam Renang Cigunung Indah yang berada di Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan pada hasil tersebut maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh latihan daya tahan kekuatan otot tungkai yang signifikan terhadap kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet renang Aquatic Club Cigunung Indah Kabupaten Sukabumi.
Level Kebugaran: Daya Tahan Kardiorespirasi Calon Anggota Motor Sukabumi Tiger Club Fiman Maulana; Muhammad Saleh; Hidayat Hidayat
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 3 (2022): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i3.3109

Abstract

Olahraga sepeda motor membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang baik, seperti halnya anggota club motor pasti akan berkendara dengan jarak yang jauh, sehingga dibutuhkan kebugaran daya tahan kardiorespirasi yang baik. Permasalahan yang timbul adalah belum teridetifikasi level kebugaran pada Sukabumi Tiger Club. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran daya tahan kardiorespirasi calon anggota motor Sukabumi Tiger Club (STC). Metode Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, penelitian survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Penelitian ini dilakukan di lapangan olahraga Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Sampel penelitian ini calon anggota STC berjumlah 13 orang. Penelitian ini menggunakan total sampling. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Penelitian dilaksanakan di lapangan kebugaran Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Instrument penelitian menggunakan Multistage Fitness Tes (MFT) atau bleep test. Hasil penelitian menunjukan bahwa calon anggota motor STC berada pada kategori sangat kurang dengan jumlah 11 orang (90%) dan kategori kurang 2 orang (10%). Dari hasil penelitain tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran kardiorespirasi calon anggota STC dalam kategori kurang sekali.
Tingkat Kebugaran Siswa SMK Pasca Penghapusan Mata Pelajaran PJOK Maulana Akbar Herlambang; Wening Nugraheni; Muhammad Saleh
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5750

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa di SMK Negeri 2 Kota Sukabumi Penelitian ini menggunakan penelitian deskritif kuantitatif dengan metode survei cross sectional, dengan instrumen tes Cooper test (lari 12 menit) untuk teknik pengambilan data. Populasi dalam penelitian ini adalah SMK Negeri 2 Kota Sukabumi. Anggota sampel dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 196 siswa dengan siswa yang memiliki usia 17 tahun yang dilakukan secara acak menggunakan metode purposive Sampling. Teknik analisis penelitian ini menggunakan persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa putra ada pada klasifikasi baik sekali sebesar 11,43%, klasifikasi baik sebesar 31,43%, klasifikasi cukup sebesar 20%, sedangkan yang mempunya kriteria kurang 11,43% dan kurang sekali sebesar 25,71 serta klasifikasi siswa putri menunjukan klasifikasi baik sekali sebesar 5,59%, klasifikasi baik sebesar 3,73%, klasifikasi cukup sebesar 40,37%, sedangkan yang mempunyai keriteria kurang 19,25% dan kurang sekali sebesar 31,06% yang berarti tingkat kebugaran jasmani siswa di SMK Negeri 2 Kota Sukabumi sebagian besar memiliki tingkat kebugaran yang sangat renda dengan tingkat persentase sebesar 84,693%.
Dampak Penghapusan Mata Pelajaran PJOK Terhadap Kebugaran Siswa Kelas XII SMK Abdul Zalal; Wening Nugraheni; Muhammad Saleh
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5798

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk individu berkualitas yang mampu mengatasi tantangan masa depan dan situasi saat ini. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), yang memiliki peran signifikan dalam membentuk potensi peserta didik. Kebugaran jasmani merupakan hasil dari aktivitas fisik yang memengaruhi kinerja, daya tahan, dan kekuatan tubuh. Kebugaran juga berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental, serta memberikan dampak positif pada prestasi akademik siswa. Namun, penghapusan mata pelajaran PJOK di sekolah dapat berdampak negatif pada kebugaran siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMKN 3 Kota Sukabumi dengan mengamati siswa kelas XII sebanyak 409 responden. Hasil pengukuran kebugaran jasmani siswa menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori "Kurang Sekali" dengan rentang nilai di bawah ambang batas. Penghapusan mata pelajaran PJOK tampaknya berkontribusi pada penurunan kebugaran jasmani siswa.Kesimpulannya, penghapusan mata pelajaran PJOK berdampak besar pada kebugaran jasmani siswa. Hal ini mempengaruhi kesehatan fisik dan mental siswa serta dapat berimbas pada prestasi akademik. Pendidikan jasmani memiliki peran penting dalam membentuk gaya hidup sehat dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan. Oleh karena itu, perlunya peninjauan ulang kebijakan penghapusan mata pelajaran PJOK untuk menjaga kebugaran dan kesehatan siswa.
Latihan Light Sled Versus Latihan Up Hill: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kecepatan Lari Pemain Sepak Bola? Kisin Prayoga; Firman Maulana; Muhammad Saleh
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari latihan Light Sled dan Up Hill terhadap kemampuan kecepatan berlari para Pemain Sepak Bola di SMAN 1 Panggarangan. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan eksperimental yang mengadopsi desain "two group pretest-posttest design". Populasi subjek penelitian meliputi 24 orang pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Sampel penelitian terdiri dari 24 orang yang dipilih dengan metode pengambilan sampel total. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini adalah tes lari 60 Meter yang berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai kemampuan kecepatan berlari. Analisis data dilakukan melalui tahapan penghitungan deviasi standar, evaluasi normalitas dan homogenitas data, serta penerapan uji paired T-test. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa latihan Light Sled memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kecepatan berlari pada para pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Demikian pula, kelompok yang menjalani latihan Up Hill juga mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kecepatan berlari, yang berlaku bagi atlet pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Melalui pengamatan ini, dapat disimpulkan bahwa baik latihan Light Sled maupun Up Hill berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kemampuan kecepatan berlari. Namun, bila melihat peningkatan persentase kemampuan kecepatan berlari, metode latihan Light Sled mencapai peningkatan sebesar 18,38%, sementara metode latihan Up Hill mencapai peningkatan sebesar 16,50%. Berdasarkan perbandingan ini, metode latihan Light Sled lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan kecepatan berlari pada para pemain sepak bola dibandingkan dengan metode latihan Up Hill.