This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika Hutama
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REAKSI ANAFILAKSIS AKIBAT OBAT PARASETAMOL Adrian Adinata Candra
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 03 April (2023): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

anafilaksis adalah sindroma klinik (kompleks gejala) yang timbul secara mendadak sebagai akibat perubahan permeabilitas vaskuler dan hiperaktivitas bronkial karena kerja dari mediator – mediator endogen yang dihasilkan oleh sel – sel mast dan basofil akibat stimuli antigen. Di Amerika Serikat diperkirakan 1-2% pasien yang disuntik dengan antibiotik mengalami reaksi anafilaksis dan 400-800 di antaranya meninggal per tahun. 15% dari populasi Amerika Serikat mempunyai risiko untuk reaksi anafilaksis. Insiden kasus anafilaksis yang dicetuskan oleh obat diperkirakan 0,04 hingga 3,1 % dan reaksi anafilaksis yang di picu oleh obat ini bertanggungjawab untuk 1 dari 4000 kasus di unit gawat darurat. Fatality rate mencapai 0,65%. Sebagian besar obat yang memicu terjadinya anafilaksis adalah golongan antibiotik dan NSAID, 48.7–57.8% of insiden reaksi anafilaksis dipicu oleh penggunaan NSAID, dan 14,3% insiden reaksi anafilaksis dipicu oleh penggunaan antibiotik golongan beta lactam terutama amoxicillin. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk obat lain dapat memicu terjadinya reaksi anafilaksis. Berikut akan kami laporkan suatu kasus anafilaksis akibat obat yang tidak biasa yaitu parasetamol