Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Penanaman Nilai Karakter Anak di TK Bawang Putih Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah; Syihabuddin Syihabuddin; Aceng Kosasih
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.751 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1699

Abstract

The results showed that the Bawang Putih Kindergarten planted disciplined characters by naming habituation, the results of the research findings on the process of instilling disciplined character in early childhood through the habituation method were: (1) teachers familiarize children with coming on time; (2) the teacher familiarizes the children with returning things to their original place; (3) the teacher familiarizes children with tidying up toys after playing in the classroom; (4) the teacher accustoms children to be patient and orderly in waiting for their turn to wash their hands; and (5) the teacher familiarizes children with queuing when they want to go to the bathroom. Habituation carried out in Bawang Putih Kindergarten is not only habituation through words or motivational words, but habituation through behavior is also carried out in Bawang Putih Kindergarten, the behavior shown by children after getting habituation from the teacher are: (1) the child arrives on time, but there are some children who have not been able to come on time, this refers to the number of children who are late every day experiencing ups and downs; (2) the child returns the items that have been used in their place, this is indicated by the awareness of the child returning the items that have been used in their place without being asked by the teacher, be it toys or stationery; (3) orderly in waiting their turn, this is shown by the awareness of children lining up behind their friends when they want to wash their hands without being accompanied by the teacher. Factors supporting the cultivation of disciplined character in Bawang Putih Kindergarten are the examples from the teacher, and the consistency of the teacher. Factors that hinder the formation of disciplined character in Bawang Putih Kindergarten are that there are some parents who do not care about their child's development, and the absence of cooperation between parents and school, and the maturity of the child's age also affects the formation of discipline character of early childhood in Bawang Putih Kindergarten.ABSTRAKHasil penelitian menunjukkan bahwa di TK Bawang Putih melakukan penanaman  karakter disiplin dengan menamakan pembiasaan, hasil dari temuan penelitian tentang proses penanaman karakter disiplin anak usia dini melalui metode pembiasaan adalah: (1) guru membiasakan anak untuk datang tepat waktu; (2) guru membiasakan anak untuk mengembalikan barang ke tempat semula; (3) guru membiasakan anak untuk membereskan mainan setelah bermain di dalam kelas; (4) guru membiasakan anak untuk bersabar dan tertib dalam menunggu giliran mencuci tangan; dan (5) guru membiasakan anak untuk mengantri ketika ingin ke kamar mandi. Pembiasaan yang dilakukan di TK Bawang Putih tidak hanya pembiasaan melalui ucapan atau kata motivasi saja, namun pembiasaan melalui perilaku juga dilakukan di TK Bawang Putih, perilaku yang ditunjukkan oleh anak setelah mendapatkan pembiasaan dari guru yaitu: (1) anak datang tepat waktu, akan tetapi ada beberapa anak yang belum bisa datang tepat waktu, hal ini mengacu pada jumlah anak yang terlambat setiap hari mengalami naik turun; (2) anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya, hal ini ditunjukkan dengan kesadaran anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya tanpa diminta oleh guru, baik itu mainan ataupun alat tulis; (3) tertib dalam menunggu giliran, hal ini di tunjukkan dengan kesadaran anak berbaris di belakang temanya ketika ingin mencuci tangan tanpa didampingi oleh guru. Faktor pendukung penanaman karakter disiplin di TK Bawang Putih yaitu adanya contoh dari guru, dan konsistensi yang dilakukan guru. Faktor yang menghambat pembentukan karakter disiplin di TK Bawang Putih yaitu ada beberapa orang tua yang tidak peduli dengan perkembangan anaknya, dan tidak adanya kerja sama antara orang tua dan sekolah, dan kematangan usia anak juga mempengaruhi pembentukan karakter disiplin anak usia dini di TK Bawang Putih.
Mengenalkan Worksheet Coding Muatan Kearifan Lokal Melalui Aplikasi Canva Bagi Guru PAUD Banjarmasin Dessy Sari; Sakerani Sakerani; Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah; Firdha Hayati; Zain Ahmad Fauzi; Amberansyah Amberansyah
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.513

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD Kota Banjarmasin dalam merancang media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi Canva. Adapun media pembelajaran yang dibuat adalah worksheet coding berbasis muatan lokal. Sebagian besar guru belum banyak memanfaatkan aplikasi Canva gratis dari pemerintah untuk menyusun media pembelajaran. Sementara itu, guru juga kurang paham terkait materi coding tanpa komputer untuk anak PAUD. Melalui pelatihan ini, guru didampingi untuk mengenal coding unplugged dan cara menuangkannya dalam bentuk worksheet menggunakan aplikasi Canva. Pelatihan ini dilaksanakan di TK Mawaddah dan TK Qathrun Nada Banjarmasin. Jumlah peserta 50 guru PAUD. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mendesain worksheet coding yang menarik, interaktif, serta mengandung muatan lokal. Data pre-test menunjukan banyak peserta yang masih dalam kategori kurang dan sangat kurang. Setelah dilakukan pelatihan, perubahan terjadi secara signifikan pada hasil post test peserta yang meningkat pada kategori sangat baik hingga mencapai 81%. Tidak ada lagi peserta yang memperoleh kategori kurang. Berdasarkan hasil tersebut, maka kegiatan ini berhasil dengan baik. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan keterampilan digital dan memperluas pengetahuan guru PAUD.