Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMASARAN PRODUK PERTANIAN YANG MEMBERIKAN KEUNTUNGAN DI DESA PURBA DOLOK, KECAMATAN DOLOK SANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Ronal Donra Sihaloho; Ester Siagian; Hotlan Purba
PKM Maju UDA Vol 3 No 3 (2022): Edisi Bulan OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.059 KB) | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v3i3.2742

Abstract

Pertanian merupakan bagian yang sangat strategis dalam ketahanan pangan suatu negara, khususnya Indonesia. Tapi kadang kondisi pertanian dipandang sebelah mata, sehingga banyak petani kurang dapat perhatian dari negara sehingga kesejahteraan petani jauh dari harapan. Rendahnya nilai jual ditingkat petani menjadikan salah satu faktor rendahnya kesejahteraan petani, disamping itu juga kurangnya sosialisasi yang didapatkan petani dalam mengolah hasil pertanian agar tidak dijual secara mentah. Dengan adanya pemasaran yang baik dan pengelolaan hasil pertanian lanjutan menjadi produk dengan nilai tambah maka kesejahteraan petani akan semakin baik. Pengabdian masyarakat ini dihadiri sebanyak 15 kelompok tani, dimana 1 kelompok tani diwakilkan dengan sebanyak 2 orang. Adapun masalah yang dialami petani Desa Purba Dolok adalah kurangnya sosialisasi dalam mengolah biji kopi menjadi produk nilai tambah. Begitu juga dengan kurangnya sosialisasi dalam mengelola Cabe agar memberikan nilai tambah dimana selama ini petani hanya menjual dalam bentuk mentah. Kemudian dalam penentuan harga petani tidak berdaya sehingga berpatokan kepada harga yang ditawarkan oleh pedagang pengepul. Adapun tujuan Abdimas ini adalah memberikan sosialisasi nilai tambah produk pertanian unggulan agar dapat meningkatkan keuntungan petani dan memberikan kesadaran kepada petani khususnya kelompok tani akan kelemahan dalam memasarkan hasil pertaniannya untuk dapat meningkatkan keuntungan. Kemudian metode yang dilakukan dalam Abdimas ini adalah melakukan sosialisasi secara langsung apakah terdapat permasalahan dalam memasarkan hasil pertanian dan melakukan pendampingan bagaimana cara dalam meningkatkan nilai jual hasil pertanian, khususnya kopi dan cabe.
Mengembangkan Inovasi Yang Berkesinambungan Dan Memperhatikan Nilai Serta Keunikan Produk Baion (Pandanus Tectorius) Untuk Meningkatkan Daya Saing Umkm Lokal Di Desa Gurgur Aekraja Kecamatan Tampahan Ronal Donra Sihaloho; Ester Siagian; Herta Manurung; Hotlan Purba; Meliarta Saragih; Melati Verginia Hutabarat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2928

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan, tentang bagaimana membuat bahan baku Baion menjadi inovasi yang berkesinambungan dan memperhatikan nilai serta keunikan produk untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh masyarakat di Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba dimana jumlahnya 41 orang Adapun hasil yang didapat dari pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Gurgur dapat memahami sosialisasi yang diberikan tentang pentingnya melakukan pengembangan inovasi yang berkesinambungan dan memperhatikan nilai serta keunikan produk untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Diharapkan dengan pelatihan ini masyarakat Desa Gurgur Aekraja, Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba dapat membuat berbagai jenis produk kerajinan. Dengan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat dapat membuat inovasi-inovasi yang berkelanjutan tentang membuat berbagai jenis kerajinan dengan bahan baku Baion menjadi nilai yang bersaing tinggi.
PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN UNTUK PRODUKSI DAN PENETAPAN HARGA Nurlinawati Simanjuntak; Herta Manurung; Dahlia Siallangan; Hotlan Purba; Erlianti Simanjuntak; Elsameda Chairani Pinem; Samuel P Tambunan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5223

Abstract

Abstract: Community service conducted by the Faculty of Economics, Unita, with the Baion "Setia" Craftsman Group in Matiti 2 Village has had a significant positive impact on MSMEs. This program helps them understand the concepts and methods of calculating COGS accurately, which is crucial for setting appropriate and competitive product prices. Through community service training, which includes material presentations, COGS calculation practices, and direct discussions with MSMEs, participants gain skills in recording all production costs, both direct and overhead, resulting in more accurate COGS. This training also teaches the importance of setting selling prices that take into account consumer purchasing power and market conditions. This is highly relevant for MSMEs to be able to compete without sacrificing profit margins. This program not only provides technical understanding but also equips MSMEs with financial management insights that are crucial for the sustainability of their businesses. Through this mentoring, MSMEs are expected to be able to apply COGS calculations and appropriate pricing strategies in their businesses, thereby increasing the competitiveness and profitability of their products in an increasingly competitive market. Keywords: Baion, Cost of Goods Sold, Selling Price, UMKM Abstrak : Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi Unita dengan Kelompok Pengrajin Baion “Setia” di Desa Matiti 2 memberikan dampak positif yang signifikan bagi para pelaku UMKM. Program ini membantu mereka memahami konsep dan metode perhitungan HPP dengan akurat, yang sangat penting untuk penetapan harga jual produk yang tepat dan kompetitif. Melalui pelatihan dalam pengabdian yang lakukan dalam hal mencakup pemaparan materi, praktik perhitungan HPP, serta diskusi langsung dengan pelaku UMKM, peserta mendapatkan keterampilan dalam mencatat setiap biaya produksi, baik langsung maupun overhead, sehingga HPP yang dihasilkan menjadi lebih akurat. Pelatihan ini juga mengajarkan pentingnya penetapan harga jual yang mempertimbangkan daya beli konsumen serta kondisi pasar. Hal ini sangat relevan bagi UMKM untuk dapat bersaing tanpa harus mengorbankan margin keuntungan. Program ini tidak hanya memberi pemahaman teknis, tetapi juga membekali pelaku UMKM dengan wawasan manajemen keuangan yang penting bagi keberlanjutan usaha mereka. Melalui pendampingan ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu menerapkan perhitungan HPP dan strategi penetapan harga yang sesuai dalam bisnis mereka, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan profitabilitas produk mereka di pasar yang semakin kompetitif. Kata Kunci: Baion, Harga Pokok Produksi, Harga Jual, UMKM 
Pemberdayaan Anggota Persekutuan Perempuan Distrik XVI Humbang Habinsaran Melalui Konsep Dapur Sehat dan Mandiri Berbasis Teknik Preservasi Modern Dahlia Nopelina Siallagan; Erlianti Simanjuntak; Hotlan Purba; Nurlinawati Simanjuntak; July Manurung; Ferdinan Silaban
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2152

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan Persekutuan Perempuan Distrik (PPD) XVI Humbang Habinsaran melalui konsep Dapur Sehat dan Mandiri serta teknik preservasi modern guna meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis gereja. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di HKBP Pariksabungan. Dari 150 peserta yang terdaftar, sebanyak 138 orang (92%) hadir, dan 135 orang mengikuti evaluasi lengkap (pre-test dan post-test). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan andragogi yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pelatihan praktik langsung pembuatan saus. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan pada seluruh aspek materi. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman teknik preservasi modern (55%), diikuti oleh tata kelola usaha (50%) dan konsep KUBG (47%). Peserta juga berhasil mempraktikkan pembuatan saus yang higienis, aman, dan bernilai ekonomi tinggi. Kesimpulannya, pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai teologis dan keterampilan teknis terbukti efektif mengubah paradigma dapur domestik menjadi pusat produksi mikro yang menguntungkan. Program ini merekomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan serta pembentukan Kelompok Usaha Berbasis Gereja (KUBG) di tingkat jemaat untuk menjamin keberlanjutan ekonomi rumah tangga.