Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA PENGGUNAAN CAMPUR KODE PADA LIRIK LAGU BAHASA JEPANG Putri Aqidah; Ely Triasih Rahayu; Yudi Suryadi
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2021): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.001 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v13i1.1447

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai campur kode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk campur kode dan latar belakang penggunaan campur kode pada lirik lagu bahasa Jepang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan dan teknik pilah unsur penentu. Sumber data penelitian ini berupa 15 lirik lagu, dari lirik lagu tersebut ditemukan 35 data. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 6 bentuk campur kode dan 2 latar belakang penggunaan campur kode. Bentuk campur kode berupa kata sebanyak 9, 9 klausa, 8 frasa, 7 idiom, dan ada 1perulangan kata serta 1 bentuk campur kode berupa baster. Bentuk campur kode yang paling banyak muncul adalah klausa dan kata. Sementara itu latar belakang penggunaan campur kode meliputi sikap dan kebahasaan. Latar belakang kebahasaan 31 data yang menunjukkan keinginan penutur untuk menafsirkan perasaannya agar tersampaikan kepada pendengar.
Pemberdayaan PKK Melalui One Village One Product (OVOP) Berbasis Potensi Lokal Desa Karangnangka Ely Triasih Rahayu; Hartati; Safrina Arifiani Felayati; Fauzan Fadlullah
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): PRAXIS Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/dmgehv94

Abstract

Pemberdayaan PKK RW 04 Desa Karangnangka melalui One Village One Product (OVOP) menjadi konsep tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsoed. Konsep OVOP berperan sebagai peningkatan kualitas potensi perdesaan. Konsep OVOP akan mengimplementasikan 3 prinsip yaitu; 1) mengoptimalkan potensi lokal dalam menghasilkan suatu produk yang only one and number one, 2) pengembangan berdasarkan kemandirian, kreatifitas dan inovatif, 3) pengembangan SDM. Desa Karangnangka merupakan desa dengan mata pencaharian yang didominasi oleh bercocok tanam dan perikanan. Tujuan dari PKM ini adalah; 1) meningkatkan keterampilan dan kapasitas anggota PKK dalam pengembangan produk berbasis potensi lokal sebagai produk unggulan penciri OVOP, (2) pelatihan pemasaran secara online. PKM dilakukan dengan teknik PRA (Particioatory Rural Appraisal) untuk mengidentifikasi permasalahan serta potensi desa yang dimiliki. Teknik PRA, merupakan metode yang berfokus pada pemberdayaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan identifikasi permasalahan dan potensi desa secara partisipatif sehingga masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta terkait teknik pengolahan singkong dan abon lele dengan standar yang lebih higienis, konsisten, dan inovatif. Peserta juga mampu membuat variasi produk serta memahami strategi pemasaran digital menggunakan platform media sosial. Selain itu, terbentuk komitmen kelompok PKK untuk mengembangkan produk unggulan desa secara berkelanjutan.