Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI DAYA HAMBAT LOTION EKSTRAK PELEPAH SEREH (Cymbopogon citratus) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Muhammad Ahsan
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.762 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang daya hambat lotion ekstrak pelepah sereh (Cymbopogon citratus) terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat lotion ekstrak batang sereh terhadap Staphylococcus aureus. Pengujian dilakukan dengan metode sumuran, yaitu membuat lubang pada agar padat yang telah diinokulasi dengan bakteri. Jumlah dan letak lubang disesuaikan dengan tujuan penelitian, kemudian lubang diisi dengan sampel yang akan diuji. Setelah diinkubasi pertumbuhan bakteri diamati untuk melihat ada tidaknya daerah hambatan di sekeliling lubang. Diameter hambatan yang diperoleh dari lotion konsentrasi 1% dan 5% yaitu 10 mm dan 20 mm. Sedangkan basis tidak memperlihatkan adanya zona hambatan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa lotion ekstrak pelepah sereh dengan konsentrasi 1% dan 5% dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata kunci:   Lotion, Ekstrak Pelepah Sereh, Daya Hambat,  Staphylococcus  aureus
UJI DAYA HAMBAT SEDIAAN GARGARISMA EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) TERHADAP Streptococcus mutans Muhammad Ahsan; Nurul Hidayah Base; Monika Monika
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.894 KB)

Abstract

Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang bersifat antibakteri. Daun rambutan dapat dibuat dalam bentuk sediaan gargarisma untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat Sediaan Gargarisma Ekstrak Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Streptococcus mutans. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian penghambatan dilakukan dengan metode difusi menggunakan kertas cakram dan Nutrient Agar (NA) dengan masa inkubasi 1 x 24 jam pada suhu 370C. Hasil penelitian ini menunjukkan Sediaan Gargarisma Ekstrak Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) memiliki zona hambat dengan diameter rata-rata yang dihasilkan pada kosentrasi 5% yaitu 5 mm, kosentrasi 7,5% yaitu 8,8 mm, dan kosentrasi 10% yaitu 10,13 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menghasilkan zona hambat. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa Sediaan Gargarisma Ekstrak Daun Rambutan mempunyai daya antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan kosentrasi efektif adalah 10%. Kata Kunci : Daya hambat, Gargarisma, daun rambutan, Streptococcusmutans