Hendro Kumoro
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Leksikostatistik Bahasa Mandailing dan Bahasa Melayu Sofiyatunnida Sofiyatunnida; Hendro Kumoro
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2: Mei 2021
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.16.2.165-180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerabatan bahasa dengan menggunakan teknik leksikostatistik dari bahasa proto antara bahasa Mandailing dan bahasa Melayu. Fokus penelitian tentang kekerabatan bahasa berdasarkan persentase antara bahasa Mandailing dan Melayu. Metode yang digunakan dalam penelitian terdapat tiga tahap (1) pengumpulan data, (2) analisis data, dan (3) penyajian hasil data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Batak Mandailing dan bahasa Melayu memiliki presentase 58% kekerabatan. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik dari 200 daftar kosakata Swadesh pada bahasa Batak Mandailing dan bahasa Melayu, ditemukan 114 kosakata kerabat dan 84 nonkerabat. Simpulan penelitian ini adalah bahwa bahasa Batak Mandailing dan bahasa Melayu berkerabat serta termasuk dalam tingkatan keluarga bahasa.
Taraf Kognat Bahasa Geser dan Bahasa Melayu Ambon Dewi Mayangsari; Hendro Kumoro; Nurdiana Kusumawicitra; Aling Madani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.6539

Abstract

Geser and Ambonese Malay languages belong to the Austronesian language family and are spoken by communities in the Maluku region of Indonesia. This study aims to determine the cognate levels of the Geser and Ambonese Malay languages through lexicostatistical and glottochronological calculations. The data used in this research comprises both primary and secondary sources. Primary data were obtained through questionnaires distributed to informants, while secondary data were derived from the Ambonese Malay dictionary. Data collection was conducted using the observation method with a non-participatory observation technique. The data analysis employed a lexicostatistical method and was presented in both formal and informal formats. The findings revealed five phoneme correspondences, namely /f~p/, /w~b/, /n~ŋ/, /u~o/, and /h~ø/. The kinship status indicates a 37% similarity percentage, which falls into the category of a family language. Furthermore, glottochronological analysis shows that Geser and Ambonese Malay were a single language 2,584–2,000 years ago and began diverging from their parent language between 561 BCE and 23 BCE (calculated from 2023). Abstrak Bahasa Geser dan bahasa Melayu Ambon termasuk rumpun bahasa Austronesia yang dituturkan oleh masyarakat di wilayah Maluku, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan taraf kognat bahasa Geser dan bahasa Melayu Ambon berdasarkan perhitungan leksikostatistik dan glotokronologi. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada para informan. Data sekunder bersumber pada kamus bahasa Melayu Ambon. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak melalui teknik simak bebas libat cakap. Analisis data yang digunakan adalah metode leksikostatistik dan disajikan secara formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima korespondensi bunyi antara lain /f~p/, /w~b/, /n~ŋ/, /u~o/, dan /h~ø/. Adapun status kekerabatan menunjukkan bahwa persentase kesamaan sebesar 37% yang termasuk dalam kategori keluarga bahasa (family language). Dari hasil analisis glotokronologi pun terlihat bahwa bahasa Geser dan bahasa Melayu ambon ini merupakan bahasa tunggal 2.584–2.000 tahun yang lalu serta bahasa Geser dan bahasa Melayu Ambon mulai berpisah dari bahasa induknya antara 561 SM – 23 SM (dihitung dari tahun 2023).